Sukses

Mengenal Manfaat Nasi Dingin untuk Penderita Diabetes

Sebagian pendapat mengatakan penderita diabetes bisa mendapatkan manfaat dari nasi dingin untuk kesehatannya. Bagaimana fakta medisnya?

Klikdokter.com, Jakarta Para penderita diabetes harus mengendalikan kadar gula dengan membatasi konsumsi aneka makanan yang mengandung indeks glikemik tinggi termasuk nasi. Namun ada yang mengatakan bahwa penderita diabetes bisa memetik manfaat dari nasi dingin untuk mengendalikan kadar gula darahnya.

Benarkah anggapan ini? Atau manfaat nasi dingin untuk penderita diabetes hanya salah satu dari mitos kesehatan yang banyak beredar?

Akali dengan mengonsumsi nasi putih dingin

Nasi putih adalah sumber karbohidrat yang mudah dicerna dan diserap oleh usus halus. Saking cepatnya dicerna dan diserap, gula darah pun bisa melonjak dengan mudahnya. Nah, agar tetap bisa kenyang dengan memakan nasi tanpa terlalu khawatir kadar gula darah melonjak tinggi, penderita diabetes bisa mengonsumsi nasi dingin.

Nasi dingin dalam konteks ini adalah nasi hangat yang baru matang, kemudian dimasukkan ke dalam kulkas bersuhu 4 derajat Celsius selama 24 jam.

Proses mendinginkan nasi tersebut bertujuan untuk membuat zat pati di dalam nasi lebih sulit untuk dicerna, sehingga jumlah karbohidrat yang masuk ke usus lebih sedikit. Dengan sedikitnya jumlah karbohidrat yang terserap oleh usus, maka kenaikan gula darah juga tidak akan signifikan.

Hal itu pun dibenarkan oleh dr. Nadia Octavia dari KlikDokter. Menurutnya, diabetesi memang lebih baik mengonsumsi nasi dingin. Sebab, nasi hangat yang baru saja matang memiliki glukosa (gula) yang strukturnya longgar.

“Beda halnya dengan nasi yang sudah didinginkan. Ikatakan molekul glukosa menjadi ketat dan menjadi sulit untuk dicerna,” jelas dr. Nadia.

1 dari 2 halaman

Perhatikan ini sebelum mengonsumsi nasi dingin

Bagi penderita diabetes yang ingin makan nasi dingin, Anda perlu memperhatikan beberapa hal di bawah ini:

  • Nasi putih dingin harus dikonsumsi bersamaan dengan sayur dan lauk pauk sehat untuk diabetesi. Hindari lauk yang kadar lemak jahatnya tinggi dan terlalu manis.
  • Bila Anda tak terlalu suka dengan sensasi dingin dari nasi tersebut, tenang, Anda memang disarankan untuk menghangatkannya kembali sebelum dikonsumsi. Sebentar saja hingga dinginnya hilang. Itu juga berfungsi menghilangkan bakteri dari nasi yang telah didinginkan. Proses menghangatkan kembali nasi dalam waktu yang sebentar tidak akan mengubah kandungan nutrisinya.
  • Letakkan nasi putih yang akan didinginkan di dalam wadah yang bersih untuk mencegah pertumbuhan bakteri.
  • Atur juga porsinya. Meski lebih menyehatkan, bukan berarti Anda tidak mengatur porsi makan nasi Anda. Kegemukan akibat kebanyakan nasi dingin juga sama-sama berisiko menimbulkan gangguan kesehatan.
  • Disarankan dr. Nadia, Anda juga bisa menambahkan sedikit minyak kelapa pada nasi dingin. Molekul lemak dari minyak kelapa akan masuk ke dalam nasi, sehingga membuat nasi lebih sulit untuk dicerna dan diserap. “Semakin tinggi kandungan karbohidrat yang tidak dapat dicerna, semakin rendah pula kalori dari makanan tersebut,” dr. Nadia menegaskan.

Nasi merah lebih baik

Sedangkan menurut dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter, penderita diabetes sebaiknya mengonsumsi nasi merah.

“Dibandingkan dengan nasi putih, indeks glikemik atau kadar gula dalam nasi merah jauh lebih rendah. Ditambah lagi, kandungan serat pada nasi merah juga sangat bermanfaat,” jelas dr. Dyan.

Faktanya serat merupakan salah satu kunci stabilnya kadar gula darah. Kecukupan serat ini dapat dipenuhi dengan lima porsi buah atau sayur setiap harinya.

“Biasakan konsumsi sayur setiap waktu makan utama dan lengkapi dengan 2 porsi buah di antara jam makan,” dr. Dyan menyarankan.

Jika penderita diabetes ingin merasakan manfaat nasi putih, dinginkan terlebih dahulu karena akan lebih aman. Pertimbangkan juga untuk beralih ke nasi merah karena tinggi serat dan indeks glikemiknya lebih rendah, dan kombinasikan dengan makanan sehat sesuai kondisi tubuh lainnya. Jangan lupa untuk rutin cek kesehatan dan teratur minum obat- yang sudah diberikan oleh dokter. Dengan demikian, kadar gula darah tentu akan lebih terjaga kestabilannya.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar