Sukses

Kepala Peyang pada Bayi, Bisa Diperbaiki?

Permasalahan kepala peyang pada bayi cukup banyak dikeluhkan para ibu. Bisakah kepala peyang bayi diperbaiki?

Klikdokter.com, Jakarta Tak jarang seorang ibu mengeluhkan bahwa kepala sang anak berbentuk tidak bulat sempurna, melainkan sedikit datar atau disebut kepala peyang. Hal ini cukup sering dialami bayi. Biasanya, kepala peyang pada bayi disebabkan adanya penekanan yang terlalu lama di area kepala.

Dalam bahasa medis, kepala peyang disebut dengan plagiocephaly dan brachicephaly. Plagiocephaly adalah bentuk kepala yang datar pada salah satu sisi. Bentuk kepala pun akan terlihat asimetris. Selain itu, letak telinga mungkin tampak tidak sejajar jika dilihat dari atas dan seperti membentuk jajaran genjang.

Adapun brachicephaly adalah kondisi ketika bentuk kepala bagian belakang menjadi datar. Kepala pun tampak melebar dan terkadang disertai dengan dahi yang menonjol ke depan.

Penyebab kepala peyang

Tulang tengkorak pada bayi umumnya akan menguat seiring dengan pertambahan usia. Bayi-bayi yang terlahir dengan persalinan normal terkadang memiliki bentuk kepala yang tidak asimetris, tetapi hal ini tidak perlu dikhawatirkan. Bentuk asimetris ini akan berangsur menghilang dalam enam minggu.

Bentuk kepala plagiocephaly dan brachicephaly pada bayi dapat disebabkan oleh beberapa hal, yaitu:

  • Kebiasaan sering tidur telentang terlalu lama
  • Masalah saat kehamilan seperti kurangnya cairan ketuban yang menyebabkan kepala janin tertekan di dalam kandungan
  • Kelahiran prematur
  • Adanya penyatuan tulang tengkorak yang terlalu cepat (kraniosinostosis)
  • Adanya kelemahan pada otot leher, misalnya penyakit tortikolis kongenital

Bentuk kepala peyang pada bayi tidak menimbulkan rasa sakit atau gejala spesifik lainnya. Namun, Anda perlu tetap mewaspadainya. Selain itu Anda juga harus mencari tahu apa penyebabnya ke dokter sehingga dapat diterapi dengan baik.

Misalnya, bila kepala peyang terjadi akibat proses penyatuan tulang tengkorak terlalu cepat, perlu dilakukan tindakan operasi agar otak bayi dapat berkembang.

Pencegahan kepala peyang

Untuk mencegah terjadinya kepala peyang pada bayi, sejak awal Anda dapat melakukan beberapa hal dibawah ini:

  • Ubah posisi tidur secara berkala

Sebagai orang tua, tak jarang Anda merasa tidak tega mengubah posisi bayi saat anak tertidur pulas. Namun, Anda tidak perlu ragu mengubah posisi kepala bayi bergantian kanan dan kiri agar tidak terjadi penekanan yang terlalu lama pada salah satu sisi.

  • Berikan tummy time

Saat mengganti popok atau saat bayi Anda terbagun, berikan waktu untuk tummy time beberapa waktu. Tummy time atau meletakkan bayi dalam posisi tengkurap bermanfaat untuk menguatkan otot-otot di sekitar leher, sekaligus mencegah terjadinya bentuk kepala yang asimetris.

  • Variasi dalam posisi menyusui maupun bersandar

Saat Anda menyusui bayi, hendaknya variasikan posisi agar tidak ada penekanan salah satu bagian dalam jangka waktu lama. Selain itu, apabila Anda sering meletakkan bayi di dalam kursi mobil, stroller, maupun ayunan, hendaknya batasi waktunya. Atau, ubahlah posisi kepala bayi secara berkala.

Tak jarang juga dibutuhkan penggunaan cranial orthotic therapy, yaitu helm atau ikat kepala yang dapat digunakan untuk memperbaiki bentuk kepala bayi. Helm ini dapat digunakan mulai bayi usia 4 bulan. Penggunaan helm tentu disesuaikan dengan tingkat keparahan plagiocephaly. Tidak semua bayi harus menggunakan helm ini.

Bentuk kepala peyang pada bayi dapat dicegah dan diperbaiki sejak dini, jika Anda jeli memperhatikan. Anda bisa melakukan pemeriksaan rutin pada bayi ke dokter spesialis anak. Misalnya, pemeriksaan tulang-tulang tengkorak pada bayi. Selain itu,rajin mengubah posisi kepala bayi saat tertidur juga dapat mencegah terjadinya bentuk kepala peyang pada bayi.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar