Sukses

Benarkah Sering Pakai Smartphone Picu Kegemukan?

Ada yang bilang, keseringan main smartphone bisa sebabkan kelebihan berat badan alias kegemukan. Apakah medis setuju dengan hal itu?

Klikdokter.com, Jakarta Di era modern seperti sekarang, kehadiran smartphone adalah hal yang lumrah. Dari anak hingga lansia, sebagian besar dari mereka memiliki benda yang disebut ponsel pintar tersebut lantaran sangat membantu dalam melakukan aktivitas harian. Sayangnya, berbagai kemudahan yang ditawarkan smartphone hadir bersama efek merugikan, salah satunya adalah risiko kegemukan.

Pendapat yang menyebut bahwa smartphone memicu kegemukan berdasar pada sebuah studi kecil yang menemukan bahwa seseorang yang multitasking, terutama selalu menggunakan smartphone sambil beraktivitas, cenderung memiliki berat badan berlebih. Menurut penulis studi yang sekaligus peniti dari University of Houston, Richard Lopez, ada kemungkinan bahwa smartphone benar-benar mengubah fungsi otak. Keasyikan bermain smartphone diduga mampu mengganggu kontrol diri dalam hal berat bedan.

Pada studi tersebut, Lopez meneliti 132 siswa berusia 18–23 tahun. Para partisipan diminta untuk menjawab pertanyaan tentang frekuensi kegiatan multitasking dan seberapa jauh kegiatan tersebut mengalihkan perhatian mereka. Setelah dilakukan pengkajian, tim peneliti mendapatkan hasil bahwa partisipan yang sering multitasking dan melakukan peralihan kegiatan lantaran menggunakan smartphone memiliki berat badan berlebih.

Selanjutnya, Lopez dan rekan-rekan meminta 72 siswa menjalani pemindaian otak Magnetic Resonance Imaging (MRI) sambil mereka diperlihatkan gambar makanan lezat. Dari uji coba tersebut, tim peneliti menemukan bahwa gambar makanan lezat tersebut mampu memicu bagian otak yang bertugas mengatur nafsu makan. Menurut para peneliti, para peserta ini ―yang cenderung memiliki lebih banyak lemak di tubuh― menghabiskan lebih banyak waktu di kantin kampus.

Masih belum pasti

Penelitian yang dilakuakan oleh Lopez dan tim masih belum dapat dijadikan sebagai acuan. Dengan kata lain, multitasking terkait smartphone belum terbukti berperan dalam hal meningkatkan berat badan. Kendati deimikian, Lopez percaya bahwa temuan pada penelitian yang ia lakukan menunjukkan adanya hubungan antara multitasking dan risiko berat badan berlebih alias obesitas.

Lagi pula, penelitian lain oleh direktur Yale University's Yale-Griffin Prevention Research Center, Dr. David Katz, menyatakan makan sambil bermain smartphone memang bisa menyebabkan kegemukan. Hal ini lantaran peralihan perhatian oleh smartphone yang membuat seseorang tergoda untuk makan lebih banyak.

"Terganggu saat makan adalah salah satu hal yang bisa membuat Anda makan berlebihan, membuat pilihan yang buruk, dan menambah berat badan," ujar Dr. David Katz.

Tak hanya sampai di situ, dr. Andika Widyatama dari KlikDokter juga mengatakan bahwa smartphone sebenarnya mampu membuat seseorang diam di tempat alias tidak bergerak. Hal ini memainkan peran pada terjadinya kegemukan, karena Anda terlalu asyik diam berlama-lama sambil bermain ponsel pintar.

"Di era teknologi saat ini, tidak bisa dimungkiri bahwa kehadiran gawai bisa membuat seseirang lebih malas bergerak dan berolahraga, sehingga berujung pada penambahan berat badan," tutur dr. Andika.

Memang, smartphone belum sepenuhnya terbukti menjadi biang keladi peningkatan berat badan. Akan tetapi, Anda sebaiknya tetap waspada dan mulai membatasi diri dari paparan smartphone ataupun jenis gawai lainnya. Jangan melulu bergantung pada benda-benda tersebut, apalagi jika Anda tak ingin berakhir mengalami kelebihan berat badan atau kegemukan!

(NB/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar