Sukses

Kepala Peyang pada Bayi, Bisa Diperbaiki?

Kepala yang tumbuh peyang merupakan salah satu masalah yang bisa terjadi pada bayi. Ketahui penyebab dan cara mengatasi kepala bayi peyang di sini.

Tak jarang seorang ibu mengeluhkan bahwa kepala sang anak berbentuk tidak bulat sempurna, melainkan sedikit datar atau disebut kepala bayi peyang.

Hal ini cukup sering dialami bayi. Biasanya, peyang disebabkan adanya penekanan yang terlalu lama di area kepala.

Dalam bahasa medis, kepala peyang disebut dengan plagiocephaly dan brachycephaly. Plagiocephaly adalah bentuk kepala yang datar di salah satu sisi. Bentuk kepala pun akan terlihat asimetris. Selain itu, letak telinga mungkin tampak tidak sejajar jika dilihat dari atas dan seperti membentuk jajaran genjang.

Sementara itu, brachycephaly adalah kondisi ketika bentuk kepala bagian belakang menjadi datar. Kepala pun tampak melebar dan terkadang disertai dengan dahi yang menonjol ke depan.

Artikel Lainnya: Hati-hati, Ini Dia Tanda Ubun-ubun Bayi yang Tidak Normal!

1 dari 3 halaman

Penyebab Kepala Bayi Peyang

Tulang tengkorak pada bayi umumnya akan menguat seiring dengan pertambahan usia. Bayi-bayi yang terlahir dengan persalinan normal terkadang memiliki bentuk kepala yang tidak asimetris, tetapi hal ini tidak perlu dikhawatirkan. Bentuk asimetris ini akan berangsur menghilang dalam enam minggu.

Bentuk kepala plagiocephaly dan brachycephaly pada bayi dapat disebabkan oleh beberapa hal, yaitu:

  • Kebiasaan sering tidur telentang terlalu lama.
  • Masalah saat kehamilan seperti kurangnya cairan ketuban yang menyebabkan kepala janin tertekan di dalam kandungan.
  • Kelahiran prematur.
  • Adanya penyatuan tulang tengkorak yang terlalu cepat (craniosynostosis).
  • Adanya kelemahan pada otot leher, misalnya penyakit tortikolis kongenital.

Bentuk kepala bayi yang peyang tidak menimbulkan rasa sakit atau gejala spesifik lainnya. Namun, Anda perlu tetap mewaspadainya. Selain itu Anda juga harus mencari tahu apa penyebabnya.

Caranya tak lain dengan berkonsultasi kepada ke dokter. Dengan demikian, anak Anda dapat mengetahui penyebab kepala bayi peyang serta memperoleh penanganan terapi yang tepat.

Misalnya, bila penyebab kepala bayi peyang terjadi akibat proses penyatuan tulang tengkorak terlalu cepat, perlu dilakukan tindakan operasi agar otak bayi dapat berkembang.

Artikel Lainnya: Bahaya Menggendong Bayi Sambil Diayun

2 dari 3 halaman

Pencegahan dan Cara Mengatasi Kepala Bayi Peyang

Untuk mencegah terjadinya kepala peyang pada bayi, sejak awal Anda dapat melakukan beberapa hal. Berikut cara mencegah dan mengatasi kepala bayi peyang:

1. Ubah Posisi Tidur Secara Berkala

Sebagai orang tua, tak jarang Anda merasa tidak tega mengubah posisi bayi saat anak tertidur pulas.

Namun, Anda tidak perlu ragu mengubah posisi kepala bayi bergantian kanan dan kiri agar tidak terjadi penekanan yang terlalu lama pada salah satu sisi.

2. Biarkan Anak Tummy Time

Saat mengganti popok atau ketika bayi terbagun, berikan waktu untuk tummy time beberapa waktu. 

Tummy time atau meletakkan bayi dalam posisi tengkurap. Hal tersebut bermanfaat untuk menguatkan otot-otot di sekitar leher, sekaligus mencegah terjadinya bentuk kepala yang asimetris.

Artikel Lainnya: Bunda, Yuk, Buat Anak Rutin Melakukan Tummy Time

3. Variasi dalam Posisi Menyusui Maupun Bersandar

Saat menyusui bayi, hendaknya variasikan posisi agar tidak ada penekanan di salah satu bagian kepala dalam jangka waktu lama.

Selain itu, batasi waktu meletakkan bayi di dalam kursi mobil, stroller, maupun ayunan. Anda juga bisa mengubah posisi kepala bayi secara berkala.

Cara mengatasi kepala bayi peyang juga kerap dilakukan dengan menggunakan cranial orthotic therapy, yaitu helm atau ikat kepala untuk memperbaiki bentuk kepala bayi. Helm ini dapat digunakan mulai bayi usia 4 bulan.

Penggunaan helm tentu disesuaikan dengan tingkat keparahan plagiocephaly. Tidak semua bayi harus menggunakan helm ini.

Bentuk kepala peyang bayi dapat dicegah dan diperbaiki sejak dini, jika Anda jeli memperhatikan. Anda bisa secara rutin memeriksakan bayi ke dokter spesialis anak.

Misalnya, dokter dapat menyarankan pemeriksaan tulang-tulang tengkorak pada bayi. Selain itu, rajin mengubah posisi kepala bayi saat tertidur juga dapat mencegah terjadinya bentuk kepala peyang pada bayi.

Cari tahu informasi kesehatan anak lainnya dengan membaca artikel di aplikasi Klikdokter.

(OVI/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar