Sukses

Batas Usia Aman bagi Bayi untuk Dibawa Bepergian

Bayi boleh-boleh saja dibawa bepergian, tapi lihat dulu batas usia amannya.Simak penjelasan di bawah ini sebelum membawa si Kecil liburan.

Klikdokter.com, Jakarta Waktu liburan telah tiba, namun Anda baru saja memiliki bayi. Sebenarnya, wajar bila Anda ingin bersantai atau keluar dari rutinitas sehari-hari bersama orang-orang yang dikasihi. Di sisi lain, Anda mungkin bertanya-tanya apakah sebetulnya bayi boleh dibawa bepergian. Jika boleh, kapan waktu yang tepat?

Belum ada aturan yang jelas

Hingga kini, belum ada aturan yang secara saklek menyebutkan kapan bayi boleh dibawa bepergian. Faktanya, ada saja orang tua yang nyaman untuk bepergian tak lama setelah bayinya lahir.

Meski demikian, sebagian besar orang tua merasa lebih nyaman untuk menunggu beberapa waktu kemudian hingga bayi dirasa sudah “kuat” untuk dibawa bepergian. Bagaimana kalau dari sisi medis?

Pada dasarnya, bayi sudah dianggap stabil ketika usianya mencapai 1 bulan atau berat badannya mencapai 4 kg. Di usia tersebut ia dianggap aman untuk bepergian dengan menggunakan mobil, kereta api, kapal laut, atau pesawat terbang.

Mengapa demikian? Sebab bayi yang masih muda sangat rentan terinfeksi kuman dari lingkungan sekitar. Terutama dari orang-orang yang berkumpul di tempat-tempat umum.

Di samping itu, bayi masih sensitif terhadap perubahan suhu lingkungan. Ia tidak bisa berada di lingkungan yang terlalu panas atau lembap maupun terlalu dingin.

Namun, para pakar sepakat bahwa usia terbaik membawa bayi keluar rumah yakni setelah mencapai usia 3-6 bulan. Ini karena sistem kekebalan tubuhnya telah terbentuk sempurna, sehingga ia sudah lebih kuat. Selain itu, umumnya di usia 3 bulan bayi telah mendapatkan beberapa vaksinasi wajib yang penting.

Khusus bayi prematur memiliki perhitungan usia yang berbeda. Batasan usia 1 bulan tadi berlaku pada bayi yang lahir cukup bulan. Sehingga pada bayi prematur, batasan usia ini menjadi 2-3 bulan dari waktu lahirnya. Dengan catatan, kondisinya sehat dan stabil, serta tidak mengalami gangguan paru atau jantung.

Yang perlu diperhatikan saat membawa bayi bepergian

Bila bayi hendak dibawa bepergian, pastikan Anda telah memeriksakan kondisi kesehatannya ke dokter anak, paling sedikit 2 minggu sebelum keberangkatan. Bila semuanya baik dan usia bayi telah dianggap aman untuk pergi, tentu dokter akan mengizinkan.

Namun tetap ingat, bahwa perjalanan yang dilakukan tidak bisa terlalu heboh atau menguras energi. Baik ibu dan bayi sama-sama membutuhkan waktu istirahat yang cukup.

Terkait dengan waktu perjalanan, pagi, siang atau pun malam tidak menjadi masalah. Yang penting, suhu di dalam moda transportasi yang digunakan harus nyaman, tidak terlalu panas atau terlalu dingin. Bila Anda menggunakan transportasi umum, sesuaikan pakaian bayi dengan moda transportasi yang dipilih.

Berikutnya, sebelum memulai perjalanan, beri ASI atau susu pertumbuhan kepada si Kecil. Dengan demikian bayi kenyang dan merasa nyaman, sehingga tidak mudah rewel selama perjalanan.

Jangan lupa untuk menyiapkan berbagai keperluan bayi seperti popok, minyak telon, losion antinyamuk, tisu basah, mainan, dan obat-obatan umum. Pastikan semuanya pun mudah dijangkau bila diperlukan segera.

Satu hal yang perlu diperhatikan bila Anda memilih bepergian bersama bayi dengan pesawat, pastikan ia mengisap dan menelan, terutama saat lepas landas dan mendarat. Sebab, selama waktu-waktu tersebut bayi perlu mencegah munculnya rasa nyeri di telinga karena terjadi perubahan tekanan udara.

Momen liburan bersama bayi termasuk langka dan bisa menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi Anda dan keluarga. Meski demikian, ingat bahwa bagaimanapun juga, bayi tergolong masih rentan jatuh sakit. Oleh sebab itu, ada baiknya menunda perjalanan hingga bayi telah mencapai usia yang dianggap aman untuk bepergian.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar