Sukses

Pro Kontra Manfaat Ikan Asin bagi Kesehatan Tubuh

Ikan asin adalah salah satu protein murah meriah favorit orang Indonesia. Namun, manfaat ikan asin bagi kesehatan masih menjadi perdebatan.

Klikdokter.com, Jakarta Ikan asin sempat menjadi topik hangat di jagat Twitter akibat tweet war antara Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti dengan Ustaz Tengku Zulkarnain. Akan tetapi, terlepas dari aksi saling balas cuitan itu, ikan asin memang masih menjadi sumber protein yang digemari sebagian masyarakat Tanah Air.

Ikan asin dapat dibuat dari aneka jenis ikan, termasuk ikan maupun ikan tenggiri. Proses pengawetannya pun dibuat dengan menggunakan banyak garam. Karena itu, ikan ini dapat disimpan dalam suhu ruangan dalam waktu yang lama. Selain harganya tidak mahal, ikan asin juga dapat dijadikan cadangan makanan yang bisa diolah dan dikonsumsi kapan saja.

Nutrisi ikan asin

Umumnya, ikan asin mengandung total energi hingga 193 kcal dan protein sebanyak 42 gram. Ikan asin pun mengandung lemak sebanyak 1,5 gram dan kalsium sebanyak 200 miligram. Kabar baiknya lagi, makanan yang satu ini tidak mengandung karbohidrat, tapi kaya fosfor, zat besi, vitamin A, vitamin B1, dan vitamin C.

Dengan kandungan kalsium serta zat besi itu, ikan asin dipercaya dapat membantu menyehatkan tulang, gigi, mencegah anemia, serta mempercepat proses penyembuhan luka.

Sementara itu, menurut dr. Nadia Octavia dari KlikDokter, sebelum diasinkan, pada dasarnya ikan mengandung asam lemak omega 3 yang tinggi sehingga sangat baik untuk menurunkan risiko penyakit jantung dan memelihara fungsi otak. Bahkan, menurut studi yang dipublikasikan American Journal of Clinical Nutrition, Anda dianjurkan untuk mengonsumsi 1 porsi ikan minimal sekali seminggu bila ingin mempunyai jantung dan otak yang sehat.

Hati-hati terlalu banyak garam

Sayangnya, dr. Nadia juga mengatakan, kandungan gizi ikan dapat berubah tergantung dari cara pengolahan maupun penyajiannya. Agar kandungan asam lemak omega 3 tetap optimal diperoleh, cara memasak yang dianjurkan adalah dengan direbus ataupun dikukus.

“Proses pengolahan dengan cara digarami dan dikeringkan seperti pada ikan asin akan mengurangi gizi dan nutrisi secara drastis,” ujar dr. Nadia. Lagipula, ikan asin ataupun makanan yang diasinkan lainnya memiliki kadar sodium yang tinggi. Hal tersebut justru dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

Hal tersebut juga didukung oleh penelitian di Jepang terkait ikan asin dan makanan yang diasinkan lainnya. Dalam penelitian tersebut, 80.000 pria dan wanita yang mengonsumsi makanan yang diasinkan mengalami peningkatan risiko penyakit jantung hingga 20 persen!

Sebenarnya, garam memang dibutuhkan oleh tubuh. Namun, mengonsumsi makanan yang tinggi garam secara berlebihan dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan penyakit jantung. “Untuk itu, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan untuk tidak mengonsumsi garam lebih dari 5 gram setiap harinya,” dr. Nadia menegaskan.

Berbeda dengan apa yang dianjurkan WHO, proses pengawetan ikan dilakukan dengan banyak sekali garam. Ikan asin yang diolah dalam kemasan biasanya membutuhkan sekitar 30 kilogram garam per 100 kilogram ikan!

Kabar buruknya lagi, menurut dr. Melyarna Putri dari KlikDokter, terkadang ada pula metode curang yang kerap dilakukan oleh produsen ikan asin “nakal”. Cara tersebut bisa membuat ikan asin awet lebih lama, yakni dengan menggunakan campuran formalin serta pestisida.

Jadi, meski bergizi, Anda tetap perlu membatasi asupan ikan asin dalam jumlah wajar. Terlalu banyak konsumsi ikan asin yang mengandung banyak garam dapat berakibat buruk bagi tubuh, seperti menaikkan tekanan darah, risiko penyakit jantung, dan mengganggu fungsi ginjal. Selain itu, perhatikan pula kualitas ikannya. Jangan sampai Anda mengonsumsi ikan asin yang diberi campuran bahan berbahaya.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar