Sukses

Batas Usia Aman bagi Bayi untuk Dibawa Bepergian

Bayi boleh-boleh saja dibawa bepergian, tapi lihat dulu batas usia amannya. Simak penjelasan di bawah ini sebelum membawa si Kecil liburan.

Anda sedang merencanakan liburan sekeluarga? Sebenarnya, wajar bila Anda ingin bersantai atau keluar dari rutinitas harian bersama orang-orang yang dikasihi. Namun, bagaimana jika Anda baru saja memiliki bayi?

Anda mungkin bertanya-tanya, bolehkah bayi diajak perjalanan jauh? Jika boleh, kapan waktu yang tepat?

Bila Anda termasuk orang tua yang maju-mundur ingin mengajak bayi Anda jalan-jalan karena takut membahayakan si Kecil, simak ulasan berikut ini!

1 dari 4 halaman

Umur Berapa Bayi Bisa Diajak Perjalanan Jauh?

Hingga kini, belum ada aturan yang menyebutkan waktu yang tepat bagi bayi untuk diajak perjalanan jauh. Bahkan, sebagian orang tua sudah mengikutsertakan si Kecil tak lama setelah kelahirannya.

Pada sebagian besar orang tua lainnya, mereka merasa lebih nyaman untuk menunggu beberapa waktu hingga bayi dirasa sudah “kuat” untuk dibawa bepergian. Bagaimana kalau dari sisi medis?

Pada dasarnya, bayi sudah dianggap stabil ketika usianya mencapai 1 bulan atau berat badannya mencapai 4 kg. Di usia tersebut ia dianggap aman untuk bepergian dengan menggunakan mobil, kereta api, kapal laut, bahkan pesawat terbang.

Artikel Lainnya: Ajak Bayi Baru Lahir Staycation di Hotel? Perhatikan Ini Dulu!

Mengapa demikian? Sebab bayi yang masih muda sangat rentan terinfeksi kuman dari lingkungan sekitar. Terutama dari orang-orang yang berkumpul di tempat-tempat umum.

Di samping itu, bayi masih sensitif terhadap perubahan suhu lingkungan. Ia tidak bisa berada di lingkungan yang terlalu panas, lembap, maupun terlalu dingin.

Namun, para pakar sepakat bahwa usia terbaik membawa bayi keluar rumah yakni setelah mencapai usia 3-6 bulan. Ini karena sistem kekebalan tubuhnya telah terbentuk sempurna, sehingga ia sudah lebih kuat.

Selain itu, umumnya di usia 3 bulan bayi telah mendapatkan beberapa vaksinasi wajib yang penting.

Lantas, bagaimana dengan bayi prematur? Umur berapa bayi boleh bepergian? Khusus bayi prematur, perhitungan usianya tentu berbeda.

Batasan usia 1 bulan tadi berlaku pada bayi yang lahir cukup bulan. Sementara pada bayi prematur, batasan usia ini menjadi 2-3 bulan dari waktu lahirnya. Dengan catatan, kondisinya sehat dan stabil, serta tidak mengalami gangguan paru atau jantung.

2 dari 4 halaman

Risiko Membawa Bayi yang Terlalu Kecil Bepergian

Bila usia bayi yang diajak perjalanan jauh terlalu muda, maka risiko terpapar penyakit dapat meningkat. Peningkatan ini bisa saja terjadi apabila tidak dilakukan persiapan dengan baik sebelum bepergian.

Artikel Lainnya: Kenali Penyebab Bayi Menangis di Pesawat

Berikut beberapa masalah kesehatan yang sering dijumpai pada bayi yang diajak bepergian jauh: 

1. Diare

Apabila bayi Anda sering memasukkan tangan atau benda-benda di sekitarnya ke dalam mulut, hal ini dapat meningkatkan risiko terjadinya diare.

2. Gangguan Saluran Pernapasan

Gangguan pernapasan dapat terjadi pada bayi Anda apabila selama di perjalanan, ia sering terpapar debu atau kondisi udara yang dingin di dalam moda transportasi. 

3. Masalah Kulit 

Gangguan pada kulit seperti iritasi, alergi, infeksi kulit, atau gigitan serangga dapat terjadi selama di perjalanan.

4. Penyakit Infeksi 

Penyakit infeksi dapat terjadi apabila Anda berkunjung ke daerah endemik. Penyakit malaria atau demam berdarah berisiko menjangkiti si Kecil.

Artikel Lainnya: Tips Agar Menyusui di Tempat Umum Terasa Nyaman

3 dari 4 halaman

Perhatikan Ini Saat Membawa Bayi Bepergian 

Bila bayi hendak dibawa bepergian, pastikan Anda telah memeriksakan kondisi kesehatannya ke dokter anak, paling sedikit 2 minggu sebelum keberangkatan. Bila semuanya baik dan usia bayi telah dianggap aman untuk pergi, tentu dokter akan mengizinkan.

Terkait dengan waktu perjalanan, pagi, siang ataupun malam tidak menjadi masalah. Yang penting, suhu di dalam moda transportasi harus nyaman, tidak terlalu panas atau terlalu dingin.

Bila Anda menggunakan transportasi umum, sesuaikan pakaian bayi dengan moda transportasi yang dipilih.

Berikutnya, sebelum memulai perjalanan, beri ASI atau susu pertumbuhan kepada si Kecil. Dengan demikian, bayi akan kenyang dan merasa nyaman sehingga tidak mudah rewel selama perjalanan.

Jangan lupa untuk menyiapkan berbagai keperluan bayi seperti popok, minyak telon, losion antinyamuk, tisu basah, mainan, dan obat-obatan umum. Pastikan semuanya mudah dijangkau bila diperlukan segera.

Satu hal yang perlu diperhatikan bila bayi diajak perjalanan jauh dengan pesawat, pastikan ia mengisap dan menelan, terutama saat lepas landas dan mendarat. Sebab, selama waktu-waktu tersebut, bisa muncul rasa nyeri di telinga bayi karena adanya perubahan tekanan udara.

Momen liburan bersama bayi termasuk langka dan bisa menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi Anda dan keluarga. Meski demikian, ingat bahwa bagaimanapun juga, bayi tergolong masih rentan jatuh sakit. Karena itu, ada baiknya menunda perjalanan hingga bayi telah mencapai usia yang dianggap aman untuk diajak bepergian jauh.

Masih punya pertanyaan terkait hal ini? Anda dapat berkonsultasi kepada dokter lewat fitur Live Chat di aplikasi Klikdokter.

[WA]

1 Komentar