Sukses

Sering Kencing di Malam Hari Juga Tanda Hipertensi?

Sering kencing di malam hari kerap dikaitkan dengan diabetes. Akan tetapi, benarkah beser pada malam hari juga tanda hipertensi?

Klikdokter.com, Jakarta Anda termasuk orang yang sering kencing atau beser pada malam hari? Biasanya kebiasaan ini diidentikkan dengan gejala diabetes mellitus. Namun kini, sebuah penelitian terbaru menyebutkan bahwa beser pada malam hari juga tanda hipertensi. Benarkah demikian?

Kondisi yang bikin sering buang air kecil

Seperti sempat disinggung sebelumnya, penderita diabetes memang cenderung sering buang air kecil. Menurut dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter, hal ini karena gula di dalam darah terlalu banyak sehingga menarik air. Akibatnya, pasien diabetes akan menjadi sering kencing di malam hari.

"Ini ditandai dengan keluhan banyak minum, banyak makan, banyak kencing terutama pada malam hari, penurunan berat badan, dan keluhan-keluhan tidak khas lainnya," ujar dr. Dyan Mega.

Tak cuma itu, dr. Karin Wiradarma dari KlikDokter, menambahkan, beser juga sering dialami wanita yang baru saja melahirkan. "Misalnya, bayinya itu besar dan wanita tersebut melahirkan secara normal, jadi ada kerusakan pada ‘rem’ yang ada di kandung kemih.”

“Jadi kalau ‘rem’ itu istilahnya blong, ia tidak bisa menahan kencing. Itu banyak terjadi pada malam hari,”tutur dr. Karin.

Nah, selain dua hal itu, ada beberapa kondisi yang menyebabkan Anda sering buang air kecil, yaitu:

  • Infeksi Saluran Kencing (ISK)

ISK menyebabkan keluhan sering buang air kecil (BAK), nyeri, rasa tidak lampias (rasa ada sisa setelah kencing), bisa disertai dengan perubahan warna kencing menjadi keruh atau kemerahan. Infeksi saluran kencing dapat pula disertai dengan penyakit batu saluran kencing. Faktor risiko terjadi infeksi saluran kencing adalah minum sedikit, sanitasi yang buruk, dan hubungan seksual yang tidak sehat.

  • Diabetes insipidus

Kondisi ini menyebabkan kekurangan hormon antidiuretik dalam tubuh atau kurangnya respons ginjal terhadap hormon antidiuretik. Kondisi ini menyebabkan jumlah air kencing berlebih.

  • Pembesaran kelenjar prostat

Kondisi tersebut biasanya terjadi pada pria yang sudah lanjut usia atau berusia lebih dari 50 tahun. 

1 dari 3 halaman

Sering kencing malam hari pertanda hipertensi?

Hal-hal di atas adalah masalah yang terjadi dengan gejala kencing pada malam hari. Akan tetapi, menurut penelitian terbaru, sering kencing pada malam hari ternyata bisa menandakan Anda mengalami masalah tekanan darah tinggi.

Melansir dari Newsweek, peneliti Jepang melihat fenomena yang dikenal sebagai nokturia atau kebutuhan untuk buang air kecil setidaknya sekali dalam semalam. Ini dilakukan untuk memahami kaitan potensial dengan tekanan darah tinggi.

Untuk menyelidikinya, para ilmuwan mendaftarkan 3.730 orang dari Watari, kota di utara Tokyo. Para peserta penelitian sebelumnya telah mengambil bagian dalam penilaian kesehatan tahunan pada 2017.

Para peneliti mendokumentasikan tingkat tekanan darah istirahat dari para peserta dan mengambil sampel darah mereka. Para peserta juga mengisi kuesioner yang menanyakan seberapa sering mereka bangun di malam hari untuk buang air kecil.

Hasilnya, mereka yang melaporkan nokturia (buang air kecil berlebihan)ditemukan 40 persen lebih mungkin memiliki tingkat tekanan darah lebih tinggi daripada mereka yang tidak. Temuan ini dipresentasikan pada Pertemuan Ilmiah Tahunan ke-83 Japanese Circulation Society.

"Tim berharap penelitian ini akan berkontribusi terhadap pemahaman setiap orang tentang tekanan darah tinggi yang jika diobati dapat menunda perkembangan penyakit jantung," ujar dr. Satoshi Konno, dari Divisi Hipertensi di Rumah Sakit Tohoku Rosai, Jepang.

Tim kemudian memperkirakan perbedaan jenis kelamin antara nokturia dan hipertensi, atau tekanan darah tinggi yang tidak normal. Ini karena pembesaran prostat dapat menyebabkan pria buang air kecil di malam hari.

"Yang mengejutkan kami, nokturia secara bermakna dikaitkan dengan hipertensi pada kedua jenis kelamin. Risiko hipertensi lazim hampir sama pada pria dan wanita," kata dr. Konno.

"Nokturia mungkin merupakan tanda awal tekanan darah tinggi, untuk itu Anda harus cek tekanan darah jika Anda belum pernah memeriksa sebelumnya," ujar dr. Konno.

2 dari 3 halaman

Garam berlebihan bisa picu nokturia

Sementara itu, sebuah studi terpisah pada orang yang tinggal di Jepang yang diterbitkan pada 2017 di International Journal of Urology juga menemukan asupan garam yang berlebihan meningkatkan risiko seseorang mengalami nokturia.

"Korelasi ini terjadi karena rata-rata asupan garam orang Jepang relatif tinggi," ujar Dr. Robert Carey, wakil ketua American Heart Association 2017 dan American College of Cardiology Practice Guidelines.

Orang Jepang mengonsumsi rata-rata 10 gram garam per hari, dibandingkan dengan rata-rata global 4 gram per hari. Penyebabnya, orang Jepang gemar mengonsumsi makanan yang mengandung kecap asin.

Carey melanjutkan, "Ada banyak penyebab nokturia, di antaranya asupan garam atau cairan makanan tinggi dan pengobatan hipertensi dengan terapi diuretik."

Di sisi lain, Konno juga mengakui penelitiannya dan tim memiliki beberapa keterbatasan. Oleh karena itu, penelitian ini tetap membutuhkan studi lanjutan.

Untuk itu, sangat penting memperhatikan kebiasaan buang air kencing Anda di malam hari. Jika Anda sering berkali-kali buang air kecil dalam satu malam, sebaiknya segera cek tekanan darah Anda. Deteksi dini dapat membantu Anda untuk mengubah gaya hidup yang lebih sehat agar terhindar dari hipertensi akut.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar