Sukses

Benarkah Lari Tanpa Alas Kaki Lebih Baik untuk Kesehatan?

Lari tanpa alas kaki disinyalir lebih sehat daripada menggunakan sepatu. Benar demikian? Cek dulu medisnya di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Selain murah dan mudah, lari adalah salah satu jenis olahraga yang sangat baik bagi kesehatan. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa lari - khususnya joging - mampu menurunkan risiko penyakit jantung hingga 50 persen. Manfaat ini konon katanya bisa lebih optimal jika Anda berolahraga lari tanpa alas kaki. Benarkah demikian?

Lari tanpa menggunakan alas kaki memang sedang populer beberapa waktu belakangan. Hal ini karena orang yang melakukannya merasa lebih nyaman dan kaki bisa bergerak dengan lebih leluasa. Selain itu, berlari tanpa alas kaki juga dikatakan membuat orang yang melakukannya lebih terhindar dari risiko terjadinya cedera.

Anggapan-anggapan tersebut ternyata tidak jauh berbeda dengan yang dikatakan oleh sebagian para pakar kesehatan. Hal ini dilatarbelakangi oleh beberapa penelitian yang mengatakan bahwa lari tanpa menggunakan alasi kaki bisa mendatangkan manfaat, seperti:

  • Memperkuat otot, tendon, dan ligamen kaki.
  • Mengurangi tekanan pada tubuh bagian bawah yang biasanya terjadi jika Anda lari menggunakan sepatu.
  • Kontak kaki dengan permukaan secara langsung dapat membuat aliran darah lebih lancar.
  • Saraf sensorik dan motorik di bagian kaki menjadi lebih tajam berkat kontak langsung antara kaki dengan permukaan tanah.
  • Sensasi permukaan yang dirasakan langsung oleh kaki membuat tubuh bergerak dengan lebih optimal sehingga keseimbangan tubuh menjadi lebih baik.
  • Lari tanpa alas kaki membuat fungsi sel darah putih dan merah menjadi lebih optimal sehingga daya tahan tubuh bisa meningkat.

Di sisi lain, manfaat-manfaat tersebut tidak datang sendirian karena berlari tanpa alas kaki dapat pula mendatangkan beragam kerugian. Beberapa kerugian yang dimaksud antara lain sebagai berikut:

  • Tanpa adanya persiapan yang matang, lari tanpa alas kaki bisa menyebabkan terjadinya cedera otot.
  • Lari tanpa alas kaki membuat penekanan berlebih pada sendi lutut dan tempurung kaki. Hal ini bisa meningkatkan risiko terjadinya cedera pada bagian tersebut.
  • Rasa sakit berlebih yang diterima kaki saat lari tanpa alas kaki bisa memicu plantar fasciitis. Ini adalah keadaan yang memicu terjadinya rasa nyeri pada tumit.
  • Tanpa perlindungan sepatu, kaki akan berkontak langsung dengan permukaan tanah. Hal ini membuat bakteri dan kuman penyebab penyakit lebih mudah hinggap di kaki. Risiko terjangkit penyakit pun semakin besar.
  • Dengan berlari tanpa alas kaki, orang yang melakukannya lebih berisiko mengalami perlukaan dan kapalan di kaki.
1 dari 2 halaman

Jadi, mana yang lebih baik?

Lari tanpa menggunakan alas kaki maupun dengan sepatu sama-sama memiliki manfaat dan kerugiannya masing-masing. Hal ini dikembalikan lagi pada kondisi tubuh orang yang melakukannya, persiapan yang dilakukan, dan medan yang dijadikan lintasan berlari.

Jika Anda terbiasa lari menggunakan sepatu, tak ada salahnya untuk melakukan kebiasaan tersebut. Akan tetapi, apabila Anda ingin mencoba lari tanpa menggunakan alas kaki, sebaiknya lakukan segala persiapan dengan matang. Antara lain, dengan mempersiapkan kondisi kaki untuk menghadapi medan lintasan yang digunakan untuk berlari. Selain itu, yang paling penting, berkonsultasilah terlebih dahulu kepada doker, pelatih, atau orang yang ahli supaya aktivitas lari tanpa alas kaki yang Anda lakukan nantinya tidak berujung pada gangguan kesehatan.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar