Sukses

Jangan Asal Sebut! Ini Perbedaan Moody dan Bipolar

Banyak orang yang belum paham tentang moody dan bipolar, sehingga pelabelannya pun sering kali tidak tepat. Kenali perbedaannya.

Klikdokter.com, Jakarta Kata “moody” dan “bipolar” mungkin sudah tidak asing lagi di telinga Anda. Saking tidak asingnya, Anda kerap kali asal menyebut kondisi hati yang tidak enak dan berubah-ubah sebagai bipolar. Padahal, tak bisa semudah itu Anda melabelinya, karena ada perbedaan antara moody dan bipolar.

Bipolar merupakan kondisi perubahan suasana hati yang ekstrem, baik berupa peningkatan maupun penurunan mood secara intens. Perubahan suasana hati tersebut biasanya dapat berlangsung selama beberapa hari, beberapa minggu, bahkan selama hitungan bulan. Namun, di antara kedua fase peningkatan dan penurunan itu, ada juga fase mood normal.

Menurut dr. Anita Amalia Sari dari KlikDokter, beberapa gejala dari bipolar adalah:

  • Mengalami depresi, terlihat seperti kehilangan minat terhadap apa pun, murung, cepat lelah, dan menarik diri dari lingkungannya selama waktu tertentu. Fungsi sosialnya terganggu secara jelas. 
  • Tapi ia bisa juga mengalami manik, atau mood yang meningkat. Pada saat manik, ia bisa berbicara cepat dan kadang loncat dari satu ide ke ide lain dengan cepat. “Bahkan, secara sadar, ia senang menghamburkan uang walaupun tidak memiliki banyak uang,” jelas dr. Anita. 

Untuk mengatakan bahwa seseorang itu terkena gangguan bipolar, dia harus mengalami dua gejala di atas secara bergantian, minimal dalam kurun waktu beberapa minggu hingga beberapa bulan. Karena adanya gejala perubahan yang ekstrem tersebut, tak jarang pekerjaan dari orang dengan bipolar menjadi terbengkalai.

Perbedaan moody dan bipolar

Gangguan bipolar dan perubahan mood mungkin lebih sulit dibedakan pada remaja. Pasalnya, remaja memang sering mengalami perubahan mood yang signifikan akibat pubertas. Meski begitu, bukan berarti antara bipolar dan moody itu tidak bisa dibedakan sama sekali, lo. Tetap ada beberapa hal yang membuat keduanya berbeda, yaitu sebagai berikut.

  • Orang dengan bipolar mengalami peningkatan atau penurunan mood yang intensitasnya jauh lebih ekstrem ketimbang perubahan suasana hati biasa (moody). 
  • Orang dengan bipolar biasanya juga mengalami gangguan dalam hubungan sosial, pendidikan, karir, serta kesehatan. Sangat berbeda dengan seseorang yang hanya mengalami perubahan suasana hati biasa, mereka cenderung tidak mengalami gangguan dalam interaksi sosial.  
  • Perubahan mood yang dialami orang dengan bipolar dapat merugikan diri sendiri dan orang lain, terutama saat fase mania. Contoh yang paling sering ditemukan adalah saat mereka menghambur-hamburkan uang tanpa berpikir, terlalu bersemangat hingga tidak tidur berhari-hari, atau terlalu gegabah dalam memutuskan suatu hal.  
  • Dan terakhir, perubahan mood pada orang dengan bipolar lebih lama dibandingkan durasi moody. Moody biasanya hanya terjadi selama beberapa hari, bahkan ada pula yang sehari. Sedangkan orang dengan bipolar bisa mengalaminya selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan! 

Kini Anda sudah tahu perbedaan antara moody dan bipolar. Moody bersifat lebih ringan, sedangkan bipolar merupakan perubahan suasana hati yang ekstrem dan dialami dalam jangka waktu yang lebih lama. Jadi, jangan asal menyebut orang yang sedang marah sebagai bipolar, ya! Karena sekali lagi, bipolar tidak sesederhana itu.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar