Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Orang Tua Sering Berteriak pada Anak, Ini Efek Negatifnya

Orang Tua Sering Berteriak pada Anak, Ini Efek Negatifnya

Maksud hati mendidik dengan tegas, kebiasaan orang tua berteriak pada anak malah menjadi bumerang bagi karakter sang buah hati.

Sebagai orang tua, ada kalanya Anda merasa kesal terhadap tingkah anak yang sulit diatur. Rasa ingin memarahinya pun sulit untuk dibendung. Meski begitu, Anda sebaiknya tidak berteriak pada anak dengan alasan apa pun.

Hal ini karena berteriak pada anak dengan alasan mendidik tegas, sangat tidak baik untuk kepribadian maupun perkembangan karakternya kelak. Simak ulasannya di bawah ini.

 

1 dari 3 halaman

Dampak Sering Berteriak pada Anak

Alih-alih menasihati dengan lembut, masih banyak orang tua yang lebih memilih meneriaki anaknya. Padahal dampak teriak pada anak dapat memengaruhi psikologinya. Berikut ini adalah dampak bicara keras pada anak.

1. Anak Menjadi Ketakutan dan Trauma

Sering berteriak pada anak akan membuat anak menjadi ketakutan dan trauma dengan orang tuanya. Padahal orang tua merupakan sosok yang seharusnya dekat dengan anak.

Hal ini akan merenggangkan hubungan antara anak dan orang tua, dan tentunya ini akan berdampak negatif hingga kemudian hari.

Artikel Lainnya: Kiat Menghadapi Anak yang Suka Berteriak di Tempat Umum

2. Anak Akan Sering Berteriak pada Orang Lain

Anak belajar dengan cara mencontoh dan salah satu yang paling sering dicontoh adalah perilaku orang tua. Itulah sebabnya, jika orang tua sering berteriak kepada anak, anak juga akan melakukan hal yang sama saat bermain dengan temannya. Jika ia memiliki adik maka ia juga akan sering meneriaki adiknya.

3. Anak Akan Menjadi Mudah Marah

Kondisi emosi anak juga menjadi lebih labil jika sering diteriaki. Mengapa demikian?

Anak yang sering diteriaki akan memiliki masalah dalam proses perkembangan maturasi kondisi emosinya, sehingga ia akan berkembang menjadi anak yang mudah marah dan memiliki emosi yang labil. Kelak hal ini akan mengganggu proses interaksi sosial anak setelah beranjak dewasa.

4. Anak Lama Kelamaan Menjadi Kebal

Sering dimarahi pada awalnya akan membuat anak ketakutan, namun lama kelamaan anak menjadi kebal dengan teriakan orang tua. Ia menganggap itu merupakan hal wajar yang terjadi di rumah.

Sebaliknya, anak yang sangat jarang diteriaki pastinya akan mengerti jika sampai orang tua berteriak, maka itu merupakan kesalahan yang sangat fatal yang tidak boleh diulanginya.

Artikel Lainnya: Kenali Tanda-tanda Stres pada Anak

5. Anak Akan Melawan Orang Tua

Dalam perkembangannya, anak yang sering diteriaki tidak hanya kebal dengan teriakan orang tua, tapi juga akan menjadi anak yang melawan orang tua. Bisa jadi suatu saat, saat ia diteriaki tentang sesuatu yang ia anggap benar maka ia akan balas meneriaki orang tuanya.

2 dari 3 halaman

Cara Mendisiplinkan Anak Tanpa Berteriak

1. Mulai dengan Memberikan Contoh yang Baik

Jika Anda ingin mengajari sesuatu kepada anak, mulailah dengan mencontohkan hal tersebut kepada anak karena anak sangat mudah mengikuti perangai dari orang tuanya. Ajarkan hal-hal baik kepada anak sejak dini, termasuk kedisiplinan, agar ia terbiasa dengan hal tersebut.

2. Ajak Anak Berbicara

Hal lain yang perlu dilakukan adalah dengan mengajak anak berbicara empat mata. Terangkan secara baik dan halus mengenai arti kedisiplinan dan manfaat kedisiplinan.

Berikan ruang bagi anak untuk bertanya apa pun terkait hal tersebut. Dengan cara ini, anak mengerti pentingnya kedisiplinan dan mempererat hubungan antara orang tua dan anak.

3. Diskusikan Manfaat dan Keburukan Melakukan Suatu Hal

Saat Anda berbicara mengenai kedisiplinan, berdiskusilah mengenai hal-hal yang sering ia lakukan. Ajak anak berpikir apakah itu merupakan hal yang baik atau sebaliknya.

Biarkan anak menilai sendiri perbuatan-perbuatannya di masa lampau, baik dari segi manfaat maupun keburukannya.

Artikel Lainnya: Kesehatan Mental Anak sejak Dini Harus Diperhatikan, Ini Alasannya!

4. Berikan Sanksi yang Membangun Jika Anak Melakukan Kesalahan

Orang tua juga tidak boleh bersifat permisif artinya membiarkan anak melakukan apapun. Anda tetap perlu melatih kedisiplinan anak, misalnya dengan memberikan sanksi jika anak melakukan suatu kesalahan.

Sebaiknya sanksi yang diberikan tidak melibatkan hukuman fisik, tapi carilah jenis sanksi yang membangun. Misalnya harus menghafalkan kosa kata bahasa Inggris, membersihkan rumah, membatasi waktu menonton TV, dan lain-lain.

5. Berikan Pujian Jika Anak Melakukan Kebaikan

Orang tua tidak hanya menegur jika anak melakukan kesalahan. Akan tetapi, orang tua juga perlu memberikan pujian pada anak atas capaian yang diperolehnya.

Selain pujian, orang tua juga dapat memberikan hadiah yang bersifat membangun jika anak melakukan suatu kebaikan atau prestasi. Hal ini akan meningkatkan semangat anak untuk hidup yang lebih teratur.

Jika Anda masih memiliki pertanyaan seputar topik ini, silakan berkonsultasi dengan dokter kami melalui layanan Live Chat di aplikasi KlikDokter.

[FY/ RS]

0 Komentar

Belum ada komentar