Sukses

Alasan Kenapa Bunda Harus Hati-Hati Memberikan si Kecil Air Putih

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum Bunda memberikan si Kecil air putih. Apa saja? Baca penjelasannya di sini!

Klikdokter.com, Jakarta Setelah menjalani ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupannya, bayi akan mulai diberikan makanan pendamping ASI (MPASI). Pada masa ini, biasanya orang tua akan mulai mengenalkan air putih kepada Si Kecil. Meski sering kali dianggap tak punya kandungan zat gizi, tapi peran air putih tetap vital untuk tubuh si Kecil.

Perlu diingat, sebagian besar tubuh manusia terdiri dari air, sehingga air diperlukan agar fungsi tubuh bekerja dengan baik. Bagi si Kecil, air putih dapat membantu melancarkan pencernaan dan mencegah konstipasi. Namun, belum banyak orang tua yang mengetahui bagaimana memberikan air putih yang aman bagi si Kecil.

Perlu diketahui bahwa saluran pencernaan si Kecil masih belum sempurna dan sangat rentan terhadap berbagai zat yang masuk ke dalamnya, tak terkecuali air putih. Badan Kesehatan Dunia (WHO) sendiri menyarankan bahwa air untuk si Kecil harus bersih dan aman, bebas dari kontaminan (zat larut) yang berpotensi menimbulkan masalah pada tubuhnya.

Air putih dalam kemasan yang biasa dikonsumsi mengandung sejumlah mineral seperti sodium, kalsium, dan sulfat dalam kadar tertentu, sehingga dikenal juga dengan sebutan air kemasan. Beberapa jenis air kemasan diketahui mengandung sodium atau mineral lain, yang kadarnya cukup tinggi untuk bisa diterima oleh tubuh si Kecil dan diolah melalui ginjalnya. Bila terlalu banyak diberikan kepada si Kecil, bukan tak mungkin nantinya bisa terjadi kelebihan mineral dalam tubuhnya.

Selain itu, air kemasan juga kerap tidak bebas bakteri, karena dalam proses pembuatannya tidak terdapat proses sterilisasi. Bagi orang dewasa, sebenarnya hal ini tidak sepenuhnya berbahaya. Namun, mengingat kondisi saluran cerna si Kecil yang masih belum sempurna, adanya bakteri bisa menjadi ancaman tersendiri dan berisiko menimbulkan infeksi. Inilah kenapa air kemasan tidak direkomendasikan untuk dijadikan pelarut susu formula (jika si Kecil mengonsumsi susu tersebut).

Air putih seperti apa yang baik untuk Si Kecil?

Para pakar tetap menyarankan untuk menggunakan air biasa (plain water atau tap water) untuk dikonsumsi. Namun, dengan catatan Bunda harus merebusnya terlebih dulu hingga mendidih, kemudian didinginkan, lalu simpan dalam wadah.

Bunda  juga bisa menggunakan air kemasan yang benar-benar telah teruji sterilitasnya, dan tidak mengandung partikel dan mineral tertentu untuk melarutkan susu atau bubur makanan si Kecil.

Kapan boleh memberikan air kemasan kepada Si Kecil?

Secara umum, Bunda sudah bisa memberikan air kemasan kepada si Kecil. Hanya saja, ada beberapa ketentuan yang harus dipenuhi sebelum memberikan air kemasan kepada buah hati, yaitu:

  • Cek label pada kemasan. Pastikan kadar sodium (natrium) kurang dari 200 mg/L dan kadar sulfat (SO4) tidak lebih dari 250 mg/L.
  • Kalau Bunda ingin menyajikan susu atau melarutkan bubur makanan si Kecil, maka Bunda bisa merebus air kemasan. Jika sudah mendidih, tunggulah sekitar 30 menit sebelum menjadikannya pelarut susu formula si Kecil.

Air putih sangat penting bagi tubuh si Kecil. Karena itu, pelajari aturan pemberian dan syarat air putih yang aman sebelum Bunda memberikannya pada si Kecil. Akan lebih baik lagi bila Bunda memilih air yang memang telah melalui proses demineralisasi dan sterilisasi. Ini penting untuk meminimalkan kadar mineral yang tidak diperlukan oleh tubuh si Kecil. Selain itu, bakteri yang berpotensi menyebabkan penyakit juga sudah dimusnahkan. Dengan demikian, kapan pun dan di mana pun, Anda bisa memberikan air putih kepada si Kecil tanpa perlu khawatir.

(RN/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar