Sukses

Mana Paling Ampuh Atasi Masalah Kulit: Krim, Losion, atau Salep?

Ada berbagai bentuk obat untuk masalah kulit yang Anda alami. Kenali perbedaan dan manfaatnya agar pengobatan bisa maksimal.

Klikdokter.com, Jakarta Gangguan kesehatan yang berhubungan dengan kulit memang bukan kondisi yang bisa disepelekan. Kulit adalah lapisan terluar yang berfungsi sebagai pelindung utama tubuh dari ancaman lingkungan. Karena posisinya itu, masalah kulit kerap menyebabkan kelainan yang langsung terlihat dari luar.

Selain perubahan warna, gejala seperti gatal, perih, dan nyeri juga mudah dirasakan karena kulit dipenuhi ujung-ujung saraf. Ketika Anda mengalami masalah kulit Anda sering kali sulit memutuskan untuk mengatasinya dengan obat jenis apa.

Obat topikal, apa itu?

Saat masalah kulit menyerang, Anda akan cenderung langsung berobat ke dokter. Jenis pengobatan yang dipilih pun kebanyakan berupa obat luar, seperti krim, losion, dan salep. Obat yang langsung dioleskan pada kulit yang bermasalah itu disebut sebagai obat topikal (obat luar).

Obat jenis ini memang sudah dikenal sejak dulu sebagai pengobatan yang mudah, nyaman, dan jarang berdampak sistemik ke seluruh tubuh. Kandungan pada obat topikal terdiri dari zat aktif (obat) dan zat inaktif atau disebut vehikulum.

Vehikulum adalah zat inaktif dalam sediaan topikal sebagai pembawa obat/zat aktif agar dapat berkontak dengan kulit. Meskipun inaktif, vehikulum dapat memberi beberapa efek yang menguntungkan, yaitu efek fisik serta efek kimiawi dan farmakologis.

Efek fisik misalnya efek proteksi, mendinginkan, membasahi, mengeringkan, dan lubrikasi. Adapun efek kimiawi dan farmakologis meliputi efek antinyeri, antigatal, mengecilkan pori-pori, dan membunuh bakteri.

Berbagai jenis vehikulum ini nantinya akan membantu obat masuk ke dalam kulit. Lantas, di antara krim, losion, dan salep, formulasi apa yang paling ampuh untuk masalah kulit?

  • Krim

Obat topikal dengan jenis krim merupakan perpaduan antara bahan dasar air dan lemak (minyak). Karena air dan minyak tidak bisa tercampur, krim juga terdiri dari zat emulsi agar kedua zat tadi dapat bercampur.

Zat emulsi ini terbagi dua berdasarkan bahan utama penyusunnya, yaitu emulsi minyak dalam air (oil-in-water emulsions) dan emulsi air dalam minyak (water-in-oil emulsions). Oil-in-water emulsions mengandung lebih banyak air sehingga mudah diserap, dingin, dan melembapkan kulit.

Adapun, jenis water-in-oil emulsions mengandung lebih banyak minyak sehingga membentuk lapisan pelindung  yang melembapkan kulit dan tahan lebih lama. Obat jenis ini baik digunakan pada kulit kering karena tahan lama dan mudah diserap.

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

  • Losion

Losion disebut juga suspensi karena zat aktifnya tidak terlarut dalam bahan pelarutnya. Karena itu, sebelum pemakaian, losion perlu dikocok terlebih dahulu. Salah satu obat topikal ini mirip dengan krim, hanya saja lebih banyak mengandung air.

Obat jenis ini biasanya digunakan pada anak-anak karena mudah diaplikasikan merata ke seluruh tubuh. Selain itu, efek penguapan dari losion menimbulkan efek dingin pada kulit. Namun, losion dapat menyebabkan efek kulit kering dan abrasi.

  • Salep

Salep berbahan dasar hidrokarbon yang memiliki efek emolien (pelarut) dan mampu bertahan pada permukaan kulit dalam waktu lama tanpa mengering. Kelebihan yang dimiliki salep adalah bisa diaplikasikan pada kulit normal atau mukosa (mulut, mata, bibir, vagina, dll). Salep juga mempunyai tingkat konsentrasi yang tinggi sehingga baik digunakan untuk kulit yang tebal atau basah.

Jadi, mana yang paling ampuh?

Pada dasarnya, pemilihan krim, losion, atau salep tergantung pada tipe penyakit kulit, tipe kulit, lokasi penyakit, dan pertimbangan kosmetik. Prinsip pengobatan basah-dengan-basah serta kering-dengan-kering juga perlu diterapkan.

Selain itu, losion dan krim lebih cocok untuk tipe kulit normal dan berminyak, sedangkan salep untuk kulit kering. Adapun untuk lokasi kulit yang lebih tebal lebih baik gunakan salep karena punya daya penetrasi yang lebih baik. Selanjutnya, aspek penampilan fisik, bau, dan tidak meninggalkan residu juga penting untuk dipikirkan sebelum pemilihan jenis obat topikal tersebut.

Pemilihan jenis obat topikal, seperti krim, losion, dan salep, disesuaikan pada masalah kulit yang Anda alami. Untuk itu, jangan ragu untuk menemui dokter untuk menentukan obat yang sesuai dengan masalah kulit Anda. Pengaplikasian obat luar yang kurang tepat bisa jadi akan membuat pengobatan tidak maksimal atau bahkan tak kunjung sembuh.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar