Sukses

5 Penyebab Ruam dan Gatal Saat Hamil

Ini dia beberapa penyebab ruam dan gatal saat hamil. Kenali gejalanya dan atasi sekarang juga!

Klikdokter.com, Jakarta Ruam dan gatal saat hamil tentu saja sangat mengganggu. Kondisi kulit gatal semacam ini sebenarnya adalah keluhan umum dan bisa dialami oleh siapa saja, apalagi jika terjadi pada ibu hamil.

Kondisi gangguan kulit ini dapat menjadi tanda atau gejala dari adanya reaksi alergi, infeksi, ataupun penyakit tertentu.

Dalam kasus ruam dan gatal saat hamil, inilah beberapa kondisi yang bisa menjadi biang keladinya:

  1. Pruritic Urticarial Papules and Plaques of Pregnancy (PUPPP)

PUPPP adalah penyebab tersering ruam dan gatal pada ibu hamil. Fakta menyebut bahwa 1 dari 160 wanita hamil mengalaminya.

PUPPP biasanya terjadi pada wanita yang pertama kali hamil dan mencapai usia kehamilan trimester tiga. Gejalanya berupa ruam menyerupai urtikaria atau biduran yang sangat gatal dan paling sering timbul di area perut.

PUPPP sebetulnya tidak berbahaya bagi janin dan dapat hilang dengan sendirinya beberapa minggu usai persalinan. Cara mengatasinya adalah dengan pemberian antihistamin minum dan krim steroid sesuai dengan resep dokter.

  1. Prurigo

Prurigo menyerang 1 dari 300 ibu hamil. Mereka yang mengalami kondisi ini biasanya akan mengalami benjolan kecil di lengan, kaki atau perut yang sangat gatal.

Prurigo bisa timbul kapan saja selama masa kehamilan. Masalah kulit yang satu ini bisa hilang sendirinya usai melahirkan, namun bisa berulang di kehamilan berikutnya. Jika merasa sangat terganggu dan ingin mengatasinya, pemberian krim steroid ataupun obat minum antihistamin sesuai dengan resep dokter adalah cara yang dapat dicoba.

  1. Kolestasis

Kolestasis adalah penumpukkan asam empedu di aliran darah. Meski umumnya tidak disertai ruam, kolestasis pada ibu hamil biasanya disertai rasa gatal yang hebat dan kulit menguning (jaundice).

Gatal dari kolestasis biasanya terjadi pada trimester ketiga kehamilan. Meski akan hilang dengan sendirinya, kondisi ini dapat berulang di kehamilan berikutnya.

Kolestasis yang terjadi pada ibu hamil dapat berpengaruh pada bayi, karena berpotensi menyebabkan menyebabkan gawat janin dan kelahiran prematur. Jika kondisi ini terjadi, penanganan oleh pihak medis sangat dibutuhkan.

  1. Stretch marks

Stretch marks terjadi karena peregangan kulit yang berlebihan dalam waktu singkat, seperti pada kehamilan, peningkatan atau penurunan berat badan yang terlalu cepat, atau akibat pemakainan obat steroid dalam jangka waktu tertentu.

Stretch mark dapat timbul di area tubuh mana saja, dan berupa garis berwarna merah jambu, kemerahan atau keunguan. Stretch mark yang baru timbul sering kali menyebabkan rasa gatal yang hebat dan mengganggu ibu hamil. Ketika stretch mark mulai sembuh, garis-garis yang terbentuk akan berubah menjadi warna putih.

  1. Pruritic Folliculitis of Pregnancy

Pruritic folliculitis of pregnancy sering terjadi pada ibu hamil di trimester kedua atau ketiga. Data yang ada menyebutkan bahwa 1 dari 3000 ibu hamil mengalami kondisi tersebut.

Pada kondisi ini, ibu hamil akan mengalami ruam yang gatal dan menyerupai jerawat di dada, lengan, bahu atau punggung. Penanganannya adalah berupa pemberian obat jerawat seperti benzoyl peroxide dan obat minum antihistamin yang diresepkan oleh dokter. Ruam biasanya akan menghilang dalam waktu 1–2 bulan usai melahirkan, dan kondisi ini tidak berbahaya bagi janin dalam kandungan.

Jangan menyepelekan ruam dan gatal saat hamil. Beberapa di antaranya bahkan bisa menyebabkan gangguan pada janin maupun kelahiran prematur. Oleh karena itu, ibu hamil yang mengalami kondisi tersebut sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter agar bisa mendapatkan penanganan yang tepat.

(NB/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar