Sukses

Perut Panas Setelah Makan Sahur, Pertanda Apa?

Sebagian orang merasa sudah sahur dengan baik, tapi malah merasakan kondisi perut panas. Gejala apa ini?

Klikdokter.com, Jakarta Bagi Anda yang berpuasa, aktivitas makan sahur adalah hal yang seharusnya dilakukan jika ingin kuat berpuasa satu harian. Akan tetapi, banyak juga orang yang justru sembarangan dalam memilih menu sahur. Akibatnya, mereka pun mengalami perut panas.

Penyebab perut panas usai sahur

Memang tak jarang orang yang merasakan perut menjadi panas sehabis santap sahur. Hal ini bisa menganggu puasa Anda. Kondisi perut panas juga bisa Anda alami sehari-hari karena beragam penyebab.

Tapi, sebenarnya apa yang terjadi ketika perut Anda panas sehabis makan sahur? Menurut dr. Nabila Viera Yovita dari KlikDokter, banyak faktor yang menyebabkan perut panas sehabis sahur. Salah satunya adalah karena pemilihan makanan.

"Perut panas bisa disebabkan oleh sifat makanannya, apakah asam atau pedas. Dua sifat makanan ini yang paling sering menyebabkan perut Anda menjadi panas. Lalu, buru-buru makan seperti misalnya mepet waktu imsak juga menyebabkan asam lambung yang pada akhirmya membuat perut panas," ujarnya

Selain itu, berbaring segera setelah makan sahur juga mengakibatkan perut panas. Untuk beberapa alasan lain memang langsung tidur setelah makan sahur tidak direkomendasikan sama sekali.

"Berbaring sehabis makan sahur menyebabkan asam lambung naik dan makanan bisa kembali ke kerongkongan, sehingga membuat perut panas," ungkap dr. Nabila.

Jika Anda ingin kembali tidur setelah makan sahur, lebih baik berikan jeda 30 menit sampai 1 jam untuk memastikan bahwa mkanan telah dicerna dengan baik oleh perut.

Tips agar perut tidak panas usai sahur

Jika Anda ingin menghindari perut panas setelah sahur, lakukan beberapa hal berikut sebagai pencegahan. Sehingga, Anda nyaman dalam menjalankan ibadah puasa.

1. Hindari makanan pedas atau asam

Siapkan makanan dengan baik untuk sahur. Anda bisa menyiapkannya sejak malam hari sebelum tidur. Usahakan juga makanan yang Anda konsumsi tidak memiliki rasa asam dan pedas.

2. Jangan makan porsi besar

Hindari makan terlalu banyak saat sahur. Jangan beranggapan bahwa makan banyak bisa membuat Anda kuat puasa, tapi perhatikan apa yang Anda makan. Pastikan Anda mengonsumsi karbohidrat kompleks dan protein secukupnya. Karbohidrat kompleks bisa membuat Anda merasa kenyang lebih lama, sehingga tak mudah lapar.

3. Lebih baik duduk dulu setelah sahur

Jangan langsung tidur setelah makan. Anda disarankan untuk duduk supaya makanan tercerna dengan baik. Jika ingin leyeh-leyeh setelah makan sahur, Anda bisa melakukannya dengan posisi setengah duduk, asal jangan sampai tertidur.

“Meski sehabis makan sahur melakukan posisi setengah duduk, tapi kalau Anda tertidur, ya sama saja. Sebab, metabolisme akan terhenti secara mendadak, sehingga pencernaan pun terganggu. Jadi, usahakan jangan sampai tertidur,” dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter menjelaskan.

4. Banyak minum air putih

Cukupi kebutuhan cairan tubuh Anda dengan minum 4–6 gelas air putih saat sahur. Jangan campurkan apapun dalam air putih Anda, baik ditambah sirup atau gula. Dengan jumlah cairan yang cukup, tubuh akan tetap sehat dan kuat selama puasa, dan perut pun juga terasa nyaman.

5. Bangun lebih awal

Usahakan bangun lebih awal saat sahur agar tidak terburu-buru saat makan, yang mana hal tersebut bisa menyebabkan perut panas. Cobalah untuk memasang alarm atau tidur lebih awal supaya Anda tidak kesulitan untuk bangun sahur.

Tentu Anda tidak mau setelah sahur malah mengalami perut panas. Selain memang tidak nyaman, hal tersebut akan membuat puasa Anda terganggu. Cobalah untuk mulai memikirkan menu sahur yang aman dan juga menunjang kelancaran Anda berpuasa, terutama menghindari makanan pedas dan asam.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar