Sukses

Hindari 6 Hal Ini Saat Sahur agar Tidak Cepat Lapar

Salah satu penyokong kelancaran ibadah puasa adalah menu makan sahur yang tepat. Agar tidak cepat lapar, hindari beberapa hal ini saat sahur.

Klikdokter.com, Jakarta Ramadan kembali tiba, umat Islam pun beramai-ramai menunaikan ibadah puasa. Selama sebulan lamanya, Anda harus menahan lapar, haus, termasuk hawa nafsu lainnya. Dari biasanya tiga kali, frekuensi makan pun berkurang menjadi dua kali, yaitu saat buka puasa dan sahur. Nah, sahur adalah sumber utama energi Anda selama berpuasa. Agar tidak cepat lapar, hindari beberapa hal ini saat sahur.

Durasi makan sahur biasanya lebih singkat, apalagi jika Anda bangun kesiangan! Itulah kenapa pada waktu makan ini banyak orang yang asal makan tanpa memperhatikan kandungan gizinya. Padahal, menu makan sahur adalah kunci penting tetap prima untuk beraktivitas saat berpuasa.

Bayangkan, tuntutan menahan lapar dan haus selama kurang lebih 13 jam membuat tubuh tak akan mendapat asupan makanan maupun minuman. Bila tidak disokong dengan energi dan nutrisi dari makan sahur, sangat mungkin sepanjang hari badan jadi lemas, lesu, tak bergairah, puasa pun menjadi tidak optimal.

Hal-hal yang harus dihindari saat makan sahur

Demi makan sahur yang berkualitas, berikut ini hal-hal yang harus sebisa mungkin Anda hindari.

1. Makanan dengan kadar lemak tinggi

Makanan yang tinggi lemak seperti aneka gorengan dan makanan bersantan memerlukan usaha ekstra untuk mencernanya. Alih-alih mendapatkan energi, Anda malah menjadi lemas setelah makan.

2. Makanan pedas dan asam

Saat berpuasa, lambung akan kosong selama seharian penuh. Konsekuensinya, asam lambung akan meningkat, terutama pada minggu pertama puasa. Nah, pada saat ini, makanan pedas dan asam akan memperberat kondisi tersebut, sehingga kemungkinan Anda mengalami mag lebih besar.

Selain itu, makanan pedas dan asam juga cenderung meningkatkan gas dalam lambung. Akibatnya, perut bisa begah.

3. Makanan yang terlalu asin dan terlalu manis

Makanan yang asam bersifat menarik cairan. Akibatnya, Anda akan cepat haus. Karenanya, batasilah penggunaan garam.

Sementara itu, makanan yang terlampau manis biasanya mengandung gula sederhana. Nah, gula sederhana ini memang sangat cepat diubah menjadi energi, tetapi cepat pula berkurangnya. Akibatnya, Anda akan cepat merasa lemas.

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

4. Kopi, teh, dan minuman bersoda

Minuman yang tinggi kafein seperti kopi, teh, dan minuman berkarbonasi akan memicu produksi gas dalam saluran cerna. Hal tersebut akan membuat perut kembung dan begah.

Selain itu, kopi dan teh juga bersifat diuretik, yang menjadikan frekuensi buang air kecil meningkat. Kalau sudah begitu, Anda jadi lebih mudah mengalami kekurangan cairan (dehidrasi) dan haus.

5. Makan terburu-buru

Untuk yang kesiangan bangun pasti makan sahur jadi seperti terbirit-birit. Padahal, makan terburu-buru akan membuat Anda berisiko menelan udara (aerofagia). Makanan pun tidak akan dicerna dengan optimal di mulut. Hal tersebut menjadikan perut kembung dan badan mudah lemas.

Supaya ini tidak terjadi, atur waktu makan sahur setidaknya 30 menit sebelum imsak.

6. Berbaring atau langsung tidur (lagi) setelah makan

Setelah kenyang makan sahur, banyak yang memutuskan untuk tidur lagi dengan alasan masih mengantuk. Kebiasaan ini tidak disarankan. Berikan jeda setidaknya 30 menit hingga 1 jam setelah selesai menyantap menu sahur untuk memastikan makanan telah dicerna.

Saat puasa agar tidak cepat lapar dan tetap bertenaga sepanjang hari, hindari hal-hal di atas yang disebutkan saat makan sahur. Selain itu, pastikan Anda cukup minum air putih. Minumlah dua gelas saat sahur dan saat berbuka, dan empat gelas di waktu antara berbuka dan sahur. Tetap berolahraga selama berpuasa juga penting. Lakukan aktivitas ringan jelang buka puasa. Dengan demikian, tubuh akan tetap sehat dan bugar, sehingga Anda tetap bisa menjalankan ibadah dan bekerja tanpa hambatan yang berarti.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar