Sukses

Kumur Air Garam Efektif Atasi Radang Tenggorokan?

Radang tenggorokan kerap menyerang di masa pancaroba. Kumur air garam menjadi salah satu cara yang digunakan untuk meredakan kondisi ini.

Radang tenggorokan yang juga disebut sebagai infeksi tenggorokan atau faringitis, merupakan suatu peradangan pada faring. Saat mengalami nyeri tenggorokan, sebagian orang menggunakan metode kumur air garam untuk meredakan keluhan yang muncul.

Berdasarkan data yang diperoleh, sebesar 90 persen penyebab radang tenggorokan adalah infeksi virus. Itu sebabnya tidak jarang kebanyakan orang langsung mengonsumsi obat-obatan atau bahkan antibiotik, padahal belum tentu penyebabnya adalah hal tersebut.

Untuk infeksi virus sendiri, terapi yang sebaiknya diberikan hanyalah bersifat simtomatis, yakni untuk mengurangi gejala yang dirasakan, dan tentunya tidak menggunakan antibiotik.

Fenomena ini juga yang merupakan salah satu penyalahgunaan antibiotik yang dapat menyebabkan resistansi antibiotik.

Oleh karena itu, tidak ada salahnya mencoba bahan alami untuk meredakan gejala yang dirasakan, salah satunya dengan berkumur dengan air garam. Tapi, benarkah cara ini cukup efektif?

Artikel Lainnya: Cara Mengatasi Radang Tenggorokan

1 dari 4 halaman

Terapi yang Tepat untuk Radang Tenggorokan

Gejala yang sering dikeluhkan oleh pasien yang mengalami radang tenggorokan adalah rasa tidak nyaman dan nyeri maupun gatal pada tenggorokan, serta sulit menelan.

Bila disebabkan oleh infeksi virus, radang tenggorokan biasanya dapat berlangsung sekitar satu minggu, tergantung pada imunitas seseorang dalam melawan virus.

Untuk menjaga imunitas tubuh, istirahat yang cukup, minum banyak air, konsumsi minuman hangat hingga menggunakan bahan herbal dipercaya dapat membantu mengatasi radang tenggorokan.

Selain itu, tidak sedikit pula orang yang menggunakan air garam untuk mengatasi radang tenggorokan. Menyoal hal tersebut, berdasarkan artikel yang diterbitkan oleh Harvard, berkumur dengan larutan garam memang dapat meredakan nyeri tenggorokan.

Artikel Lainnya: Malas Jaga Kebersihan Gigi dan Mulut Picu Radang Tenggorokan?

2 dari 4 halaman

Kumur Air Garam Sebagai Solusinya

Penelitian menyatakan bahwa berkumur dengan air garam dapat meredakan radang tenggorokan karena garam bersifat mengikat air. Kandungan garam yang tinggi pada larutan tersebut akan menarik air yang berada di dalam jaringan tenggorokan yang sedang mengalami peradangan.

Alhasil, bengkak pada jaringan tersebut dapat berkurang dan meredakan rasa nyeri. Larutan air garam yang digunakan untuk berkumur saat radang tenggorokan dapat dibuat dengan melarutkan 1/4 sampai 1/2 sendok teh garam yang dilarutkan dalam 250ml air.

Jika Anda ingin mencobanya, sebaiknya berkumurlah sebanyak dua kali dalam sehari, dan gunakan air hangat. Sebab, air hangat dapat lebih membantu dalam meredakan rasa nyeri dibandingkan dengan air dingin. Selain itu, air hangat akan mempermudah garam larut dalam air.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Healthline, garam laut (sea salt) lebih mudah larut dalam air dibandingkan dengan garam dapur biasa. Namun, sebenarnya jenis garam apapun dapat digunakan untuk membuat larutan pereda radang tenggorokan dan memiliki efektivitas yang sama.

Saat berkumur menggunakan larutan garam, harus diperhatikan bagi para penderita hipertensi atau darah tinggi agar tidak menelan larutan air garam setelah selesai berkumur. Sebab, hal tersebut dapat membahayakan kondisi kesehatannya. 

Artikel Lainnya: Ibu Menyusui Kena Radang Tenggorokan, Apa Efeknya pada Bayi?

3 dari 4 halaman

Tidak dianjurkan untuk sebagian orang

Menurut dr. Resthie Rachmanta Putri. M.Epid, kumur air garam untuk meredakan radang tenggorokan terbilang cukup sederhana untuk dilakukan. Akan tetapi, cara ini tidak dianjurkan untuk anak berusia 6 tahun ke bawah. Pasalnya, anak pada usia tersebut biasanya belum mampu berkumur dengan baik.

Selain itu, kumur air garam juga tidak boleh dilakukan pada orang-orang yang memiliki gangguan menelan. Misalnya, pada orang yang baru saja terserang stroke atau penderita penyakit multiple sklerosis. Kumur air garam pada orang-orang tersebut bisa menyebabkan risiko tersedak.

dr. Resthie Mengingatkan, kumur menggunakan air garam adalah pengobatan alternatif yang hanya mampu meredakan radang tenggorokan derajat ringan. Supaya efektif, terapi ini pun perlu dikombinasikan dengan minum lebih banyak air putih (sekitar 2 liter per hari), istirahat cukup, konsumsi makan sehat dan bergizi seimbang, serta menghindari rokok dan paparan asapnya.

Jika keluhan tidak kunjung membaik dalam beberapa hari, jangan ragu untuk segera konsultasi lebih lanjut pada dokter. Ini mungkin pertanda bahwa radang tenggorokan yang Anda alami disebabkan oleh infeksi bakteri, yang butuh obat antibiotik untuk mengatasinya. Jadi tidak cukup hanya diredakan dengan kumur air garam.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar