Sukses

Bisakah Menyimpan ASI Perah Tanpa Freezer?

Freezer adalah andalan bagi ibu menyusui yang ingin menyetok ASI. Tapi, bisakah Anda menyimpan ASI perah tanpa freezer?

Klikdokter.com, Jakarta Selama ini, ibu menyusui banyak mengandalkan freezer untuk menyimpan ASI perah. Ketergantungan semacam ini bisa menjadi masalah jika pada suatu waktu listrik mati dalam durasi yang cukup lama.

Kondisi itu pula yang terjadi ketika pada hari Minggu (4/8) kemarin listrik mati selama lebih dari delapan jam di wilayah Jabodetabek dan sebagian wilayah Jawa Barat. Matinya aliran listrik selama beberapa waktu tak pelak membuat para ibu menyusui menjadi panik. Pasalnya, banyak dari mereka yang menggunakan freezer di lemari es sebagai tempat untuk menyimpan stok ASI perah.

Padamnya listrik selama berjam-jam semacam itu dikhawatirkan akan merusak kualitas ASI yang disimpan dalam keadaan beku. Lantas, bagaimanakah solusinya? Mungkinkah menyimpan ASI perah tanpa freezer?

Solusi menyimpan ASI perah meski tidak ada freezer

Freezer memang menjadi andalan bagi para ibu dalam menaruh ASI perah. Alat ini dipilih demi menjaga kualitas ASI dalam waktu lama. Namun, saat keadaan mati lampu, Anda bisa menggunakan cool box.

Hal tersebut disampaikan dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter. "Saat darurat, seperti mati lampu atau tidak ada sumber listrik, Anda sangat bisa menyimpan ASI di cool box. Ini biasa dilakukan oleh orang yang sedang bepergian jauh dan dalam jangka waktu yang lama.”

Yang terpenting, kata dr. Sepriani, tempat penyimpanannya tertutup rapat dan ada ice pack-nya. Ice pack atau ice gel ini fungsinya untuk menjaga suhu ASI tetap dingin dan baik selama bepergian.

“Anda juga harus perhatikan kalau simpan ASI di cool box hanya bisa dalam hitungan jam saja, tidak boleh berlama-lama," ujar dia.

Di sisi lain, saat aliran listrik ada tetapi tidak ada freezer, Anda bisa menggunakan lemari es untuk menyimpan ASI perah. Akan tetapi, ASI yang disimpan di lemari es ini hanya bisa bertahan beberapa hari, tidak selama freezer yang bisa bertahan hingga berbulan-bulan.

"Biasanya di bagian kulkas paling atas ada tempat yang lebih dingin. Cadangan ASI bisa taruh di situ. Tetapi, kalau mau taruh ASI di tempat tersebut, pada umumnya jangan lebih dari lima hari ya," tutur dr. Sepriani.

Selain itu, jangan menaruh ASI di bagian pintu kulkas. “Sebab, saat pintu dibuka akan terjadi perubahan suhu yang akan memengaruhi kualitas ASI Anda. Jadi, simpanlah pada bagian dalam lemari es,” dr. Sepriani menyarankan.

1 dari 2 halaman

Tips menyimpan ASI

Demi menjaga kualitas ASI perah tetap baik, Anda disarankan untuk memperhatikan beberapa hal berikut:

  • Simpanlah ASI di dalam botol atau kemasan yang telah disterilisasi terlebih dahulu. Tujuannya untuk mencegah kontaminasi kuman yang dapat membahayakan kesehatan bayi.
  • Mencantumkan tanggal pemerahan pada wadah ASI.
  • Untuk ASI perah yang tidak akan digunakan dalam 4 hari ke depan, disarankan untuk disimpan langsung di freezer guna melindungi kualitasnya tetap baik.
  • Saat membekukan ASI, sisakan sekitar 1 inci ruang di bagian atas wadah karena volume ASI cenderung bertambah saat dibekukan.
  • Mencairkan ASI yang dibekukan disarankan untuk mengikuti prinsip “first in, first out”. Karena seiring dengan berjalannya waktu, kualitas dari ASI dapat mengalami penurunan.
  • Setelah ASI dihangatkan pasca penyimpanan di lemari pendingin atau freezer, Anda disarankan untuk langsung memberikannya pada si Kecil dalam jangka waktu 2 jam.

Menyimpan ASI perah pada dasarnya bisa dilakukan dalam freezer maupun lemari es biasa. Namun ketika listrik mati seperti yang terjadi hari Minggu kemarin, ASI perah bisa disimpan dalam cool box yang dilengkapi dengan ice pack atau ice gel. Tapi ingat, menyimpan ASI di cool box atau lemari es tidak bisa selama di freezer. Jadi, perhatikan selalu tanggal penyimpanan ASI perah Anda agar si Kecil tetap mendapat ASI yang berkualitas baik.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar