Sukses

Haruskah Menyingkirkan Kuning Telur Saat Diet?

Dianggap mengandung kolesterol tinggi, banyak pelaku diet yang menyingkirkan kuning telur dari menu hariannya. Haruskah demikian?

Klikdokter.com, Jakarta Ketika sedang diet atau ingin menurunkan berat badan, kebanyakan orang menjadi pemilih dalam hal makanan. Kemudian muncul pertanyaan bahwa seputar konsumsi telur utuh, termasuk kuning telur di dalamnya.

Di satu sisi, telur dianggap sebagai sumber protein yang sangat baik dan murah, serta mengandung berbagai nutrisi. Namun, banyak orang percaya bahwa kuning telur dapat meningkatkan kolesterol dan menambah risiko penyakit jantung.

Telur utuh sendiri memiliki dua komponen utama, yakni putih telur yang sebagian besar mengandung protein dan kuning telur yang mengandung semua jenis nutrisi.

Kandungan gizi telur

Sebuah putih telur mengandung sekitar 17 kalori, sementara telur seutuhnya mengandung 70 kalori. Namun, Anda perlu tahu bahwa nutrisi dalam kuning telur yang justru membuat Anda kenyang lebih lama ketika diet.

Dua telur utuh besar (100 gram) mengandung sekitar 422 mg kolesterol.  Sebaliknya, 100 gram daging sapi giling dengan 30 persen lemak, hanya memiliki sekitar 88 mg kolesterol.

US Dietary Guidelines pada Januari 2016 memaparkan bahwa tidak ada ketetapan batas harian untuk kolesterol dalam makanan. Meskipun begitu, banyak orang tetap khawatir ketika mengonsumsi telur, terutama bagian kuning telurnya. 

Hal ini terjadi karena mereka mengaitkan asupan kolesterol tinggi dengan darah tinggi dan penyakit jantung.  Padahal, tidak semua makanan tinggi kolesterol selalu meningkatkan kadar kolesterol dalam darah.

Manfaat kuning telur

Meskipun mungkin tampak logis bahwa kolesterol makanan akan meningkatkan kadar kolesterol darah, namun ternyata mekanisme kerjanya tidak demikian. 

Hati atau liver Anda pada dasarnya secara teratur menghasilkan kolesterol dalam jumlah besar, karena kolesterol adalah nutrisi yang diperlukan untuk sel-sel tubuh. Kolesterol terlibat dalam berbagai proses dalam tubuh, seperti:  

  • Produksi vitamin D
  • Produksi hormon steroid seperti estrogen, progesteron, dan testosteron.
  • Produksi asam empedu, yang membantu mencerna lemak
  • Mendukung kinerja membran sel tunggal di tubuh Anda.

Ketika Anda makan sejumlah besar makanan kaya kolesterol seperti telur, organ hati Anda mulai memproduksi kolesterol yang lebih sedikit.

Sebaliknya, ketika Anda mendapat sedikit kolesterol dari asupan makanan harian, hati Anda justru akan berusaha keras menghasilkan lebih banyak kolesterol guna mencukupi kebutuhan untuk metabolismenya.

Karena itu, kadar kolesterol darah tidak berubah secara signifikan pada seseorang ketika mereka makan lebih banyak asupan kolesterol. Salah satu penyebab beralihnya manfaat konsumsi telur menjadi dampak negatif bagi kesehatan adalah pengolahannya dengan cara digoreng.

Proses menggoreng dilakukan dengan minyak yang telah terhidrogenerasi, maka hal tersebut dapat meningkatkan kolesterol jahat pada tubuh (LDL). Daripada digoreng, akan lebih baik bila telur dikonsumsi dengan cara direbus atau digoreng dengan menggunakan minyak zaitun.

Hubungan kuning telur dengan penyakit kronis

Beberapa studi telah meneliti bagaimana telur memengaruhi faktor risiko penyakit jantung. Studi menunjukkan bahwa makan 1-2 telur utuh per hari tampaknya tidak mengubah kadar kolesterol atau faktor risiko terhadap penyakit jantung.

Bahkan, mengonsumsi telur utuh sebagai bagian dari diet rendah karbohidrat pada penderita diabetes terbukti meningkatkan sensitivitas insulin yang lebih baik dan meningkatkan kesehatan jantung, dibandingkan mereka yang makan putih telur saja.

Kini, Anda tak perlu menyingkirkan bagian kuning telur ketika ingin mengonsumsi telur utuh. Selain berbagai manfaat gizi yang baik bagi tubuh, makan kuning telur dapat membantu penurunan berat badan saat diet. Asalkan, konsumsi dalam porsi yang wajar setiap harinya dan pengolahannya harus dengan cara yang sehat.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar