Sukses

Mana yang Baik untuk Mata, Kompres Dingin atau Hangat?

Kompres dingin dan kompres hangat dilakukan untuk mengatasi keluhan mata yang berbeda. Ketahui aturan pakainya di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Saat mata sedang bermasalah, misalnya mata bengkak atau mata merah, banyak orang yang mengatasinya dengan kompres mata. Kompres dingin atau hangat kebanyakan dianggap sama saja, padahal keduanya dilakukan untuk menangani keluhan yang berbeda.

Selain menggunakan obat-obatan, tidak jarang orang yang mengalami sakit mata dan berkonsultasi ke dokter disarankan untuk melakukan kompres pada mata. Cara ini dilakukan untuk mempercepat proses penyembuhannya.

Ketika diberikan instruksi untuk kompres mata, ada dokter yang menyarankan untuk mengompresnya dengan air dingin. Namun, ada juga yang menganjurkan melakukan kompres hangat. Pemilihan jenis kompres memang dipengaruhi oleh penyebab keluhan mata yang dialami pasien.

Keluhan yang membutuhkan kompres dingin

Ketika diminta dokter untuk melakukan kompres dingin pada mata, yang harus dilakukan adalah merendam kapas kosmetik ke dalam air dingin, diperas, lalu ditempelkan ke permukaan kelopak mata dengan kondisi tertutup. Kompres bisa dilakukan sebanyak empat kali sehari selama 3-5 menit, yang juga bisa disesuaikan dengan instruksi dokter. 

Tujuan kompres dingin pada umumnya adalah untuk meredakan proses peradangan (inflamasi) yang terjadi pada mata. Salah satu gejala yang timbul saat terjadi peradangan adalah rasa panas dan pelebaran pembuluh mata. Nah, kompres dingin dapat membantu mengecilkan pembuluh darah, sehingga dapat meredakan gejala mata merah, misalnya akibat alergi.

Kapan harus kompres hangat?

Tak hanya kompres dingin, pada kasus tertentu dokter juga mungkin menyarankan kompres hangat saat pasien mengalami keluhan pada mata.

Kompres hangat ini dilakukan dengan cara merendam kapas kosmetik ke dalam air hangat, kemudian diperas, lalu ditempelkan ke kelopak mata dengan mata tertutup. Metode ini bisa dilakukan sebanyak empat kali sehari, selama 5-7 menit atau tergantung anjuran dokter.

Pada umumnya kompres hangat dilakukan untuk melunakkan sumbatan pada kelenjar di kelopak mata. Selain itu, kompres hangat juga sering kali disarankan pada kasus mata yang sering kedutan, sehingga bisa menimbulkan efek relaksasi pada otot kelopak mata. 

Kompres hangat juga dapat membantu meredakan nyeri yang sering timbul di mata, misalnya saat Anda mengalami mata bintitan. Tak cuma itu, kompres dengan air hangat juga bisa memaksimalkan kerja kelenjar minyak yang ada di sekitar kelopak mata, sehingga secara tidak langsung mengurangi kekeringan pada mata.

Kombinasi kompres dingin dan hangat

Meskipun memiliki sifat yang bertolak belakang, penggunaan kompres dingin dan hangat pada mata juga kadang diperlukan. Metode kombinasi ini dapat diterapkan setelah melalui pertimbangan dokter spesialis mata yang menangani, berdasarkan hasil pemeriksaan pada mata.

Sebagai contoh adalah kasus perdarahan di subkonjungtiva yang menimbulkan keluhan merah pada bagian putih mata. Pada kasus tersebut, kombinasi kompres dingin dan kompres hangat bisa dilakukan.

Jenis kompres dipilih berdasarkan durasi kejadian keluhan mata merah yang dialami. Ketika 24 jam pertama sejak perdarahan berlangsung, pasien sangat disarankan untuk melakukan kompres dingin untuk membantu mencegah peningkatan perdarahan. Setelah lewat dari 24 jam, kompres hangat lebih disarankan.

Meski demikian, lagi-lagi untuk menentukan jenis kompres yang tepat, sebaiknya sesuai dengan instruksi dokter spesialis mata, karena kondisi setiap orang berbeda-beda.

Baik pemilihan kompres dingin, kompres hangat, atau mungkin gabungan dari keduanya sangat bergantung pada penyebab keluhan pada mata. Satu hal yang tak kalah penting, selalu cuci tangan sebelum dan setelah melakukan kompres mata, ya! Agar penyembuhannya optimal, Anda disarankan untuk melakukan konsultasi terlebih dulu dengan dokter spesialis mata supaya tidak salah langkah.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar