Sukses

Ketahui Lebih Lanjut soal Syok Diabetes

Tidak selalu tinggi, kadar gula penderita diabetes bisa turun secara mendadak. Hal itu disebut dengan syok diabetes.

Klikdokter.com, Jakarta Bagi penderita diabetes, gula darah tinggi adalah hal yang harus mereka hadapi sehari-hari. Akan tetapi, penderita diabetes justru bisa mengalami penurunan kadar gula darah secara drastis atau lebih dikenal dengan syok diabetes. Syok diabetes bukanlah istilah medis, tetapi orang sering menggunakannya untuk menggambarkan keadaan hipoglikemia parah.

Mengenal syok diabetes atau hipoglikemia

Menurut dr. Resthie Rachmanta Putri, M. Epid dari KlikDokter, hipoglikemia atau syok diabetes adalah kondisi kadar gula darah di bawah 70 miligram/desiliter (mg/dl). Pada orang sehat, kondisi ini amat jarang terjadi. Namun pada penderita diabetes, hipoglikemia lebih sering terjadi.

"Hal ini biasanya muncul ketika terjadi ketidakseimbangan antara asupan makanan dengan dosis obat, misalnya jika orang dengan diabetes makan sedikit sekali, tapi minum obat dengan dosis biasa. Hipoglikemia juga lebih rentan terjadi pada penderita diabetes yang mendapatkan suntik insulin atau obat diabetes golongan sulfonil urea dan glinid," jelas dr. Resthie.

Nyatanya, hipoglikemia bisa lebih berbahaya dibanding gula darah yang terlalu tinggi. Karena gejala akibat kondisi ini sangat berat dan bisa muncul mendadak. Bila terlambat diobati, bisa menyebabkan kerusakan otak yang berat.

Gejala syok diabetes

Kadar gula darah seseorang bisa naik dan turun secara alami sepanjang hari. Biasanya, gula darah akan naik setelah makan, beraktivitas fisik, dan puasa. Kebanyakan orang tidak merasakan efek negatif dari perubahan ini, tetapi syok diabetes dapat menyebabkan masalah bagi penderita diabetes.

Tanda-tanda awal kadar gula darah rendah meliputi:

  • Sakit kepala
  • Gugup
  • Gelisah
  • Pusing
  • Berkeringat
  • Goyah
  • Mudah marah
  • Murung
  • Kelaparan

Gejala syok diabetes sering kali menjadi lebih buruk dan bahkan bisa berakibat fatal jika tidak diobati karena kadar gula darah yang tetap rendah terlalu lama dapat menyebabkan kejang atau koma diabetes. Gejala syok diabetes berat dapat meliputi:

  • Penglihatan kabur atau ganda
  • Kejang
  • Mengantuk
  • Kehilangan kesadaran
  • Bicara cadel
  • Kesulitan berbicara
  • Kebingungan
  • Gerakan tersentak-sentak
  • Mudah canggung

Di sisi lain, hipoglikemia atau syok diabetes juga dapat mengganggu tidur seseorang karena menyebabkan mimpi buruk, kelelahan atau kebingungan saat bangun tidur, dan keringat berlebih saat tidur.

Jika seseorang merasa menderita hipoglikemia, dia harus mendapatkan perawatan sesegera mungkin. Hipoglikemia memengaruhi pergerakan dan kemampuan seseorang untuk berpikir jernih, yang dapat menyebabkan kecelakaan serius, terutama jika itu terjadi ketika seseorang sedang mengemudi atau bekerja.

1 dari 2 halaman

Penyebab syok diabetes

Penggunaan insulin adalah penyebab paling umum dari syok diabetes. Akan tetapi, beberapa obat diabetes oral, terutama yang termasuk dalam golongan obat sulfonylurea, yang bertindak dengan merangsang pankreas untuk memproduksi lebih banyak insulin, juga dapat menyebabkan gula darah rendah. Contoh obat tersebut termasuk Amaryl, Glyburide, dan Glipizide.

Hal-hal lain yang berisiko hipoglikemia meliputi:

  • Terlalu banyak mengonsumsi insulin pada saat makan atau ngemil
  • Melewatkan atau menunda makan
  • Konsumsi alkohol
  • Tidak cukup makan
  • Tidak mengambil dosis obat diabetes yang tepat
  • Meningkatkan aktivitas tanpa menyesuaikan asupan makanan atau obat
  • Pengembangan masalah medis lainnya, seperti penyakit ginjal atau masalah adrenal
  • Durasi diabetes yang lebih lama
  • Usia yang lebih tua

Jika seseorang dengan diabetes tipe 1 atau diabetes tipe 2 mulai melihat gejala-gejala gula darah rendah, mereka dapat mengambil beberapa langkah untuk membantu meningkatkan kadar glukosa darah mereka ke kisaran normal.

Menurut American Diabetes Association (ADA), seseorang harus memeriksa kadar glukosa darah terlebih dahulu. Jika kadarnya rendah, konsumsilah camilan manis atau minuman yang mengandung 15 gram karbohidrat, kemudian periksa kembali kadar gula darah setelah sekitar 15 menit.

Jika kadarnya masih rendah, ulangi prosesnya dan konsumsi makanan atau minuman manis lainnya. Setelah kadarnya kembali normal, seseorang dapat kembali ke jadwal makan dan kudapan biasa.

Bagi penderita diabetes, mengenal syok diabetes atau hipoglikemia adalah kewajiban. Pasalnya, hipoglikemia yang tidak terdeteksi bisa menyebabkan kondisi yang membahayakan penderita. Sementara itu, jika cara penanganan awal hipoglikemia di atas tidak ampuh, lebih baik segera ke dokter.

[MS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar