Sukses

Konsumsi Kacang Hijau Saat Hamil Bikin Rambut Bayi Lebat?

Kacang hijau dinilai bisa membuat rambut bayi lebat bila dikonsumsi rutin oleh ibu hamil. Apakah itu fakta, atau hanya mitos belaka?

Klikdokter.com, Jakarta Bayi dengan rambut yang lebat kerap tampak menggemaskan. Tak heran, bila banyak ibu hamil mengidamkan buah hatinya nanti memiliki rambut lebat. Segala upaya juga ikut dilakukan, termasuk mengonsumsi kacang hijau selama hamil.

Sudah menjadi kepercayaan umum di masyarakat Indonesia bahwa ibu hamil yang mengonsumsi kacang hijau ataupun air rebusannya selama mengandung dapat membuat rambut bayi lebat saat lahir. Alhasil, suka tidak suka ibu hamil harus membiasakan diri untuk mengonsumsi kacang hijau secara rutin dan teratur.

Fakta atau mitos belaka?

Pertumbuhan rambut janin memang dipengaruhi oleh faktor gizi, seperti asupan protein dan vitamin B. Nah, kedua zat tersebut terdapat dalam kacang hijau. Maka itu, kacang hijau memang dapat membantu pertumbuhan rambut bayi.

Kendati demikian, gizi hanya berperan sebagai faktor penunjang terkait kondisi rambut bayi. Pasalnya, yang paling menentukan tebal atau tidaknya rambut bayi adalah faktor genetik orang tua.

Atas dasar itu, kacang hijau bukanlah penentu bayi memiliki rambut yang lebat. Namun, ibu hamil tetap boleh, bahkan disarankan untuk mengonsumsi kacang hijau. Ini karena jenis kacang-kacangan tersebut kaya akan gizi penting untuk menunjang tumbuh kembang janin di dalam kandungan.

Tak hanya itu, kacang hijau juga memiliki komposisi gizi makro maupun mikro yang cukup lengkap untuk ibu hamil, seperti protein, serat, mangan, vitamin B, fosfor, zat besi, zink, dan selenium. Kacang hijau bahkan mengandung asam amino esensial dan antioksidan yang penting untuk menjaga daya tahan tubuh ibu hamil.

Selain beragam kandungan yang telah disebutkan, zat gizi yang sebenarnya paling penting dan ada di dalam kacang hijau adalah asam folat. United States Department of Agriculture (USDA) mengungkapkan, dalam 100 gram kacang hijau terdapat 150 mikrogram asam folat.

Asam folat adalah zat gizi yang cukup vital untuk ibu hamil, terutama trimester pertama. Ini karena asam folat memainkan peran utama untuk menunjang perkembangan sistem saraf janin di dalam kandungan. Lantas, apabila asam folat selama hamil tidak tercukupi, ibu hamil berisiko lebih tinggi untuk melahirkan bayi dengan kecacatan seperti defek tuba neuralis (neural tube defect).

Oleh karena itu, ibu hamil disarankan mengonsumsi makanan tinggi asam folat, yang salah satunya adalah kacang hijau. Namun, untuk memenuhi kebutuhan asam folat ibu hamil yang mencapai 400 mikrogram per hari, konsumsi kacang hijau saja tidaklah cukup. Asupan tersebut mesti dikombinasikan, misalnya dengan suplemen asam folat.

Perlu juga konsumsi makanan lain

Untuk mendapatkan seluruh kebaikan kacang hijau, ibu hamil harus mengolahnya dengan benar. faktanya, kacang hijau sebaiknya dikonsumsi dalam bentuk bubur atau air rebusan. Hindari mengonsumsi kacang hijau atau tauge yang belum matang, karena dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi bakteri.

Selain kacang hijau, ibu hamil juga perlu mengonsumsi variasi makanan lain untuk melengkapi kebutuhan gizi harian. Usahakan untuk mengonsumsi makanan tinggi zat besi, seperti daging merah, gandum dan serealia agar ibu hamil terhindar dari anemia (kekurangan sel darah merah).

Di samping itu, ibu hamil juga perlu mengonsumsi lemak, khususnya lemak tak jenuh, karena dibutuhkan untuk perkembangan otak dan mata janin. Lemak tak jenuh, seperti asam lemak omega-3 dan asam lemak omega-6 banyak terdapat dalam minyak zaitun, minyak jagung, dan kacang-kacangan.

Terakhir, yang tak kalah pentingnya adalah kalsium. Ibu hamil wajib mengonsumsi makanan atau minuman tinggi kalsium untuk menyokong pertumbuhan tulang dan gigi janin. Bahan makanan yang menjadi sumber kalsium adalah keju, susu, dan yoghurt.

Jadi, mengonsumsi kacang hijau tidak menjamin rambut bayi akan tumbuh lebat. Namun, tak ada salahnya jika ibu hamil ingin mengonsumsi kacang hijau mengingat manfaatnya yang sangat banyak. Jangan lupa untuk mengombinasikan konsumsi kacang hijau dengan beragam makanan sehat lain, agar kebutuhan gizi selama kehamilan bisa terus terpenuhi dan janin mampu berkembang dengan sempurna.

(NB/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar