Sukses

Terlalu Banyak Zat Besi Sebabkan Infeksi pada Kulit?

Segala sesuatu yang berlebihan tidaklah baik, termasuk zat besi. Benarkah kelebihan zat besi sebabkan infeksi pada kulit?

Klikdokter.com, Jakarta Infeksi pada kulit bisa terjadi akibat beragam faktor. Salah satunya diduga karena kelebihan zat besi. Pada dasaranya zat ini merupakan salah satu jenis mineral yang sangat dibutuhkan tubuh.

Namun Anda perlu berhati-hati terkait asupan zat besi. Bila tubuh mengalami kelebihan zat besi, organ penting seperti hati, jantung, serta pankreas akan dijadikan tempat untuk menyimpan kelebihan zat besi tersebut. Dalam kondisi itu, organ-organ lainnya dapat mengalami masalah serius.

Penyebab kelebihan zat besi

Seperti dijelaskan dr. Dina Kusumawardhini dari KlikDokter, kelebihan zat besi biasanya disebabkan oleh dua faktor, yakni dari dalam dan luar.

"Kelebihan zat besi yang disebabkan oleh faktor dari dalam adalah karena perihal genetik. Contohnya hemokromatosis herediter, talasemia, penyakit sickle cell, dan defisiensi enzim (pyruvate kinase, glucose-6-phosphate dehydrogenase)," ujar dr. Dina.

Adapun, kelebihan zat besi akibat faktor dari luar sering disebabkan oleh transfusi darah berulang, seperti pada penderita talasemia dan penyakit sickle cell. “Konsumsi suplemen zat besi secara berlebihan, atau pemberian zat besi melalui suntikan juga bisa sebabkan Anda mengalami kelebihan zat besi.”

Bahaya kelebihan zat besi yang paling umum

Seperti dijelaskan di awal, kelebihan zat besi dapat menyebabkan masalah kesehatan akibat deposit atau penumpukan di organ tubuh, yang berakibat pada kerusakan organ. 

Seseorang yang mengalami kelebihan zat besi, kata dr. Dina, umumnya tidak memiliki gejala apa pun, sampai terjadi kerusakan yang telah disebutkan. Jika hal ini terjadi, penderita biasanya akan merasakan:

  • Lemas
  • Nyeri sendi
  • Perubahan warna kulit, biasanya menjadi lebih gelap
  • Menurunnya libido
  • Pembesaran organ hati dan limpa.

Selain itu, kelebihan zat besi bisa menimbulkan beberapa komplikasi berupa:

  • Penyakit hati, seperti sirosis atau kanker hati
  • Kelainan jantung, seperti gagal jantung
  • Diabetes mellitus
  • Osteoartritis (radang sendi)
  • Osteoporosis
  • Hipotiroid (hormon tiroid rendah)
  • Infeksi
  • Penyakit degeneratif, seperti Parkinson dan Alzheimer
  • Kematian

"Terkait kematian, kelebihan zat besi akan membuat zat tersebut menumpuk pada organ hati. Setelah terjadi secara berlebihan, zat besi akan terakumulasi di organ jantung. Hal inilah yang dapat menyebabkan gagal jantung dan kematian. Karena itu, diperlukan pemantauan kadar zat besi secara berkala," ujar dr. Dina.

Sebabkan infeksi kulit?

Dalam sebuah studi global yang dimuat dalam jurnal PLOS Medicine, peneliti menyelidiki efek buruk kelebihan zat besi terkait infeksi kulit. Studi ini melibatkan data dari sekitar 500 ribu orang yang terdapat di UK Biobank.

Kesimpulan awalnya, kadar zat besi yang berlebih dapat menyebabkan risiko infeksi kulit bakteri yang lebih tinggi, seperti selulitis dan abses. Selulitis adalah infeksi bakteri yang memengaruhi lapisan dalam kulit. Penelitian sebelumnya mengungkapkan zat besi merupakan nutrisi penting bagi bakteri penyebab selulitis untuk bisa bertahan dan bertumbuh.

Studi global ini adalah yang pertama menggunakan data populasi skala besar untuk menyelidiki lebih lanjut hubungan antara tingkat zat besi yang tinggi dan infeksi kulit bakteri. Sebelumnya, belum ada ada penelitian yang benar-benar fokus soal kelebihan zat besi infeksi kulit.

Meski bermanfaat untuk tubuh, zat besi yang terlalu banyak menumpuk di tubuh dapat menyebabkan infeksi kulit. Meski hal tersebut masih membutihkan penelitian lanjutan namun Anda dapat mulai mengonsumsi zat besi dalam jumlah yang tepat. Hindari mengonsumsi suplemen zat besi terlalu banyak dan sering. Lebih baik Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen apa pun.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar