Sukses

Perhatikan Ini sebelum Menghilangkan Lemak Perut dengan Tummy Tuck

Ingin menghilangkan lemak perut agar tampak langsing? Cobalah tummy tuck! Tapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum itu.

Klikdokter.com, Jakarta Sebagian orang mungkin masih asing dengan istilah tummy tuck. Namun sebenarnya, tindakan pembedahan yang satu ini bukanlah hal baru. Faktanya, tummy tuck sudah sejak dahulu dikenal sebagai metode menghilangkan lemak perut yang paling instan.

Menurut dr. Karin Wiradarma dari KlikDokter, dunia medis menyebut tummy tuck sebagai abdominoplasty. Tindakan bedah ini bertujuan untuk meratakan dan menghilangkan lemak perut. Proses perataan perut pada tummy tuck dilakukan dengan cara mengeluarkan lemak dan kulit berlebih, sekaligus mengencangkan otot-otot perut. 

Ada kondisi yang tidak cocok untuk tummy tuck

Baik wanita dan pria boleh menjalani operasi tummy tuck asalkan sedang dalam kondisi yang prima. Tummy tuck itu sendiri biasanya ditujukan untuk orang-orang yang sebelumnya sudah berhasil diet dan menurunkan berat badan, tetapi kulit perut masih dalam keadaan menggelambir sehingga tidak enak dipandang atau mengganggu aktivitas. 

Wanita yang sudah sering melahirkan juga boleh melakukan tummy tuck agar otot-otot perut tetap kencang. Kendati demikian, dr. Nadia Octavia dari KlikDokter berpendapat bahwa wanita yang berencana hamil sebaiknya tidak menjalani prosedur yang satu ini.

“Sebab, setelah dioperasi, otot-otot vertikal perut akan terasa lebih kencang. Jika kondisi tersebut dialami wanita hamil yang perutnya akan membesar, maka otot-otot bisa terpisah dan menyebabkan gangguan,” jelasnya. 

Tak hanya itu, perokok aktif juga tidak disarankan untuk melakukan tindakan tummy tuck. Ini karena zat-zat beracun dalam rokok dapat mengganggu kelancaran aliran darah, sehingga bisa berdampak buruk terhadap prosedur ini.

Bukan pilihan utama menurunkan berat badan

Ketika mendengar operasi pengeluaran lemak perut secara instan, Anda yang ingin menurunkan berat badan tanpa perlu melakukan diet seimbang mungkin akan langsung tertarik untuk melakukannya. Namun, jangan kelewat senang dulu. Jika berencana menurunkan berat badan dalam porsi banyak, dr. Nadia menegaskan bahwa tummy tuck sebaiknya menjadi pilihan terakhir setelah Anda mencoba semua cara.

Lagi pula, tummy tuck juga memiliki berbagai risiko jika dilakukan tanpa memperhatikan banyak faktor. Komplikasi dan risiko prosedur ini sebenarnya mirip dengan operasi pada umumnya, yaitu rasa nyeri dan bengkak pada area operasi, memar dan baal, infeksi, perdarahan, penggumpalan darah, serta timbulnya jaringan parut. 

Jika dilakukan oleh perokok aktif, tummy tuck bisa menimbulkan nekrosis atau kematian jaringan dan munculnya perasaan baal maupun nyeri akibat terganggunya saraf-saraf yang berada di dinding perut. Kondisi ini dapat berlangsung selama beberapa bulan hingga tahun.

Tidak berhenti di situ, prosedur tummy tuck juga bisa menimbulkan efek samping berupa penimbunan cairan atau darah di rongga perut. Karenanya, saat prosedur dilakukan, dokter akan memasang selang kecil di perut dan membiarkannya hingga beberapa hari setelah operasi. Jika hasilnya kurang memuaskan atau bentuk perut kembali mengendur (asimetris), Anda harus melakukan operasi ulang agar hasilnya benar-benar sesuai.

Mengingat adanya kemungkinan-kemungkinan tersebut, Anda yang ingin melakukan prosedur tummy tuck wajib berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter. Wawancara dan pemeriksaan secara mendalam mungkin diperlukan untuk memastikan bahwa kondisi Anda benar-benar sesuai untuk melakukan prosedur tersebut.

Jadi, jangan langsung melakukan prosedur tummy tuck tanpa pikir panjang atau terlebih dahulu menerapkan metode diet seimbang. Ingat, prosedur menghilangkan lemak perut tersebut adalah tindakan yang baru bisa Anda pilih setelah semua cara untuk menurunkan berat badan tak memberikan hasil yang diinginkan.

(NB/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar