Sukses

9 Fakta tentang Ovarium yang Perlu Diketahui Wanita

Ovarium adalah organ reproduksi utama wanita. Inilah fakta menarik yang perlu Anda ketahui seputar ovarium.

Klikdokter.com, Jakarta Ovarium atau indung telur adalah organ reproduksi utama pada wanita yang kerap terabaikan. Ada beberapa fakta menarik seputar ovarium yang perlu diketahui, khususnya oleh pada wanita. Meski ukurannya mungil, tetapi perannya sangat penting dalam fungsi reproduksi dan kesehatan kewanitaan.

Untuk para wanita, kenali lebih jauh tubuh Anda. Berikut ini adalah beberapa fakta seputar ovarium.

  1. Tempat penyimpanan sel telur

Setiap wanita memiliki dua ovarium, yang berada di sisi kiri dan kanan rahim. Di dalam organ inilah sel-sel telur wanita disimpan. Setiap bulannya, sejumlah sel telur akan berkembang. Namun, hanya satu atau dua yang matang dan kemudian dilepaskan dari ovarium (ovulasi).

  1. Ovulasi, haid, dan kehamilan

Selama hidup, kurang lebih 400-450 telur mengalami ovulasi. Karena ovulasi normalnya terjadi setiap bulan, maka angka ini pun menggambarkan jumlah siklus haid rata-rata wanita yang normal sepanjang hidupnya.

Sel telur yang mengalami ovulasi akan bergerak ke tuba falopii (saluran telur), tempat pertemuannya dengan sel sperma. Bila terjadi pembuahan, penyatuan keduanya akan membentuk sebuah embrio, yang kemudian berkembang menjadi janin. Bila tidak, maka seorang wanita akan mengalami haid.

  1. Jumlah sel telur wanita sepanjang hidup

Wanita terlahir dengan 1-2 juta sel telur. Namun seiring bertambahnya usia, jumlah sel telur akan berangsur-angsur menyusut akibat proses alami kematian sel yang disebut apoptosis. Saat pubertas, jumlah sel telur tinggal 300.000, dan saat menopause sudah tidak ada yang tersisa. Kualitas sel telur pun menurun seiring dengan waktu, dan karena itulah wanita berusia 30 tahun ke atas cenderung lebih sulit hamil.

  1. Memproduksi hormon

Selain menjadi tempat berkembangnya sel telur, ovarium juga memproduksi hormon. Utamanya adalah hormon estrogen dan progesteron, yang bertanggung jawab terhadap perkembangan seks sekunder wanita. Misalnya pertumbuhan payudara, bulu ketiak dan kemaluan, serta dimulainya haid. Kedua hormon tersebut juga berperan dalam menyiapkan tubuh wanita untuk kehamilan. Oleh sebab itu, bila kadarnya tak cukup atau tak seimbang, wanita bisa sulit hamil.

Ovarium juga memproduksi sejumlah hormon testosteron atau hormon pria, dalam jumlah yang lebih kecil. Hormon inilah yang memberikan dorongan atau gairah seksual pada wanita.

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

 

  1. Ukurannya dapat berubah-ubah

Tak seperti organ-organ lainnya, ukuran ovarium tidak tetap, bisa berubah-ubah sesuai dengan perjalanan siklus haid dan bertambahnya usia. Saat ovulasi, ukuran ovarium yang normalnya berdiameter 3-5 cm ini akan sedikit lebih besar dari biasanya. Namun, perubahan ini akan berhenti saat wanita mengalami menopause, yang mana ovulasi tak lagi terjadi.

  1. Bisa mengalami stres

Stres psikologis maupun fisik dapat memengaruhi fungsi ovarium dalam hal terjadinya ovulasi. Sel telur dapat berhenti dilepaskan untuk sementara waktu setelah seorang wanita mengalami peristiwa yang traumatis atau mengalami perubahan fisik yang drastis, misalnya penurunan berat badan yang tidak wajar. Menariknya, ini merupakan cara alami tubuh dalam mencegah kehamilan saat seorang wanita sedang stres.

  1. Bisa menjadi penyebab jerawat

Saat ovarium memproduksi lebih banyak hormon testosteron dari biasanya, maka dapat muncul gejala seperti jerawat, pertumbuhan rambut di tempat-tempat yang umumnya ditemukan pada pria, serta peningkatan berat badan.

  1. Kondisi ovarium saat menopause

Menopause adalah waktu ketika ovarium benar-benar berhenti bekerja. Beberapa tahun sebelum menopause terjadi—disebut dengan masa perimenopause—bisa muncul keluhan-keluhan seperti haid yang tidak teratur atau mulai jarang, perubahan suasana hati, gangguan tidur, dan hot flushes (rasa panas yang tidak wajar). Kondisi tersebut terjadi sebagai konsekuensi dari menurunnya fungsi ovarium akibat proses penuaan.

  1. Kelainan tersering pada ovarium

Di antara berbagai penyakit yang menyerang ovarium, yang paling sering yakni kista ovarium, sindrom ovarium polikistik (polycystic ovary syndrome), dan kanker ovarium.

Bagaimana, menarik, ya, fakta-fakta seputar ovarium? Meski berukuran kecil, tetapi perannya begitu penting sebagai alat reproduksi wanita. Karenanya, jagalah kesehatan organ ini dengan rutin menjalani pemeriksaan kesehatan reproduksi 2-3 tahun sekali sejak mulai aktif secara seksual. Selain itu, hindari merokok, dan jagalah berat badan Anda di rentang normal. Begitu pun ketika Anda kerap mengalami gangguan haid, sebaiknya periksa ke dokter spesialis kandungan jika haid cenderung tidak teratur.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar