Sukses

Tips Bicara pada Anak tentang Pemilu dan Politik

Supaya tidak salah kaprah, anak perlu diberi pengetahuan tentang Pemilu dan politik. Begini cara yang tepat.

Klikdokter.com, Jakarta Kurang dari sebulan, masyarakat Indonesia akan dihadapkan dengan pesta demokrasi terbesar, yakni Pemilihan Umum alias Pemilu – baik untuk memilih anggota legislatif maupun presiden dan wakil presiden. Bagi orang dewasa, politik dan Pemilu adalah hal lumrah yang sering seliweran di hadapan mata. Namun bagi anak-anak, keduanya merupakan hal yang asing dan membingungkan. Nah, tugas orang tua adalah memberikan penjelasan tentang Pemilu dan politik supaya anak tidak salah dalam mengambil langkah ke depan.

"Sudah menjadi tanggung jawab orang tua untuk memastikan bahwa anak sadar akan hal tersebut (Pemilu dan politik). Anak juga harus tahu bahwa tidak ada yang salah dengan membicarakan kedua hal tersebut," ujar dr. Seprini Timurtini Limbong dari KlikDokter.

Kapan waktu yang tepat?

Sebuah survei yang dilakukan oleh Care.com meneliti beberapa faktor tentang bagaimana dan kapan orang tua berbicara dengan anak-anak mereka tentang politik. Tim peneliti menemukan bahwa:

  • Orang tua mulai berbicara tentang politik ketika anak berusia antara 5 dan 8 tahun (13%)
  • Memulai diskusi ketika mereka berusia antara 6 dan 8 tahun (30%)
  • Dimulai ketika anak-anak berusia antara 9 dan 12 tahun (27%)
  • Anak bertanya kepada orang tua tentang politik (40%)
  • Orang tua berbicara dengan anak mereka tentang politik (46%)
  • Bagi orang tua yang tidak berbicara politik, 90% di antaranya percaya bahwa anak mereka terlalu muda untuk mengerti akan hal tersebut.

Terkait temuan tersebut, Care.com menyebut bahwa orang tua bisa mulai bicara tentang politik saat anak sudah memasuki usia sekolah dasar (SD) atau usia 6–12 tahun. Hanya saja, menurut senior editor di Care.com, Katie Bugbee, orang tua juga boleh mengajarkan politik pada anak di luar usia tersebut.

"Sebenarnya, waktu terbaik untuk membicarakan soal pilitik dan Pemilu kepada anak adalah pilihan pribadi masing-masing keluarga. Hal itu bergantung seberapa nyaman orang tua berbicara tentang politik dan seberapa cepat anak-anak menangkap dan mengerti soal hal tersebut," ujar Katei Bugbee.

“Pastikan anak siap untuk mulai belajar pentingnya memilih. Secara pribadi, langkah pertama untuk memperkenalkan anak ke ranah politik adalah dengan memberikan pengetahuan bahwa mereka memiliki hak untuk memilih di masa depan," kata Katie.

Tetap bersikap netral

Sebagai orang tua, jangan pernah ajarkan Pemilu dan politik dari sudut pandang Anda secara pribadi. Akan lebih baik bila Anda membeberkan hal tersebut dari sudut pandang berbeda, agar anak bisa mengetahui bahwa politik adalah sebuah hal rumit yang perlu banyak sumber untuk dapat mengartikannya lebih mendalam.

Selain itu, bantu pula anak Anda untuk menemukan informasi objektif mengenai masalah politik dan kandidat terkait secara daring. Tindakan ini dilakukan agar anak bisa mempertimbangkan banyak hal sebelum memutuskan perasaan sendiri terhadap hal terkait.

Di sisi lain, Anda juga sebaiknya menjauhkan anak dari sisi politik yang buruk. Jangan sampai anak Anda terpicu pada praktik politik negatif, karena mereka bisa terpicu untuk terus melakukannya, bahkan hingga merugikan negara dan rakyat yang ada di dalamnya.

Membantu anak menjadi warga negara yang terlibat dan berkomitmen adalah bagian dari hal yang bisa Anda lakukan sebagai orang tua. Dengan memiliki dasar dan prinsip yang telah disampaikan, Anda bisa berbicara tentang Pemilu dan politik pada anak dengan lebih santai. Selalu ingat untuk bersikap netral, hanya mengajarkan politik dari sisi positif, dan jangan asal berpendapat tanpa mencari tahu kebenarannya terlebih dahulu.

(NB/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar