Sukses

Gemar Makan Dessert tapi Punya Diabetes, Ini Solusinya

Penderita diabetes biasanya akan merelakan kegemarannya makan dessert atau hidangan penutup manis. Padahal tak harus begitu. Ini solusinya!

Klikdokter.com, Jakarta Jika sudah terdiagnosis diabetes, umumnya penderita akan rela menyingkirkan hidangan penutup manis atau dessert kegemarannya. Padahal tak harus segitunya, lho! Selama Anda merencanakan memilih makanan manis dengan saksama, Anda tetap bisa menikmati aneka cake.

“Mitos populer adalah penderita diabetes harus stop makan dessert, tetapi faktanya tidak benar. Anda harus merencanakannya secara matang dengan dokter Anda,” kata Jackie Mills, ahli diet dan penulis buku “The Big Book of Diabetic Dessert” kepada CNN.

Itu mungkin berarti diabetesi (penderita diabetes) harus memangkas asupan karbohidrat lewat makanan lainnya. Sebagai contoh, mungkin ahli gizi akan merekomendasikan diabetesi untuk membatasi asupan karbohidratnya sekitar 30-45 gram per sajian. Untuk bisa mencapainya, dessert berukuran kecil mungkin dapat menggantikan makanan berkarbohidrat lain seperti mashed potato, roti, atau nasi.

Diabetesi harus pintar dalam mengonsumsi karbohidrat, jangan sampai “menyia-nyiakannya” dengan memilih comfort food lainnya seperti cookies atau makanan kemasan lainnya.

Makan makanan yang memanjakan seperti dessert pada acara spesial seperti liburan, ulang tahun, atau anniversary, ketika sajian hidangan penutup manis tak hanya dinikmati sendiri, tetapi juga berbagi dengan orang-orang terdekat, bisa sangat bermakna.

“Pikirkan tentang kualitas dessert, seberapa besar kenikmatan yang didapat dari hidangan tersebut, serta konsep berbagi,” kata Jackie. Dengan kata lain, berbagi dessert menyimbolkan kenangan manis yang dirasakan bersama-sama, selain menawarkan kontrol porsi.

Makanan manis yang boleh dikonsumsi diabetesi

Penderita diabetes juga tetap bisa menikmati manisnya hidup lewat makanan manis di bawah ini.

  1. Buah

Menurut dr. Alvin Nursalim, SpPD, dari KlikDokter, buah adalah sumber makanan manis alami yang tidak berbahaya. Bisa dimakan langsung, bisa juga diolah menjadi smoothies atau jus.

“Lebih amannya lagi, pilih buah dengan indeks glikemik rendah seperti pisang, apel, dan kiwi. Lebih baik hindari buah-buahan yang sudah diproses seperti buah kalengan atau manisan karena kandungan pemanisnya tinggi,” kata dr. Alvin mengingatkan.

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

  1. Granola

Granola adalah makanan yang terdiri dari berbagai komponen seperti oat, kacang-kacangan, buah-buahan kering, dan juga bisa ditambahkan dengan madu. Makanan ini juga dapat dinikmati dengan yoghurt atau potongan buah.

“Gandum dan kacang-kacangan pada granola memiliki kandungan serat yang tinggi, sehingga tak hanya mengenyangkan, tapi Anda juga dapat memenuhi kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan tubuh,” kata dr. Alvin.

Meski terbilang aman, tapi perhatikan kandungan granola yang Anda pilih. Jangan sampai Anda memilih granola tinggi gula dan lemak.

  1. Xylitol

Xylitol adalah alternatif jika penderita diabetes ingin makan makanan manis tapi ingin menghindari efek negatif gula. Dijelaskan dr. Alvin, xylitol adalah pemanis alami dengan kadar alami 40 persen lebih rendah dari pasir (sukrosa), tetapi mempunyai tingkat kemanisan yang sama.

  1. Biskuit gandum

Gandum dapat membantu Anda kenyang lebih lama, manfaatnya untuk kesehatan pun beragam karena mengandung serat alami.

“Serat alami dari gandum dapat melindungi tubuh dari penyakit jantung, diabetes tipe 2, kelebihan berat badan, dan penyumbatan pada saluran darah,” ungkap dr. Alvin.

Selain gandum, serat alami ini juga bisa didapat lewat bahan makanan seperti beras merah, roti gandum, sereal, oatmeal, dan bubur yang terbuat dari kacang-kacangan.

Jika hasrat ingin ngemil tak tertahankan, pastikan untuk memangkas porsinya. Misalnya hanya segigit atau ukuran mini. Jika hasrat ini terus-terusan dipenuhi, bisa-bisa kadar gula darah dan kalori akan melonjak. Satu cookie kecil, satu mini muffin, atau satu cokelat truffle sudah cukup.

Punya diabetes tak harus selalu merelakan sajian dessert nikmat yang memanjakan. Bagi diabetesi yang gemar makan dessert, Anda tetap boleh mengonsumsi, asal porsinya benar-benar dibatasi dan kadar gula darah pun terkontrol. Jangan lupa untuk rutin memeriksa kadar gula darah dan periksakan diri jika mengalami keluhan yang menimbulkan ketidaknyamanan.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar