Sukses

Olahraga Pakai Masker, Berbahayakah untuk Pernapasan?

Pernah lihat orang-orang atau atlet yang berolahraga pakai masker? Katanya, ini bisa berbahaya untuk pernapasan. Benarkah?

Klikdokter.com, Jakarta Karena beberapa alasan, ada orang-orang yang kerap memakai masker saat berolahraga. Katanya, ini bisa berbahaya untuk tubuh, terutama dalam hal pernapasan. Benarkah?

Entah karena berolahraga outdoor di tengah udara berpolusi atau memang pengguna masker untuk olahraga (disebut training mask atau altitude dan elevation mask), beberapa orang memang memilih untuk menggunakan masker saat berolahraga.

Pakai masker saat berolahraga dan dampaknya pada pernapasan

Menurut dr. Chaerunisa Utami dari KlikDokter, menggunakan masker saat olahraga sebetulnya diperbolehkan, dengan catatan masker tersebut memang dibuat khusus untuk aktivitas olahraga.

Masker yang dibuat khusus untuk olahraga bisa membantu Anda bernapas lebih baik tanpa membiarkan polutan masuk ke dalam hidung dan mulut. Selain itu, masker ini juga memudahkan untuk Anda bernapas saat berolahraga. Pilihlah masker jenis N95 untuk berolahraga kala polusi sedang tinggi.

“Hindari memakai masker sekali pakai seperti masker bedah yang sering orang-orang pakai. Masker jenis ini biasanya membuat Anda jadi sesak karena bahannya yang menghalau udara masuk. Kemungkinan saat berolahraga napas Anda malah jadi sesak,” kata dr. Chaerunisa.

Masker khusus olahraga, apa gunanya?

Dilansir dari berbagai sumber, masker khusus olahraga atau elevation training mask ini menutupi mulut dan hidung pemakainya, mengurangi jumlah oksigen yang masuk ke tubuh saat berolahraga.

Menggunakan masker jenis ini untuk latihan fisik memaksa jantung dan paru bekerja lebih keras. Ketika masker dilepas, misalnya sebelum ikut lomba maraton atau kompetisi olahraga lainnya, tubuh akan menggunakan oksigen secara lebih efisien. Penggemar masker olahraga ini mengklaim bahwa penggunaannya dapat meningkatkan kecepatan, daya tahan, dan kekuatan.

Cara kerja masker ini konsepnya datang dari fakta bahwa beberapa atlet, khususnya pelari jarak jauh, sering berlatih di tempat dengan ketinggian yang lebih tinggi. Altitude training ini dipercaya dapat meningkatkan sel darah merah tubuh, yang diduga berkontribusi pada peningkatan kinerja tubuh ketika kembali ke ketinggian permukaan laut.

Apakah penggunaannya benar-benar efektif? Sejauh ini, hasil studi masih beragam.

Sebuah studi yang dipublikasikan di “Journal of Sports Medicine” melihat efek elevation training mask pada 24 atlet. Peneliti menemukan, 12 atlet mengalami kenaikan tingkat pernapasan ketimbang partisipan lain yang tidak menggunakan masker.

Studi lainnya, yang diterbitkan dalam “Journal of Strength and Conditioning Research” menunjukkan, menggunakan elevation training mask saat berolahraga angkat beban dihubungkan dengan penurunan kewaspadaan dan berkurangnya kemampuan untuk fokus pada tugas.

Masker olahraga memang bisa membantu bernapas lebih efisien, tetapi masih belum jelas apakah penggunannya dapat meningkatkan kinerja atletik pemakainya.

Tetap ada risiko bahwa masker olahraga bisa menyebabkan hiperventilasi (pernapasan cepat atau dalam yang abnormal yang menyebabkan kekurangan turunnya tekanan darah), bahkan pingsan akibat pernapasan yang terbatas. Orang-orang yang punya tekanan darah tinggi atau masalah kardiovaskular lainnya tidak disarankan untuk memakai masker jenis ini.

1 dari 2 halaman

Tips olahraga meski polusi udara tinggi

Berolahraga tanpa masker khusus olahraga tetap dapat memberikan manfaat baik bagi kesehatan tubuh. Selain itu, jika lingkungan sekitar berpolusi, penggunaan masker bukan satu-satunya solusi aman berolahraga.

Supaya olahraga tetap aman, lakukan tips di bawah ini.

  • Pilih area yang banyak pepohonan

Dari KlikDokter, dr. Dyan Mega Inderawati menyarankan, pilih tempat yang banyak ditanami pohon. Karena, sirkulasi udara di sekitar akan memberikan Anda banyak pasokan oksigen.

  • Pilih waktu-waktu tertentu

“Hindari olahraga pada siang maupun di sore hari saat sedang rush hour. Biasanya, saat orang pulang kerja, polusi sedang tinggi-tingginya,” ujar dr. Dyan.

Anda disarankan untuk berolahraga pagi-pagi sekali ataupun pada malam hari saat tingkat polusi sudah menurun.

  • Hindari area yang padat

Jika taman terdekat terlalu padat, cari tempat lain yang lebih sepi agar Anda bisa berolahraga dengan leluasa. Apabila tempat outdoor layak lainnya tak tersedia, pertimbangkan untuk berolahraga di gym atau tempat tertutup lainnya.

Pakai masker saat olahraga tidak dilarang tetapi juga tidak semua menganjurkan, karena memang ada risikonya bagi pernapasan karena mengurangi pasokan oksigen yang masuk ke dalam tubuh saat dipakai. Apalagi jika penggunanya memiliki kondisi medis tertentu seperti tekanan darah tinggi atau gangguan kardiovaskular. Lebih amannya lagi, konsultasikan dulu dengan dokter sebelum menggunakan masker untuk olahraga.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar