Sukses

Bebas Asam Urat Berkat Sandal Refleksi, Mitos atau Fakta?

Asam urat dapat menyebabkan kaki bengkak dan nyeri. Sandal refleksi datang jadi penyelamat. Mitos atau fakta?

Klikdokter.com, Jakarta Sering merasakan nyeri sendiri di pagi hari? Awas, bisa jadi hal itu disebabkan oleh asam urat tinggi. Memang, penyakit yang bisa terjadi akibat pola makan tidak tepat ini bisa sangat mengganggu aktivitas bahkan menurunkan kualitas hidup orang yang mengalaminya.

Faktanya, mengonsumsi makanan tinggi purin seperti daging merah, jeroan, dan makanan laut (seafood) secara berlebihan dapat menyebabkan peningkatan kadar asam urat di dalam tubuh. Pada keadaan normal, asam urat yang ada di tubuh bisa dikeluarkan melalui urine. Namun jika kadarnya terlalu banyak, asam urat akan menumpuk dan membentuk kristal di sendi-sendi tubuh.

Penumpukan kristal asam urat di sendi bisa menyebabkan keluhan bengkak, merah, dan nyeri. Sendi yang sering terserang adalah bagian jari kaki dan tangan, pergelangan kaki dan tangan, lutut, serta sikut. Gejala yang terjadi akibat penumpukan kristal asam urat di sendi biasanya dirasakan malam hari dan dapat berlangsung selama beberapa hari atau minggu. Jika dibiarkan berlanjut, penumpukan kristal asam urat akan menyebabkan kerusakan sendi permanen yang disebut artritis.

Oleh karena itu, asam urat mesti segera diobati dengan cara yang tepat. Salah satu tindakan yang sering dilakukan karena dituding memberikan hasil yang maksimal untuk mengatasi penyakit asam urat adalah penggunaan sandal refleksi.

Apakah efektif?

Refleksi merupakan salah satu bentuk pijat dengan fokus pada bagian kaki, terutama daerah telapak dan sekitarnya. Refleksi dipercaya dapat memberikan khasiat pada kesehatan tubuh, karena menekan titik tertentu yang langsung memengaruhi organ dalam. Saat ini, refleksi kaki bisa dipermudah dengan adanya sandal refleksi.

Sandal refleksi memiliki desain khusus dengan tonjolan yang mengikuti letak titik refleksi telapak kaki. Nah, ketika Anda menggunakan sandal tersebut untuk berjalan, maka secara otomatis berat badan akan memberi tekanan pada titik refleksi yang ada di sandal.

Terkait efektivitasnya untuk mengatasi penyakit asam urat, beberapa penelitian mengatakan bahwa sandal refleksi bisa memberikan manfaat layaknya pijat refleksi. Disebutkan bahwa penggunaan sandal refleksi mampu memperlancar aliran darah, mengurangi stres, meningkatkan kualitas tidur, dan mengurangi intensitas nyeri akibat asam urat.

Kendati begitu, penelitian-penelitian tersebut masih belum ada yang bisa dijadikan sebagai acuan. Oleh karena itu, penggunaan sandal refleksi masih belum sepenuhnya terbukti mampu mengatasi penyakit asam urat. Lagi pula, asam urat adalah penyakit yang tidak dapat disembuhkan. Penyakit ini hanya dapat dikendalikan supaya gejalanya tak melulu mengganggu.

Cara-cara yang terbukti mampu mengendalikan penyakit asam urat supaya gejalanya tak sering mengganggu, di antaranya:

  • Minum air putih sebanyak 2 liter per hari.
  • Hindari konsumsi alkohol dan minuman yang mengandung pemanis fruktosa.
  • Batasi konsumsi makanan yang menyebabkan asam urat meningkat, seperti daging merah, jeroan, kerang, dan udang.
  • Lakukan olahraga sebanyak 3 hingga 5 kali per minggu, dengan durasi selama 30–60 menit.
  • Kontrol berat badan agar tetap berada di rentang ideal.

Kesimpulannya, sandal refleksi masih belum terbukti dapat mengatasi penyakit asam urat. Kendati begitu, sandal refleksi tetap dapat Anda jadikan sebagai alternatif terapi untuk mengurangi intensitas gejala asam urat. Jangan lupa untuk mengombinasikan penggunaannya dengan penerapan gaya hidup sehat, agar gejala asam urat tak melulu kambuh dan mengganggu keseharian Anda.

(NB/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar