Sukses

Jamu Temulawak Kunyit, Rahasia Bugar Presiden Jokowi

Mau selalu sehat? Tiru rahasia bugar Presiden Jokowi dengan minum jamu temulawak, kunyit dan jahe. Apa sebenarnya manfaat herbal tersebut?

Klikdokter.com, Jakarta Masyarakat tentu ingin tahu apa rahasia bugar Presiden Jokowi dalam menjalankan tugas-tugas kenegaraan. Lewat video yang diunggah pagi ini di akun Instagram resminya, ia membagikan rese bugarnya: jamu temulawak, kunyit dan jahe.

Ya, Presiden Joko Widodo mengaku bahwa ramuan jamu rumahan yang telah dikonsumsinya rutin setiap pagi selama 18 tahun terakhir itu membuatnya selalu bugar.

Dalam video tersebut, Presiden Jokowi juga berbagi cara tentang pengolahannya yang cukup mudah. "Jadi, jahe ditumbuk atau dirajang-rajang, temulawak ditumbuk, dirajang-rajang. Kunyit juga, kemudian diseduh air panas, disaring kemudian diminum," jelasnya.

Sejarah tradisi minum jamu di Indonesia

Menurut dr. Alvin Nursalim, SpPD, dari KlikDokter, jamu umumnya terbuat dari berbagai rempah tradisional yang berkhasiat untuk menjaga kesehatan tubuh Anda.

Tradisi minum jamu di kalangan masyarakat Indonesia, khususnya di pulau Jawa, sendiri telah berlangsung berabad-abad, diduga sejak tahun 1300-an. Indikasi akan hal tersebut bisa dilihat dari temuan artefak alat tumbuk pembuat jamu di situs arkeologi Liyangan, Jawa Tengah.

Selain itu, bukti akan adanya alat pembuat jamu kuno juga bisa dilihat di relief Candi Borobudur, Prambanan, Brambang, serta di beberapa lokasi lainnya di Yogyakarta dan Solo.

1 dari 2 halaman

Manfaat temulawak

Berbicara mengenai ramuan jamu temulawak yang rutin dikonsumsi Presiden Jokowi, temulawak sendiri dikenal memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan. Tanaman yang juga dikenal sebagai Curcuma zanthorriza ini banyak ditemukan di hutan Indonesia dan semenanjung Malaysia.

Berikut adalah beberapa manfaat temulawak bagi tubuh Anda:

1. Menurunkan kolesterol

Terapi statin yang umum digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol diketahui memiliki efek samping berupa gangguan pada hati. Sementara temulawak, menurut dr. Alvin, bisa menjadi alternatif yang baik untuk menurunkan kolesterol dalam tubuh dan dengan efek samping yang relatif lebih sedikit.

Namun, dr. Alvin juga mengingatkan jika penggunaan temulawak dalam menurunkan kolesterol masih memerlukan beberapa penelitian lebih lanjut.

2. Mengatasi gangguan pencernaan

Temulawak telah dipercaya sejak lama dapat mengatasi gangguan pencernaan, mulai dari perut kembung, pencernaan tidak lancar, hingga menambah nafsu makan.

Menurut sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Clinical Gastroenterology and Hepatology, pasien penderita radang usus yang mengonsumsi temulawak setiap hari akan mengalami proses penyembuhan yang lebih cepat dibandingkan dengan kelompok pasien yang tidak mengonsumsinya.

3. Mengatasi radang sendi

Menurut Journal of Alternative and Complementary Medicine, temulawak disebut memiliki efek seperti ibuprofen, sehingga baik untuk mengatasi radang sendi atau osteoartritis.

4. Melindungi hati

Menurut dr. Muhammad Iqbal Ramadhan dari KlikDokter, di dalam temulawak terdapat beberapa zat yang dapat bertindak sebagai hepatoprotektor atau bersifat melindungi organ hati. Dilansir dari Scientific Research Journal, ekstrak temulawak yang dapat melindungi hati adalah karbon tetraklorida dan asetaminofen.

5. Mengobati kram perut saat haid

Temulawak sangat baik dikonsumsi perempuan yang sedang dalam masa haid karena memiliki kandungan antispasmodik (untuk relaksasi otot polos), sehingga dapat mengurangi kontraksi otot di sekitar perut saat haid.

Tidak hanya itu, antispasmodik juga disebut dapat membantu beberapa kondisi lainnya, seperti sindrom iritasi usus besar, meredakan sakit perut, kembung, diare, dan sembelit.

6. Membantu metabolisme lemak

Menurut dr. Iqbal, terdapat penelitian yang mengungkap bahwa kandungan bahan aktif dalam temulawak ternyata dapat memengaruhi sistem metabolisme lemak, yaitu proses penguraian asam lemak agar bisa menjadi energi bagi tubuh.

7. Melawan infeksi dan virus

Berkat kandungan kurkumanya, temulawak baik untuk dikonsumsi si Kecil. Sebab, infeksi bakteri dan virus berpotensi untuk mengganggu kelancaran dan optimalisasi pertumbuhannya, sementara kurkuma mampu membantu menekan angka risiko infeksi.

Anda tetap harus berhati-hati saat mengonsumsi jamu

Namun menurut dr. Alvin, Anda juga harus sangat berhati-hati dalam mengonsumsi jamu. Sebab, kini banyak oknum yang membuat minuman berkedok jamu, padahal menggunakan bahan-bahan yang berbahaya bagi tubuh.

Salah satu bahan berbahaya yang paling sering digunakan adalah steroid yang merupakan obat poten anti radang. Hal tersebut akan membuat konsumsi jamu tersebut memberikan sensasi bebas nyeri dan mengurangi peradangan.

Masalahnya, penggunaan steroid dalam jangka panjang memiliki dampak kesehatan yang buruk, seperti perdarahan saluran cerna. Jika tidak segera ditangani dengan baik, perdarahan ini dapat berakibat fatal dan mengancam nyawa.

Rahasia bugar Presiden Jokowi berupa jamu temulawak memang layak Anda coba. Selain karena pengolahannya yang cukup mudah, bahan-bahan alami yang digunakan, seperti temulawak, kunyit, dan jahe, pun telah terbukti khasiatnya bagi tubuh. Namun, Anda harus lebih hati-hati saat mengonsumsi jamu dalam kemasan, selalu perhatikan baik-baik kandungan yang ada di dalamnya.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar