Sukses

Mengenal Artritis Juvenil Lebih Dekat

Artritis juvenil adalah penyakit radang sendi pada anak-anak. Yuk, cari tahu lebih banyak tentang kondisi ini.

Klikdokter.com, Jakarta Radang sendi—atau juga dikenal dengan istilah artritis—adalah salah satu kondisi yang lebih sering ditemui pada orang dewasa dan lanjut usia.  Bila radang sendi umumnya menyerang orang dewasa, khususnya di atas 40 tahun, artritis juvenil biasanya terjadi pada anak. Secara sederhana, artritis juvenil adalah bentuk radang sendi yang terjadi pada anak-anak, yaitu di bawah usia 17 tahun.

Gejala dan penyebab artritis juvenil

Artritis juvenil adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan sekelompok kondisi autoimun dan peradangan atau penyakit reumatik pada populasi anak dan remaja. Meski ada berbagai tipe artritis juvenil, penyakit ini umumnya memiliki beberapa gejala yang serupa. Yaitu, nyeri, pembengkakan pada sendi, kemerahan, serta rasa hangat pada sendi.

Namun begitu, setiap tipe artritis juvenil tetap memiliki gejala khas yang dapat membedakannya satu sama lain. Misalnya, pada tipe artritis juvenil tertentu, radang sendi dapat memengaruhi sistem otot dan tulang, tetapi gejala pada sendi dapat ringan atau tidak ada. Selain itu, ada juga tipe artritis juvenil yang dapat melibatkan mata, kulit, otot, dan saluran cerna.

Pada sebagian besar tipe artritis juvenil, belum diketahui penyebab pasti yang mendasari terjadinya keluhan tersebut. Beberapa penelitian mengemukakan bahwa terdapat faktor genetika dapat berperan pada kemungkinan seseorang untuk mengalami artritis juvenil.

Hal ini berarti, kombinasi gen tertentu dari ayah dan ibu dapat menyebabkan timbulnya artritis juvenil pada anak atau remaja.

Tipe-tipe artritis juvenil

Seperti dikemukakan sebelumnya, ada beberapa tipe artritis juvenil, yaitu:

  1. Artritis juvenil idiopatik

Dianggap sebagai bentuk artritis yang paling umum, artritis juvenil idiopatik  dimulai sebelum usia 16. Anak yang menderita artritis tipe ini akan mengalami pembengkakan pada satu atau lebih sendi, yang bertahan setidaknya enam minggu. Gejala yang dapat terjadi antara lain pengencangan otot dan jaringan lunak, erosi tulang, dan perubahan pola pertumbuhan.

  1. Dermatomiositis juvenil

Penyakit Dermatomiositis juvenil akan menyebabkan kelemahan otot serta ruam kulit pada kelopak mata dan buku-buku jari. Penyakit ini dapat mengakibatkan kelemahan otot pada batang tubuh, bahu, dan kaki bagian atas. Akibatnya, gerak dan aktivitas anak jadi terbatas.

  1. Lupus juvenil

Lupus merupakan suatu kondisi autoimun, dengan jenis yang paling sering adalah sistemik lupus eritematosus. Orang dewasa, khususnya wanita, lebih sering didiagnosis dengan penyakit daripada anak-anak. Lupus dapat melibatkan persendian, kulit, ginjal, darah, dan bagian tubuh lainnya.

Gejala mungkin timbul termasuk ruam berbentuk kupu-kupu dari hidung ke pipi, ruam bersisik di wajah atau leher, peka terhadap sinar matahari, nyeri pada persendian, dan nyeri dada.

  1. Skleroderma juvenil

Skleroderma berarti “kulit yang keras”. Penamaan itu menjelaskan kulit yang mengalami pengerasan. Kulit dapat menjadi menebal atau menipis, lebih terang atau lebih gelap, tetapi sering terlihat halus atau berkilau. Perubahan kulit ini dapat terjadi di mana saja, dari wajah, hingga lengan dan kaki atau batang tubuh.

  1. Mixed connective tissue disease

Penyakit ini dapat memiliki tanda dan gejala dari artritis, dermatomiositis juvenil, lupus juvenil, atau skleroderma juvenil. Tipe ini dikaitkan dengan peningkatan tinggi dari salah satu antibodi antinuclear yang disebut anti-RNP.

1 dari 2 halaman

Penanganan artritis juvenil

Salah satu langkah yang paling penting dalam pengelolaan artritis juvenil adalah menentukan diagnosis yang akurat. Proses diagnostiknya sendiri dapat mendetail, dengan melibatkan wawancara medis yang lengkap serta pemeriksaan fisis yang teliti.

Selain itu, dapat pula dilakukan pemeriksaan penunjang untuk mempertajam diagnosis. Jenis pemeriksaan penunjang spesifik yang dapat dianjurkan dokter bergantung pada tipe artritis juvenil yang dicurigai.

Walau belum ada penanganan yang dapat sepenuhnya menyembuhkan, keparahan dapat dicegah dengan dilakukannya deteksi dini dan penanganan yang segera. Tujuan dari pengelolaan artritis juvenil adalah untuk mengatasi proses peradangan yang terjadi, mengendalikan rasa nyeri, serta meningkatkan kualitas hidup anak atau remaja yang mengalaminya.

Sebagian besar penanganan anak dengan juvenil artritis melibatkan kombinasi dari pengobatan aktivitas fisik, perawatan mata, dan menerapkan pola makan yang sehat.

Karena memengaruhi sendi, kondisi artritis juvenil akan sangat berdampak pada kebebasan bergerak anak. Oleh karena itu, penanganan cepat dan tepat adalah kunci untuk menolong anak dari kondisi ini. Jadi, bila Anda melihat adanya gejala-gejala di atas yang mengarah pada artritis juvenil, segera bawa anak ke dokter.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar