Sukses

Kelamaan Main Gawai Bisa Jadi Penyebab Mata Juling?

Katanya, salah satu penyebab mata juling adalah kelamaan main gawai. Benarkah anggapan tersebut?

Klikdokter.com, Jakarta Mata juling biasanya didapatkan sejak lahir. Namun, karena orang tua tak mau anaknya terlalu asyik dengan gawai, ancaman bahwa main gawai bisa jadi penyebab mata juling sering kali dipakai.

Ancaman tersebut bukan tanpa alasan. Posisi gawai yang terlalu dekat dengan mata, sehingga mata menjadi fokus di satu titik bisa membuat mereka berpikir bahwa itu dapat merusak mata. Akan tetapi, benarkah hal itu secara medis?

Tentang anak yang matanya juling karena 10 jam main gawai

Dilansir dari cnnindonesia.com, seorang anak di Tiongkok mengalami mata juling yang diduga karena kelamaan bermain gawai. Menurut pengakuan ayah dari bocah tersebut, anaknya itu setidaknya bisa menghabiskan 10 jam sehari hanya untuk bermain ponsel!

Meski sudah diperingatkan berkali-kali, dia tidak pernah mendengarkan nasihat orang tuanya. Sampai pada akhirnya, bola mata si anak mengalami gangguan juling. Ayahnya kemudian membawa si anak ke dokter.

Menurut dokter yang memeriksa mata si bocah, otot mata anak pada dasarnya sangat rentan karena masih dalam masa perkembangan. Jika dipaksa menatap layar gawai dalam waktu lama dan dengan jarak yang dekat, otot mata akan terganggu. Salah satu dampak dari gangguan otot mata tersebut adalah mata juling.

Mata juling, mata lelah, dan mata malas

Informasi di atas lantas ditanggapi oleh dr. Valda Garcia dari KlikDokter. Menurutnya, memang benar bahwa terlalu lama bermain gawai dapat menyebabkan gangguan penglihatan. Namun menurutnya, biasanya itu tidak sampai menyebabkan mata juling.

Terlalu lama main gawai, meski sambil tiduran atau memandang layar gawai terlalu dekat, bukan menjadi salah satu penyebab mata juling. Akan tetapi, meski dr. Valda berkata seperti itu, kelamaan main gawai sambil tiduran dan memandang layar terlalu dekat tetap tidak disarankan.

“Kelamaan main gawai itu tidak menyebabkan mata juling, tetapi lebih kepada kondisi mata lelah,” jelasnya.

Mata juling sendiri ditandai dengan kondisi kedua mata yang tidak tertuju pada satu objek secara bersamaan. Sedangkan mata lelah, lebih pada kondisi di mana mata kering dan pandangan yang kabur.

Seperti yang sempat disinggung di awal, kondisi mata juling biasanya tercipta sejak lahir atau sejak kecil. Dikatakan dr. Valda, mata juling memang sering menjadi gangguan anatomi dari lahir.

Tapi, bukan berarti kondisi tersebut tak bisa didapatkan saat dewasa. Misalnya saja, akibat trauma otot bola mata pasca kecelakaan yang parah.

Selain itu, dr. Valda juga mengatakan, sindrom mata malas atau ambliopia yang sejak kecil tak tertangani dengan baik dapat menjadi penyebab lain mata juling. Begitu juga sebaliknya, kondisi mata juling pun dapat menyebabkan mata malas.

Mata malas sendiri bukanlah mata sayu yang terlihat seperti tak memiliki semangat. Tetapi, mata malas merupakan kondisi berkurangnya ketajaman penglihatan di salah satu mata.

Memang, masih banyak orang yang belum tahu tentang mata malas. Padahal, prevalensi mata malas di seluruh dunia diperkirakan sebesar 1-5 persen.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan terdapat 19 juta anak-anak berusia di bawah 15 tahun yang memiliki gangguan penglihatan. Sebanyak 12 juta di antaranya terjadi karena gangguan refraksi yang tidak dikoreksi serta mata malas.

Apakah mata juling bisa disembuhkan?

Kabar baiknya, dr. Atika dari KlikDokter mengatakan jika kondisi mata juling masih bisa diobati dan disembuhkan, yakni dengan terapi penglihatan dan operasi otot mata.

Terapi penglihatan adalah program terapi yang berisi berbagai aktivitas visual yang diresepkan untuk meningkatkan koordinasi dan kemampuan mata dalam memfokuskan bayangan. Sedangkan operasi mata, dilakukan untuk mengubah posisi, panjang, dan ketegangan otot yang terjadi akibat gangguan otot.

Dengan demikian, pemilik mata juling tidak perlu terlalu khawatir lagi. Sebab, metode operasi yang disertai dengan terapi penglihatan bisa menyembuhkan kondisi mata juling.

Terlepas dari benar atau tidaknya kelamaan main gawai sebagai penyebab mata juling, apa pun yang dilakukan secara berlebih pasti akan memberikan dampak buruk pada kesehatan. Jadi, aturlah penggunaan gawai sebijaksana mungkin. Selain itu, jangan menatap layar ponsel terlalu dekat (jarak normalnya 30 cm) agar mata Anda tidak mengalami gangguan kesehatan.

[MS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar