Sukses

Benarkah Aroma Lavender Efektif Atasi Stres?

Salah satu cara alami yang dituding mampu mengusir stres dengan efektif adalah menghirup aroma lavender. Apa kata medis?

Klikdokter.com, Jakarta Stres merupakan salah satu masalah yang tidak dapat dipisahkan dari hidup manusia. Kondisi tertekan yang dapat memberikan beban berlebih pada kesehatan mental itu dapat menurunkan kualitas hidup, karena orang dengan tingkat stres yang tinggi memiliki kesulitan untuk fokus dalam menjalankan tugasnya. Tak sekadar itu, berbagai penelitian telah membuktikan bahwa stres juga berhubungan dengan obesitas, hipertensi atau darah tinggi, serta penyakit jantung.

Atas dasar itu, stres harus dikelola dengan baik agar tidak terjadi berkelanjutan. Salah satu cara alami yang konon efektif mengusir stres adalah dengan menghirup aroma lavender. Namun, apakah hal tersebut bisa dibuktikan secara medis?

Menguak manfaat lavender

Bunga lavender atau lavendel tidak hanya cantik dilihat, tapi juga bisa mendatangkan beragam manfaat sehat. Salah satu manfaat yang sudah dikenal sejak lama dari ekstrak bunga lavender adalah untuk mengusir nyamuk.

Lebih dari itu, lavender juga sering digunakan sebagai aromaterapi. Khasiat bunga lavender sebagai aromaterapi memang telah lama diperbincangkan, meski hingga saat ini belum ada penelitian yang benar-benar mampu membuktikannya.

Salah satu penelitian di Jepang mencoba menguak lebih lanjut tentang manfaat lavender sebagai aromaterapi. Menurut salah satu peneliti yang tergabung dalam studi, Dr. Hideki Kashiwadani, bunga lavender mengandung zat bernama linalool yang memiliki efek sebagai penenang sehingga mampu menurunkan derajat keparahan stres. Kendati demikian, mekanisme tentang bagaimana linalool pada bunga lavender menyebabkan efek tersebut masih menjadi misteri hingga saat ini.

Banyak peneliti yang beranggapan bahwa mekanisme kerja zat linalool yang terkandung dalam lavender adalah melalui penyerapan di saluran napas, yang kemudian menuju reseptor di otak dan bekerja sebagai penenang. Sayangnya, penelitian yang dilakukan oleh Dr. Hideki Kashiwadani menunjukkan hasil berbeda. Penelitian ini menunjukkan bahwa mekanisme kerja linalool di otak pada reseptor GABA harus melalui serabut saraf penciuman yang terangsang oleh zat linalool tersebut.

Pada penelitiannya, Dr. Hideki memilih tikus sebagai bahan percobaan. Setelah beberapa lama, hasil penelitian menunjukkan bahwa tikus dengan fungsi penciuman yang baik mengalami efek relaksasi setelah diberikan aromaterapi lavender tanpa memengaruhi aktivitas gerakan tikus.

Sementara itu, pada tikus yang mengalami ganggauan saraf penciuman, tidak terjadi efek relaksasi setelah diberikan aromaterapi lavender. Hal ini membuktikan bahwa linalool bekerja melalui saraf penciuman menuju reseptor GABA di otak. 

Meski sepintas jelas, hasil penelitian yang dilakukan oleh Dr. Hideki masih belum dapat dijadikan sebagai acuan. Bahkan, untuk dilakukan uji coba kepada manusia saja masih belum dapat diterapkan lantaran masih membutuhkan berbagai penelitian lanjutan untuk menguji keamanan dan dosis yang tepat digunakan.

Namun, adanya berbagai penelitian tersebut memberikan angin segar bagi Anda yang sering dilanda stres. Meski mekanisme dan “dosis” yang dianjurkan masih belum diketahui pasti, menghirup aroma lavender bisa Anda jadikan alternatif untuk mengusir stres.

Satu hal yang perlu diingat, hindari menghirup aroma tersebut terlalu sering atau terlalu banyak. Tindakan ini dikhawatirkan mampu memicu efek samping yang merugikan. Dan, terakhir, jika dirasa aroma lavender belum cukup untuk meredakan stres yang Anda alami, jangan sungkan untuk berkonsultasi lebih lanjut pada dokter atau psikiater.

(NB/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar