Sukses

Pentingnya Mengajarkan Anak Meminta Maaf Sejak Dini

Mengajarkan anak meminta maaf bisa dilakukan sejak dini, tanpa paksaan ataupun emosi. Simak penjelasannya di bawah ini.

Klikdokter.com, Jakarta Salah satu sikap baik yang bisa ditanamkan oleh orangtua sejak dini adalah meminta maaf. Sikap ini bisa menanamkan jiwa ksatria dalam diri anak yang bermanfaat dalam kehidupannya kelak. Bagi sebagian anak, meminta maaf bukan hal yang asing dan dapat dengan mudah dilakukan. Tapi bagi anak lainnya, meminta maaf bisa menjadi hal yang sulit dilakukan.

Mengajarkan meminta maaf pada dasarnya adalah ‘pagar’ yang dapat membatasi dan menyadarkan anak bahwa tidak semua hal dapat dilakukan sesuka hati. Bukan cuma itu, akan jauh lebih baik lagi bila anak bisa memahami makna mendalam dibalik kata “maaf” yang diutarakan.

Anak sudah memiliki empati

Berbagai penelitian membuktikan, sebenarnya anak sudah mulai bisa memahami empati sejak menginjak 2 tahun. Hal ini dapat dengan mudah dilihat dari reaksinya ketika melihat saudaranya bersedih. Misalnya dengan membelai, mencium, atau memeluk.

Sebenarnya secara alami, empati sudah ada dalam diri sang anak tanpa perlu diajarkan. Inilah yang menjadi dasar bahwa sejatinya, anak sudah tahu ketika lingkungannya merasakan perasaan sedih ketika ia berbuat salah.

Akan tetapi, untuk melontarkan kata maaf, tidak semua anak dengan mudah melakukannya. Hal ini adalah normal. Jadi, sebelum mengajarkannya meminta maaf, ada baiknya Anda memperkenalkan terlebih dahulu makna kata maaf itu sendiri.

Alasan perlu belajar minta maaf

Pada dasarnya, ada banyak alasan mengapa anak perlu diajarkan meminta maaf sejak dini. Berikut ini adalah beberapa di antaranya:

  • Anak memahami bahwa tindakannya salah

Sebelum Anda menyuruh meminta maaf, anak harus memahami apa yang dilakukan adalah salah. Pada umumnya, anak usia balita belum memahami kalau apa yang mereka lakukan salah. Ketika Anda menyuruhnya meminta maaf, anak pun cenderung bingung.

Dalam situasi ini, orang tua perlu memberi tahu anak tentang benar dan salah, serta batasan yang dapat dilakukan dan tidak. Namun, jika anak belum mau meminta maaf atas perbuatannya, jangan dipaksa.

Pahamilah, si Kecil perlu waktu dalam proses belajarnya untuk benar-benar memahami makna mengaku salah. Dalam hal ini, kesabaran orang tua menjadi kunci utamanya.

Sebagai gantinya, Anda bisa meminta maaf pada temannya atas sikap anak. Ajak anak berdiskusi setelahnya.

  • Anak tahu tidak boleh menyakiti kalau tak mau disakiti

Ketika menyakiti temannya, ajak anak membayangkan bagaimana jika dia berada pada posisi temannya yang baru disakiti.

Anda dapat berkata, “Kasihan ya, Loli mainannya rusak karena kamu lempar. Kalau mainan kamu dilempar dan rusak kayak punya Loli, perasaan kamu bagaimana? Sedih juga kan?”

Setelah itu, Anda bisa mengajaknya untuk meminta maaf. Cara lain, Anda bisa terlebih dahulu memberi contoh meminta maaf kepada teman sang anak.

  • Belajar bertanggung jawab

Ya, meminta maaf akan membantu melatih anak bertanggung jawab atas perbuatannya yang keliru.

Anak yang lebih besar akan menyadari ada konsekuensi bila dia berbuat salah pada orang lain. Pemahaman ini tentu harus dilakukan dengan perlahan dan penuh kesabaran.

  • Tidak mengulangi kesalahan yang sama

Bagian yang tersulit dari meminta maaf adalah memastikan si Kecil tidak mengulang kesalahan yang sama.

Namun, praktiknya tentu tidak semudah perkataan maaf yang terucap. Butuh kesabaran dan pengajaran berulang agar mereka dapat selalu mengingatnya.

  • Dorong anak melakukan kebaikan

Siapa yang tidak suka bila ada orang yang berbuat baik? Anda bisa menanamkan hal itu pada si Kecil. Beri pengertian pada mereka bahwa dengan meminta maaf ketika berbuat salah, artinya dia sudah melakukan kebaikan.

Selalu dukung anak untuk berbuat kebaikan agar ia bisa menjadi orang yang berani dan berguna bagi lingkungan sekitarnya, layaknya seorang superhero. Jangan lupa berikan perlindungan kuman dengan sabun Dettol, karena superhero kecil juga butuh perlindungan. Sabun Dettol telah teruji melindungi secara efektif dari 100 kuman serta dapat menjaga kulit Anda agar tetap terasa bersih dan segar sepanjang hari.

Ada banyak nilai positif yang bisa Anda sampaikan dengan mengajarkan anak meminta maaf. Selain mengakui kesalahan, anak akan belajar untuk tidak mengulangi kesalahan serta belajar bertanggung jawab. Berikan motivasi pada anak bahwa menjadi superhero dapat dimulai dengan melakukan kebaikan kecil seperti meminta maaf. Bersama sabun Dettol, yuk terus motivasi si Kecil melakukan kebaikan lain yang lebih besar.

[HNS/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar