Sukses

Ketiak Sakit, Coba Cari Penyebabnya di Sini

Selain bisul, ini enam hal yang bisa menjadi penyebab ketiak Anda terasa sakit.

Klikdokter.com, Jakarta Ketika hendak memakai deodoran, terasa ada yang berbeda dari ketiak Anda. Entah apa penyebabnya, pokoknya ketiak sakit hingga sulit memakai baju seperti biasa. Tanya beberapa anggota keluarga, mereka justru mengatakan hal yang menakutkan, yakni bisa jadi itu bibit kanker payudara. Sedangkan tanya ke teman, penyebabnya mungkin cuma bisul.

Merasa kurang cocok dengan dua jawaban tersebut, lantas apa kira-kira yang menjadi pencetus dari sakitnya ketiak Anda? Berikut delapan hal yang bisa menjadi penyebab ketiak sakit Anda.

  1. Cedera otot

Jika tidak ada bintil atau benjolan, tetapi ketiak Anda sakit, ada kemungkinan penyebabnya adalah cedera otot. Hal itu pun dibenarkan oleh dr. Andika Widyatama dari KlikDokter. Menurutnya sakit pada ketiak juga bisa disebabkan oleh masalah otot dan tulang pada area tersebut.

“Pemicu nyeri pada otot dan tulang di sekitar ketiak bisa karena kelelahan, peradangan, hingga robekan pada otot,” jelas dr. Andika. Sementara itu, otot yang meregang dari dada ke bahu dapat cedera saat Anda beraktivitas, misalnya saat mengangkat barang atau melempar sesuatu. Jadi, coba ingat-ingat lagi, apakah sebelumnya Anda melakukan aktivitas yang berisiko?

  1. Kelenjar getah bening bengkak

Dalam tubuh Anda, terdapat 600 kelenjar getah bening, termasuk di bagian bawah rahang, leher, dan ketiak. Kelenjar getah bening sangat penting untuk melawan penyakit dan menjaga daya tahan tubuh. dr. Ratih Nurdiany mengatakan kepada KlikDokter, kelenjar getah bening bisa membesar akibat perubahan hormon saat menstruasi. Hal tersebut sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan, kecuali Anda memang terkena infeksi yang cukup mematikan atau mengalami kondisi autoimun.

Umumnya, saat infeksi flu mereda, kelenjar getah bening juga mengempis. Begitu pula saat menstruasi. Ketika menstruasi selesai, kelenjar pun kembali mengecil dan tidak menimbulkan nyeri lagi.

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

  1. Herpes zoster

Ketiak sakit dan ada bintil-bintil merah berisi air yang terasa panas dan gatal? Ada kemungkinan bahwa Anda terkena penyakit kulit menular herpes zoster. Penyakit tersebut disebabkan oleh virus Varicella zoster dan menyerang bagian lengan dan sekitarnya (termasuk ketiak), dada, hingga wajah.

Tak cuma bisa memicu timbulnya bintil, herpes zoster juga dapat menyebabkan ruam kulit bersisik dan sensasi kesemutan di daerah yang terinfeksi. Kalau sudah begini, maka tak ada cara lain selain memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

  1. Luka cukur atau iritasi kulit

Sakitnya ketiak juga bisa disebabkan oleh aktivitas mencukur atau mencabut bulu di area tersebut. Beberapa jenis deodoran, detergen, dan sabun yang tidak cocok di kulit Anda juga bisa memicu alergi dan iritasi kulit. Jadi, coba perhatikan permukaan kulit ketiak Anda. Bila kulit ketiak terlihat kemerahan, bengkak, nyeri, dan panas, kemungkinan Anda terkena dermatitis kontak akibat penggunaan produk tertentu.

  1. Penyakit arteri perifer

Menyempitnya pembuluh darah kecil yang ada di bagian lengan atau kaki dapat pula menimbulkan rasa nyeri pada ketiak. Penyempitan pembuluh darah dapat mengurangi oksigen di jaringan sekitarnya sehingga otot-otot yang kekurangan oksigen akan terasa nyeri.

  1. Kanker payudara

Mau tak mau, Anda memang harus menyadari bahwa ketiak sakit yang disertai dengan adanya benjolan bisa menjadi awal dari penyakit kronis kanker payudara. dr. Andika menjelaskan bahwa benjolan pada ketiak itu bisa menandakan tumor yang bila tidak segera ditangani bisa berujung pada kanker. Jika Anda memang mencurigai adanya tumor pada ketiak, langsung saja periksakan diri ke dokter.

Ketiak sakit bisa disebabkan oleh hal ringan dan juga hal berat. Saat rasa sakit muncul, sangat penting bagi Anda untuk meraba dan memperhatikan permukaan ketiak Anda. Jika tidak ada benjolan atau luka, kemungkinan itu hanya cedera otot atau pembesaran kelenjar getah bening akibat kondisi tubuh yang tidak fit ataupun perubahan hormon kala menstruasi. Sedangkan bila ada benjolan, bintil-bintil, hingga ruam atau luka, sebaiknya segera konsultasikan hal tersebut kepada dokter.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar