Sukses

Alasan Kenapa Serangan Jantung pada Wanita Lebih Berbahaya

Ternyata, serangan jantung pada wanita diketahui lebih berbahaya ketimbang pria, dengan risiko kematian yang lebih besar. Ketahui alasannya di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Serangan jantung merupakan salah satu penyebab kematian mendadak pada kebanyakan orang. Dibandingkan pria, ternyata serangan jantung pada wanita lebih berbahaya, dengan risiko kematian yang lebih besar. Apa penyebabnya?

Sebelum menjawab pertanyaan penting di atas, perlu diketahui bahwa 200.000 wanita di seluruh dunia meninggal dunia setiap tahunnya akibat serangan jantung. Kasusnya lima kali lipat lebih banyak dibandingkan dengan wanita yang meninggal dunia akibat kanker payudara.

Menurut hasil survei yang dilakukan di Singapura, ditemukan hasil bahwa hampir setengah dari wanita yang mengikuti survei tersebut tidak mengaitkan nyeri dada dengan serangan jantung. Selain itu, hanya 12 persen yang dilaporkan melakukan konsultasi dengan dokter perihal kesehatan jantung dalam satu tahun terakhir.

Wanita yang menderita serangan jantung memiliki risiko lebih tinggi meninggal dunia daripada pria. Studi menunjukkan bahwa sebanyak 50 persen wanita tutup usia selang 28 hari setelah terdiagnosis penyakit jantung, sedangkan persentase pada pria lebih rendah, yaitu 38 persen.

Wanita juga memiliki angka kejadian risiko serangan jantung akibat kondisi tertentu—seperti tekanan darah tinggi, diabetes, dan merokok—lebih tinggi dibandingkan pria. Tekanan darah tinggi meningkatkan risiko wanita mengalami serangan jantung hingga 83 persen, akibat merokok sebesar 55 persen, dan diabetes di angka 47 persen.

Wanita cenderung mengabaikan gejala

Wanita muda yang menderita serangan jantung lebih cenderung meninggal dunia daripada pria muda. Alasannya sebetulnya belum jelas, tetapi mungkin berkaitan dengan fakta bahwa serangan jantung jarang terjadi pada wanita pra menopause. Oleh sebab itu, wanita cenderung mengabaikan gejala dan tidak melakukan konsultasi dokter guna menegakkan diagnosis gejala yang terjadi.

Wanita pun lebih sering tidak mengetahui ataupun waspada mengenai risiko serangan jantung. Hal inilah yang dapat menyebabkan keterlambatan dalam perawatan, sehingga risiko kehilangan nyawa jadi meningkat.

Alasan lainnya, pria lebih cenderung mengalami gejala klasik dari serangan jantung seperti nyeri dada seperti diremas, yang berhubungan dengan sesak napas atau keringat dingin. Pada wanita, mungkin gejala yang dialami ‘hanya’ berupa ketidaknyamanan yang samar atau kelelahan.

Adapun gejala serangan jantung pada wanita antara lain:

  • Tertekan, nyeri, penuh, atau sensasi seperti diremas di bagian dada tengah yang berlangsung lebih dari beberapa menit, serta dapat hilang timbul.
  • Rasa nyeri atau tak nyaman pada satu atau kedua lengan, punggung, leher, rahang, atau perut.
  • Sesak napas, dengan atau tanpa rasa tak nyaman di dada.
  • Keringat dingin, mual, atau pusing.

Diagnosis yang terlambat tentunya berujung pada perawatan yang terlambat, dan bukan tak mungkin semakin banyak kerusakan yang terjadi pada jantung.

Kaum wanita, jagalah kesehatan jantungmu

Mungkin karena dianggap sebagai penyakit yang lebih sering menyerang pria, banyak wanita tidak memedulikan ancaman serangan jantung. Meski berbahaya dan bisa merenggut nyawa, serangan jantung pada wanita bisa dicegah. Lakukan tips di bawah ini:

  • Kenali faktor risiko serangan jantung, yaitu genetik atau keturunan, pola makan, aktivitas, dan lain-lain.
  • Berhenti merokok karena zat-zat racunnya dapat meningkatkan risiko penyakit berbahaya, termasuk serangan jantung. Saat setahun stop merokok, risiko serangan jantung bisa turun hingga 50 persen.
  • Berolahraga rutin selama 30 menit setiap hari, meski hanya jalan kaki atau joging ringan.
  • Makan makanan sehat. Hindari konsumsi fast food dan aneka makanan yang tinggi lemak dan kolesterol. Sebagai gantinya, beralihlah ke menu makanan yang bergizi seimbang serta perbanyak sayur dan buah.

Selain tips di atas, sempurnakan dengan memastikan asupan omega-3. Omega-3 baik untuk kesehatan jantung karena mengandung docosahexaenoic acid (DHA) dan eicosapentanenoic acid (EPA). Omega-3  bisa didapat dari konsumsi ikan makerel, sarden, anchovy, dan tuna.

Meski demikian, jumlah omega-3 pada ikan yang dikonsumsi sehari-hari mungkin tidak mencukupi kebutuhan harian yang dianjurkan. Omega-3 pada ikan mudah rusak atau menurun jumlahnya jika terkena suhu tinggi saat pemanasan atau pemasakan. Karenanya, Anda juga disarankan untuk mengonsumsi suplemen minyak ikan yang mengandung omega-3.

National Health and Medical Research merekomendasikan konsumsi omega-3 setiap hari demi mencegah penyakit kronis. Jumlah yang dianjurkan per hari yaitu 610 mg untuk pria dan 430 mg untuk wanita.

Serangan jantung berbahaya baik bagi pria maupun wanita. Namun, menurut data, serangan jantung pada wanita diketahui lebih berbahaya dengan risiko kematian yang lebih tinggi. Karenanya, sudah seharusnya wanita lebih peduli terhadap kesehatan jantungnya. Selain dengan menerapkan pola hidup sehat, lakukan juga pemeriksaan jantung berkala sebagai langkah deteksi dini dan konsumsi omega-3 yang baik untuk kesehatan jantung.

(RN/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar