Sukses

Puasa Ramadan Bikin Insomnia Makin Parah?

Sering insomnia di bulan puasa? Kira-kira kenapa hal ini bisa terjadi? Ketahui penyebab insomnia di bulan puasa dan cara mengatasinya di sini.

Insomnia merupakan kondisi ketika seseorang tidak mampu tertidur atau tetap tertidur. Insomnia juga merujuk untuk kondisi bangun yang tidak merasa pulih atau segar. 

Insomnia merupakan keluhan tidur yang paling umum terjadi dan dapat berlangsung akut (satu sampai beberapa malam) atau kronis (berlangsung berbulan-bulan sampai bertahun-tahun.

Insomnia memiliki berbagai gejala. Keluhan utama insomnia adalah kesulitan memulai atau mempertahankan tidur atau tidak bisa tidur kembali setelah bangun, setidaknya selama satu bulan. 

Gangguan tidur ini dapat muncul dan memburuk ketika bulan puasa atau Ramadan. Apa penyebab insomnia di bulan puasa? Dan bagaimana cara mengatasi insomnia?

Artikel Lainnya: Rutin Olahraga Bisa Mengatasi Insomnia, Benarkah?

Penyebab Insomnia di Bulan Puasa

Waktu yang diperlukan untuk bangun sahur selama bulan Ramadan pasti memengaruhi pola tidur Anda. Sebab, Anda harus bangun lebih pagi dibandingkan biasanya untuk melakukan sahur sebelum waktu imsak tiba. 

Bagi Anda yang tidak memiliki masalah dengan tidur, hal tersebut tidak menjadi persoalan. Namun, bagi mereka yang mengalami insomnia, bangun pagi-pagi untuk sahur dapat memperparah kondisi gangguan tidurnya. 

Gangguan tidur (atau kelelahan siang hari yang terkait) dapat berdampak kepada fungsi sosial, pekerjaan, atau aktivitas sehari-hari lainnya. 

Orang dengan riwayat insomnia sebelumnya, seperti baru bisa tidur setelah tengah malam atau bahkan pagi, pastinya tidak memiliki tidur yang berkualitas. Pasalnya, waktu tidur akan terpotong ketika mereka ingin melakukan sahur. 

Selain itu, penderita insomnia seringkali bolak-balik tidur-bangun. Akibatnya, banyak waktu terbuang dan seringkali membuat mereka takut tidur karena khawatir tidak bisa bangun saat waktu sahur. 

Artikel Lainnya: Mengapa Sering Ngantuk Saat Puasa

Lakukan Ini Agar Cepat Pulas

Kesulitan tidur di malam hari ditambah berkurangnya waktu tidur karena sahur cenderung membuat penderita insomnia jadi kekurangan tidur.

Hal ini dapat menyebabkan kelelahan pada siang hari, mengantuk, malas, hingga mudah emosi. 

Lantas, adakah hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah ini? Berikut ini adalah beberapa cara mengatasi insomnia di bulan puasa.

1. Tidur di Waktu yang Sama

Pergi tidur dan bangun di waktu yang sama setiap hari akan membuat tubuh terbiasa tidur teratur. Anda bisa memilih waktu paling sering, ketika merasa paling mengantuk atau mungkin setelah selesai beraktivitas. 

2. Berolahraga Teratur

Berolahraga dengan intensitas sedang dengan teratur, seperti berjalan, bersepeda, 

atau berenang dapat menghilangkan ketegangan yang menumpuk sepanjang hari. 

Namun, ingatlah jangan melakukan olahraga berat terlalu dekat dengan waktu tidur karena dapat membuat Anda tetap terjaga.

3. Hindari Kafein

Hindari mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung kafein seperti kopi, teh, coklat, minuman berenergi.

Pasalnya, minuman berkafein dapat membuat Anda sulit untuk tidur pada malam hari. Anda dapat mengonsumsi susu panas sebelum tidur.

Artikel Lainnya: Bahaya Tidur setelah Sahur yang Harus Anda Hindari

4. Jangan Merokok

Apabila Anda seorang perokok, berhentilah dari kebiasan buruk ini. Perokok membutuhkan waktu yang lebih lama untuk bisa jatuh tertidur. Mereka juga sering terbangun dan tidurnya lebih mudah untuk terganggu.

5. Jangan Makan Terlalu Banyak

Hindari konsumsi makanan terlalu banyak khususnya pada malam hari karena dapat mengganggu kemampuan tubuh untuk cepat tertidur.

6. Atur Kamar Senyaman Mungkin

Biasanya, semakin terang suasana kamar, semakin sulit untuk mendapatkan tidur yang berkualitas. Anda Anda dianjurkan mematikan lampu saat mencoba tidur. Bila perlu, gunakan penutup mata. 

Jika tidak terlalu suka gelap, gunakan lampu tidur yang kecil dan letakan jauh dari kasur Anda. Perhatikan juga suhu ruangan agar nyaman untuk tidur.

Mengalami insomnia memang tidak menyenangkan, khususnya pada bulan puasa ini. Cobalah untuk melakukan tips-tips di atas dan hindari stress apabila tidak bisa tertidur. Semakin Anda stres, akan semakin sulit untuk tertidur. 

Anda dianjurkan berkonsultasi kepada dokter apabila tidak mampu mengatasi insomnia. Cari tahu informasi kesehatan lainnya dengan membaca artikel di aplikasi KlikDokter.

(OVI/JKT)

Referensi:

National Library of Medicine. Diakses 2022. The effects of Ramadan fasting on sleep patterns and daytime sleepiness: An objective assessment

0 Komentar

Belum ada komentar