Sukses

Kenali Radang Tenggorokan yang Bisa Merusak Jantung dan Ginjal

Hati-hati, jenis radang tenggorokan yang satu ini dapat merusak jantung dan ginjal jika tak diobati dengan tepat.

Klikdokter.com, Jakarta Radang tenggorokan adalah salah satu penyakit yang sering menyerang orang dari berbagai usia, baik laki-laki maupun perempuan. Gejala radang tenggorokan pun tak terlalu berat sehingga penderita tetap bisa beraktivitas seperti biasa. Namun ternyata ada jenis radang tenggorokan yang tak boleh dianggap sepele.

Ya, sekitar 80 persen kasus radang tenggorokan disebabkan oleh infeksi virus. Jenis radang tenggorokan ini tidak berbahaya, dan akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu 3-10 hari.

Namun demikian, ada sekitar 10-15 persen radang tenggorokan yang disebabkan oleh bakteri bernama Streptococcus grup A. Meski cukup jarang, radang tenggorokan akibat Streptococcus bisa membahayakan.

Komplikasi radang tenggorokan Streptococcus

Bermula dari demam dan nyeri menelan seperti gejala radang tenggorokan yang lazim dirasakan, radang akibat Streptococcus bisa menyebabkan komplikasi ke berbagai organ tubuh. Komplikasi yang dapat terjadi di antaranya adalah:

  • Glomerulonefritis (peradangan di daerah ginjal) yang ditandai dengan kencing berwarna merah dan penurunan fungsi ginjal yang dapat berujung pada gagal ginjal.
  • Demam rheumatik pada jantung, yaitu peradangan di otot jantung dan katup jantung. Kondisi ini dapat menimbulkan gejala sesak napas, bengkak pada tungkai, nyeri sendi, kemerahan di kulit.
  • Infeksi di daerah telinga tengah, atau secara medis disebut otitis media akut yang dapat menyebabkan nyeri yang hebat di telinga dan ”kebocoran” gendang telinga.
  • Abses tonsil, yaitu penumpukan nanah pada kelenjar getah bening di daerah dekat tenggorokan yang menyebabkan gejala nyeri hebat saat menelan dan saat berbicara, serta demam.

Beragam komplikasi tersebut bisa dicegah apabila radang tenggorokan Streptococcus diobati dengan tepat. Tak seperti radang tenggorokan biasa yang tak membutuhkan pengobatan khusus untuk sembuh, radang tenggorokan Streptococcus membutuhkan antibiotik khusus yang dapat melawan bakteri penyebabnya.

Pengobatan yang tepat oleh dokter dapat mempercepat kesembuhan, mencegah penularan bakteri Streptococcus kepada orang lain, dan mencegah berbagai komplikasi serius terutama demam rheumatik pada jantung.

Membedakan radang tenggorokan biasa dan akibat Streptococcus

Membedakan radang tenggorokan biasa dan akibat bakteri tenggorokan Streptococcus tidaklah mudah. Namun, beberapa gejala berikut ini merupakan gejala yang lebih lazim ditemui pada penderita radang tenggorokan Streptococcus:

  • Demam dan nyeri tenggorokan yang dirasakan sejak hari pertama atau kedua sakit
  • Nyeri saat menelan
  • Terdapat bintik-bintik merah pada langit-langit mulut
  • Leher bengkak
  • Bisa disertai dengan sakit kepala, mual muntah, atau bercak-bercak kemerahan di kulit

Sementara itu, radang tenggorokan biasa akibat virus lebih sering menyebabkan gejala batuk, hidung tersumbat, pilek, dan suara serak.

Selain itu, radang tenggorokan Streptococcus lebih sering terjadi pada anak-anak. Studi menyebutkan bahwa 3 dari 10 kasus radang tenggorokan pada anak disebabkan oleh bakteri Streptococcus grup A. Oleh karena itu, jenis radang tenggorokan ini harus lebih diwaspadai pada anak-anak.

Untuk menurunkan risiko tertular infeksi Streptococcus, menjaga kebersihan tangan merupakan hal yang sederhana tapi sangat efektif. Biasakan untuk mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun sebelum makan, sebelum menyiapkan makanan, dan sebelum menyentuh daerah wajah.

Jika cuci tangan seperti itu tak memungkinkan untuk dilakukan, bersihkan tangan dengan hand sanitizer.

Jadi, jangan pernah anggap sepele radang tenggorokan. Ya, komplikasi radang tenggorokan akibat bakteri Streptococcus ternyata dapat merusak jantung dan ginjal. Karena itu, selalu jaga kebersihan diri dan tidak berdekatan dengan orang yang sedang mengalami penyakit ini. Anda juga dapat menggunakan masker saat sedang bersama orang yang terinfeksi untuk melindungi diri agar tidak tertular. 

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar