Sukses

Ini Akibatnya Bila Anak Tak Mendapat Imunisasi Sesuai Jadwal

Sering kali imunisasi tidak dilakukan sesuai jadwal. Kira-kira ada tidak ya akibatnya untuk anak?

Klikdokter.com, Jakarta Bak sedia payung sebelum hujan, imunisasi adalah langkah persiapan dan perlindungan seseorang dari kemungkinan tertular suatu penyakit. Tak hanya gencar di Indonesia, imunisasi rutin juga dilakukan terhadap bayi dan anak di seluruh dunia.

Bulan Agustus ini merupakan Bulan Imunisasi Anak Sekolah. Begitu pentingnya imunisasi bagi anak, momen ini seharusnya bisa membangun kesadaran semua pihak untuk bisa memberikan imunisasi untuk buah hati mereka.

Dengan imunisasi, tubuh seorang anak dapat melindungi dirinya sendiri. Karena itu, penting untuk memenuhi jadwal imunisasi agar terhindar dari penyakit berbahaya.

Keampuhan imunisasi sendiri dalam menangkal penyakit sudah dibuktikan melalui kajian ilmiah selama puluhan tahun. Bahkan, imunisasi dianggap sebagai salah satu intervensi kesehatan yang paling efektif dan efisien (hemat biaya).

Imunisasi pada anak

Imunisasi adalah proses pembentukan imun atau daya tahan tubuh terhadap suatu penyakit. Istilah imunisasi sering kali dibingungkan dengan vaksinasi, yaitu tindakan pemberian vaksin melalui suntikan atau ke dalam mulut dengan tujuan membuat zat kekebalan tubuh (antibodi) terhadap penyakit tertentu.

Saat baru lahir, bayi mempunyai sistem imun yang masih berkembang dan belum bekerja dengan baik sehingga akan mudah terserang penyakit. Vaksin yang disuntikkan ke dalam tubuh biasanya berisi mikroorganisme (bakteri atau virus) hidup yang dilemahkan atau bagian tubuhnya saja, atau bisa juga mikroorganisme yang sudah dimatikan. 

Dengan cara ini, sistem imun dalam tubuh akan bekerja dengan mengenali mikroorganisme tersebut dan membuat antibodi terhadapnya tanpa menimbulkan penyakit. 

Meskipun selamanya mikroorganisme tersebut akan “diingat” oleh antibodi yang terbentuk, seiring dengan perkembangan seluruh sistem tubuh, imunisasi perlu dilakukan kembali. Tujuannya, agar dicapai kadar protektif, yaitu kadar antibodi, yang dapat melindungi tubuh dalam waktu yang lama. 

Nah, untuk mencapai kadar protektif, imunisasi perlu diberikan sesuai jadwal yang telah ditentukan, baik imunisasi dasar maupun imunisasi ulang.

Bagaimana jika imunisasi tidak sesuai jadwal?

Meskipun sudah dijadwalkan secara nasional dan juga bebas biaya, masalah yang selalu terjadi pada pelakasanaannya adalah pemberian imunisasi yang tidak sesuai jadwal, termasuk terlambat atau belum sama sekali.

Alasan yang sering terjadi adalah lupa, sang anak demam, sakit, dan juga mengalami trauma. Selain itu, dalam beberapa kejadian, ada pula orang tua yang tidak menyetujui imunisasi akibat isu yang beredar bahwa imunisasi haram atau berbahaya.

Akibat yang ditimbulkan bila imunisasi tidak sesuai jadwal tentunya akan menyebabkan penyakit-penyakit yang sebenarnya dapat dicegah dengan imunisasi. Misalnya saja hepatitis B, Polio, Tuberkulosis (BCG), Difteri, Pertusis, Tetanus (DPT), Campak, Hemofilus Influenza B, rotavirus (penyebab utama diare pada anak di bawah 5 tahun), dll.

Akan tetapi, Anda tidak perlu khawatir. Meskipun tidak sesuai jadwal, Anda tetap bisa melanjutkan imunisasi. Jika anak sama sekali belum pernah melakukan imunisasi, Anda disarankan untuk segera konsultasi dengan dokter. Dokter akan menyarankan imunisasi yang tepat, disesuaikan dengan usia anak.

Di sisi lain, anak yang sudah imunisasi tapi belum lengkap, memang sudah menghasilkan respons imun terhadap penyakit. Namun, imunitasnya masih dalam jumlah sedikit dan di bawah kadar protektif sehingga tidak bisa melindungi dalam waktu yang panjang. Untuk melengkapi imunisasinya, segeralah berkonsultasi dengan dokter. 

Imunisasi adalah salah satu tindakan yang dapat Anda lakukan untuk melindungi anak dari beragam penyakit berat, yang menyebabkan kecacatan bahkan kematian. Karena itu, lakukan imunisasi pada anak dan bayi sesuai jadwal. Bila Anda terlambat membawa si Kecil imunisasi, jangan khawatir. Segeralah bawa anak ke dokter untuk mendapatkan imunisasi sesuai usianya.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar