Sukses

Kiat Mencegah Cacar Monyet

Penyakit cacar monyet jika tidak ditangani dengan benar bisa berakibat fatal. Simak tips mencegahnya di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Cacar monyet (monkeypox) dikonfirmasi memasuki Singapura, dibawa oleh seorang pria asal Nigeria. Sekitar 23 orang yang terduga sempat berkontak dengan pria tersebut pun masuk karantina. Batam yang terletak tidak jauh dari Singapura pun siaga dengan melakukan sejumlah langkah antisipasi.

Beda dengan cacar biasa, cacar monyet bisa berakibat fatal jika tidak ditangani dengan benar. Meski pemerintah berupaya agar penyakit ini tak sampai masuk ke Tanah Air, masyarakat tetap perlu mengetahui tips untuk mencegah penyakit ini.

Sekilas mengenai cacar monyet

Cacar monyet sebenarnya bukan penyakit baru. Kasus ini pertama kali ditemukan pada tahun 1969 di Kongo. Cacar monyet adalah penyakit zoonosis, yaitu penyakit pada binatang yang dapat ditularkan kepada manusia secara langsung atau melalui serangga.

Penyebab penyakit ini adalah virus monkeypox. Virus tersebut satu kelompok dengan virus penyebab smallpox yang menyebabkan variola (cacar). Virus cacar monyet dapat masuk ke dalam tubuh melalui area kulit yang terluka, saluran pernapasan, dan mukosa membran seperti mata, hidung atau mulut.

Virus cacar monyet menyebar melalui kontak langsung manusia dengan cairan tubuh, darah, atau kulit dari hewan yang terinfeksi dan dari manusia yang terjangkit ke manusia lainnya. Hewan yang terinfeksi umumnya adalah monyet, tupai, dan tikus Gambian.

Tips mencegah cacar monyet

Meski dilaporkan terjadi di Singapura, tetapi negara tetangga seperti Indonesia juga mesti waspada. Berbagai cara pencegahan yang dapat Anda lakukan antara lain:

  • Hindari kontak dengan hewan yang berpotensi menyebarkan virus seperti primata.
  • Isolasi segera pasien yang punya risiko tinggi terhadap penyakit ini.
  • Laporkan kepada petugas kesehatan setempat jika menemukan hewan dengan gejala seperti mata berair dan terdapat luka di area kulit.
  • Hindari kontak dengan materi yang terpapar hewan yang sudah terjangkit cacar monyet.
  • Rutin cuci tangan dengan sabun dan bilas dengan air mengalir setiap akan makan dan setelah kontak dengan hewan ataupun orang yang sakit.
  • Lakukan vaksinasi. Walaupun sampai saat ini belum ada vaksin spesifik untuk mencegah cacar monyet, tetapi vaksin cacar variola bisa digunakan. Menurut penelitian, vaksin cacar variola dapat memberikan proteksi terhadap infeksi cacar monyet kurang lebih sebesar 85 persen.
  • Memakai masker jika berada di area endemis penyakit cacar monyet karena penularan dapat terjadi saat penderitanya batuk dan bersin. Virus juga terdapat dalam droplet (partikel kecil) yang berasal dari lendir pernapasan penderita.
  • Jangan mengonsumsi bushmeat (wildmeat atau game meat), yaitu daging buruan dari hewan liar seperti simpanse, gorila, antelop, hewan reptil, hingga burung dari hutan tropis.
1 dari 2 halaman

Tanda dan gejala cacar monyet

Selain langkah pencegahan, mengenali tanda dan gejala dan cacar monyet juga dapat menjadi salah satu pencegahan lebih awal terhadap penyakit ini.

Tanda dan gejala cacar monyet terdiri dari dua fase, yaitu:

  1. Fase invasi atau pra erupsi

    • Demam dengan suhu tubuh dapat mencapai 38,5-40,5 derajat Celcius.
    • Menggigil dan keringat dingin.
    • Sakit kepala hebat dan terus-menerus.
    • Nyeri punggung dan nyeri otot.
    • Pembesaran kelenjar getah bening, terutama di daerah leher dan rahang.
    • Badan lemas.
  1. Fase erupsi kulit (terjadi 1-3 hari setelah demam)

    • Muncul ruam kemerahan yang berawal dari wajah kemudian menyebar ke seluruh tubuh.
    • Ruam kemudian berubah menjadi bintik berisi air (lenting), bernanah, dan menjadi koreng (krusta).

Biasanya penderita monkeypox akan pulih dalam 2-4 minggu. Pada beberapa orang, mungkin akan ada bekas luka akibat ruam.

Meskipun cacar monyet termasuk penyakit langka dan kasus terjadi di negara tetangga, tetapi Anda tetap harus waspada. Bekali pengetahuan akan cacar monyet, kiat mencegahnya, termasuk tanda dan gejalanya. Jika perlu, konsultasikan dengan dokter untuk melakukan vaksin variola agar perlindungan maksimal.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar