Sukses

Benarkah Jagung Ungu Bisa Kurangi Gejala Diabetes?

Jagung ungu banyak digadang sebagai makanan sehat. Ada juga yang bilang bagus untuk diabetes.

Klikdokter.com, Jakarta Pernahkah Anda melihat atau memakan jagung ungu? Jenis jagung ini mungkin masih sangat tidak biasa bagi Anda karena biasanya, jagung yang Anda ketahui itu berwarna kuning. Meski belum terlalu terkenal, konon jagung ungu bisa mengurangi gejala diabetes.

Gejala diabetes yang dimaksud adalah mengurangi peradangan dan resistansi insulin. Itu telah ditunjukkan melalui sebuah penelitian. Menurut para periset, khasiat tersebut berasal dari bahan kimia yang terkandung di dalam jagung ungu.

Pada dasarnya, mengonsumsi makanan yang sehat adalah kunci dari pencegahan dan pengelolaan diabetes tipe 2. Buah, sayuran non-tepung, biji-bijian, dan kacang-kacangan semuanya ada dalam daftar makanan yang direkomendasikan oleh American Diabetes Association (ADA).

Meski jarang dipilih sebagai makanan sehat diabetesi, jagung bisa menjadi asupan yang baik. Sebuah penelitian tahun 2017 menunjukkan bahwa tikus yang mengonsumsi ekstrak dari strain jagung biru bersamaan dengan pola makan ala Barat memiliki lebih sedikit lemak perut, serta kadar kolesterol dan trigliserida darah yang lebih baik.

Kini, tim peneliti dari University of Illinois, Northeast Agricultural University, dan Zhejiang University menyajikan data yang menunjukkan bahwa fitokimia kompleks pada jagung ungu dapat mengurangi peradangan dan meningkatkan sensitivitas insulin ketika diuji coba pada tikus.

1 dari 3 halaman

Mengelola peradangan, obesitas, dan resistansi insulin

Profesor Elvira Gonzalez de Mejia, profesor ilmu pangan yang memimpin penelitian tersebut, telah menerbitkan temuan ini dalam jurnal Food Chemistry. Untuk penelitian tersebut, para periset menghabiskan waktu 4 tahun untuk menanam 20 varietas jagung baru, yang mereka peroleh dari jagung merah Apache. Mereka kemudian menggunakan air untuk mengekstrak senyawa kimia yang ada di lapisan luar biji jagung (perikarp).

Untuk menguji potensi dari ekstrak perikarp, para peneliti mengeceknya di laboratorium dan menggunakan model peradangan dan obesitas pada sel tikus. Ketahuilah bahwa peradangan dan obesitas merupakan dua faktor utama penyebab diabetes. Hasilnya, ketika mereka mengekspos makrofag ke dalam ekstrak, terjadi pengurangan molekul pro-inflamasi. Makrofag adalah sel kekebalan yang berperan dalam peradangan.

Para peneliti juga menguji ekstrak perikarp pada adiposit yang telah mereka induksi secara buatan untuk mengembangkan resistansi insulin, suatu ciri khas diabetes. Hasilnya, ekstrak tersebut mampu mengurangi tingkat stres oksidatif dalam sel. Terjadi pula peningkatan penyerapan glukosa serta pengurangan resistansi insulin yang tentu akan berdampak baik bagi diabetesi.

Melihat hal tersebut, apakah lantas diabetesi dapat memanfaatkan jagung ungu sebagai menu sehari-hari? Atau cukup dengan mengonsumsi ekstrak perikarp saja? “Kedua pendekatan itu penting. Anda bisa mengonsumsi jagung berwarna sebagai bagian dari diet sehat, sekaligus memanfaatkan produk berbahan perikarp yang terbuat dari pengolahan penggilingan jagung kering,” kata De Meija.

2 dari 3 halaman

Pentingnya memperhatikan asupan saat diabetes

Para diabetesi harus benar-benar memerhatikan asupan makanan mereka. Menurut dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter, biasanya diabetesi disarankan menghindari makanan berkarbohidrat tinggi, minuman ringan, lemak jenuh, dan daging merah.

“Sebisa mungkin, hindari keempat makanan dan minuman tersebut demi menjaga kadar gula darah Anda dalam batas yang wajar,” ungkapnya.

Beberapa makanan yang tinggi karbohidrat biasanya roti tawar, pasta makaroni, buah kalengan, dan permen. Selain itu, diabetesi juga perlu menyingkirkan lemak jenuh yang biasanya terdapat dalam keju olahan, mentega, selai kacang, serta daging berlemak.

Begitu pula daging merah yang diolah menjadi daging asap atau sosis. Hal ini dikarenakan kandungan garam yang tinggi dapat meningkatkan risiko dan memperparah gejala diabetes.

Penelitian terkait jagung ungu dan diabetes yang dijabarkan di atas memang cukup menggembirakan. Akan tetapi, semuanya masih perlu pembuktikan lebih lanjut lewat rangkaian penelitian lainnya. Selain itu, jenis jagung ungu belum terlalu dikenal banyak orang, kecuali Anda berniat menanamnya sendiri di pekarangan rumah.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar