Sukses

Manfaat Obat Kumur untuk Kesehatan Gigi dan Mulut

Dengan instensitas penggunaan yang tepat, manfaat obat kumur bisa Anda dapatkan secara optimal untuk kesehatan gigi dan mulut.

Klikdokter.com, Jakarta Manfaat obat kumur untuk kesehatan gigi dan mulut tidak perlu diragukan lagi. Saat ini cairan ini menjadi salah satu alternatif perawatan gigi, yang banyak dipilih untuk mendapatkan napas yang segar. Tak heran, penggunaan obat kumur menjadi semakin menjamur di tengah masyarakat.

Obat kumur yang beredar di pasaran memiliki kandungan bahan aktif yang sangat beragam. Ada yang mengandung alkohol, ada juga yang tanpa alkohol. Tapi, sebagian besar obat kumur yang beredar di pasaran mengandung minyak esensial, fluoride, povidone iodine dan lainnya.

Berkat adanya sederet kandungan tersebut, obat kumur dapat membantu mengatasi masalah gigi dan mulut seperti:

1. Bau mulut atau halitosis

Sekitar 85% penyebab bau mulut berasal dari adanya masalah pada rongga mulut, seperti kelainan pada lidah, penumpukan sisa makanan pada lidah, penyakit gusi, gigi berlubang dan mulut kering.

Penggunaan obat kumur yang mengandung bahan aktif seperti chlorhexidine, cetylpyridium chloride, chlorine dioxide, hydrogen peroxide, triclosan dan minyak esensial dapat membantu mengatasi bau mulut akibat masalah-masalah tersebut,

2. Mulut kering atau xerostomia

Mulut kering bukanlah suatu penyakit, melainkan sebuah gejala atau efek samping dari suatu pengobatan. Contohnya, dampak radioterapi untuk pengobatan kanker kepala dan leher. Di mana, kondisi tersebut menyebabkan penurunan produksi air liur, juga kadar keasaman (pH) yang lebih tinggi dan bentuk yang lebih kental.

Untuk mengatasi mulut kering akibat kondisi tersebut, pasien biasanya dianjurkan untuk menghindari makanan kering yang lengket atau melakukan terapi penggantian air ludah. Selain itu, diperlukan juga perawatan penunjang untuk menjaga kebersihan rongga mulut menggunakan obat kumur tanpa alkohol yang mengandung chlorhexidine, cetylpiridium chloride, triclosan, dan fluoride.

3. Penyakit gusi

Penyakit gusi termasuk keluhan yang paling umum terjadi di dunia. Kendati begitu, penyakit tersebut sebenarnya sangat mudah dicegah, yaitu dengan menyikat gigi secara teratur dan melakukan flossing dengan cara yang benar.

Adapun cara lain untuk mencegah penyakit gusi, yaitu dengan berkumur menggunakan obat kumur yang mengandung 0,12% atau 0,2% chlorhexidine, benzydamine chloride.

4. Iritasi atau luka pada mulut

Luka di daerah mulut sering muncul sebagai akibat kebiasaan buruk, juga sebagai akibat dari tindakan radioterapi kepala dan leher, kemoterapi atau operasi transplantasi tulang sumsum.

Untuk mengatasi kondisi tersebut diperlukan perawatan kontrol rutin yang dilakukan di dokter gigi. Selain itu, penggunaan obat kumur yang mengandung 0,12% atau 0,2% chlorhexidine juga diperlukan untuk membantu mengatasi keluhan ini.

Petunjuk penggunaan obat kumur

Secara garis besar, obat kumur tidak boleh digunakan sebagai perawatan tunggal. Ini artinya, penggunaan obat kumur tidak bisa menggantikan tindakan menyikat gigi dengan benar dan pembersihan karang gigi rutin di dokter gigi. Karena pada dasarnya, obat kumur hanya bersifat sebagai terapi pendukung dari tindakan tersebut.

Penggunaan obat kumur yang mengandung alkohol harus dibatasi untuk jangka pendek saja. Obat kumur mengandung alkohol tidak boleh digunakan dalam jangka panjang, karena dapat mengganggu kesehatan mulut dan mengurangi kekuatan dari tambalan gigi (jika ada).

Dan, obat kumur sebaiknya digunakan setidaknya 30 menit setelah menyikat gigi. Ini agar lapisan fluoride yang menyelimuti gigi – setelah menyikat gigi – tidak larut bersama bahan aktif yang ada pada obat kumur tersebut.

Manfaat obat kumur bisa Anda dapatkan secara optimal jika penggunaannya dilakukan secara tepat. Dengan demikian, manfaatnya bagi kesehatan gigi dan mulut pun jadi lebih efektif. Namun untuk mengetahui jenis obat kumur yang paling sesuai dengan kondisi Anda, konsultasikanlah lebih lanjut dengan dokter gigi.

(NB/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar