Sukses

Terapi Kenangan, Cara Membantu Lansia Mengingat Kembali

Ada cara yang untuk membantu para lansia mampu mengingat kembali, yaitu terapi kenangan. Yuk, simak seperti apa teknik yang digunakan.

Klikdokter.com, Jakarta Demensia yang kerap menyerang lansia ditandai dengan terjadinya penurunan kemampuan dalam mengingat sesuatu. Kondisi ini juga bisa terjadi pada penderita Alzheimer. Jika lansia sudah mengalaminya, identitas pribadi dapat terlupakan dengan mudah seiring dengan menurunnya kemampuan kognitif.

Meski demikian, peristiwa masa lampau yang dikenang masih dapat diingat pada kedua kondisi tersebut. Foto, barang yang berharga, serta lagu-lagu favorit dapat menstimulasi pikiran yang disukai dari masa lampau para pengidap demensia.

Ikatan yang kuat antara orang yang memiliki demensia dengan keluarga dan kerabat, serta pemicu seperti tempat-tempat yang memiliki kenangan tertentu dapat menjadi dasar untuk membentuk terapi khusus, sehingga membantu mengingat riwayat pribadinya. Lalu, apakah yang disebut terapi kenangan?

Mengenal terapi kenangan

Terapi kenangan atau reminiscence therapy merupakan suatu metode yang menggunakan segala panca indra – penglihatan, perabaan, pengecapan, penciuman, serta pendengaran – untuk membantu lansia dengan demensia mengingat kejadian, orang, serta tempat di kehidupan lampau.

Sebagai bagian dari terapi, para pengasuh dapat menggunakan objek dalam berbagai kegiatan untuk membantu mengingat kenangan tertentu. Berbagai komponen terapi kenangan dapat melibatkan aktivitas sederhana seperti bercakap-cakap, juga bentuk terapi klinis lain yang dapat memicu pikiran bawah sadar akan ingatan masa lampau.

Bercerita mengenai kejadian masa lampau dapat membantu pengidap demensia merasa tidak terlalu terisolir dan lebih memiliki koneksi terhadap masa kini. Nah, berikut ini adalah contoh dari terapi kenangan yang menggunakan semua panca indra:

  1. Penglihatan: melihat foto masa kecil dan membantu pengidap terpicu mengingat siapa dan di mana saja individu dalam foto tersebut berada saat ini.
  2. Perabaan: meraba berbagai benda sehari-hari dan membedakan sifat benda tersebut.
  3. Pengecapan: mencoba makanan favorit waktu kecil, atau mengecap bumbu dapur yang biasa digunakan.
  4. Penciuman: mencium aroma makanan yang didapat sehari-hari dan membedakannya, misalnya saat mengenal segarnya wangi jeruk.
  5. Pendengaran: mendengarkan musik favorit di masa lampau.

Keuntungan dari terapi kenangan

Dengan berbagi memori dari masa lampau, aktivitas ini tentunya dapat memicu perasaan positif, selain juga mengurangi stres dan kecemasan.

Dengan menggunakan pemicu minimal – seperti pertanyaan sederhana, foto, lagu, atau awal dari cerita keluarga – individu dengan demensia dapat mengingat kenangan dari masa kecil dan remaja.

Mengingat kenangan tersebut dapat membuat para lansia lebih percaya diri dalam kemampuan masing-masing, serta menyediakan kesempatan untuk berbicara akan apa saja yang berarti baginya.

Sebagai tambahan, terlibat dalam suatu pembicaraan mengenai masa lampau dapat memberikan rasa kelegaan dari kebosanan, gejala depresi, serta membantu mempertahankan serta mengawetkan riwayat keluarga untuk generasi mendatang.

Terapi kenangan nyatanya amat membatu proses pengobatan lansia yang telah mengalami Alzheimer atau demensia. Jadi, jika Anda atau keluarga ada yang mengalami gangguan mengingat atau mulai muncul gejala demensia, tidak perlu sungkan untuk berkonsultasi ke dokter.

Terapi untuk memunculkan ingatan biasanya disesuaikan dengan diagnosis yang diidap lansia. Bila diperlukan, akan dilakukan konsultasi ke dokter spesialis fisik dan rehabilitasi untuk diterapkannya stimulasi kognitif sesuai kebutuhan, contohnya dengan terapi kenangan.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar