Sukses

Efektivitas Diet Vegan untuk Atasi Asam Urat Tinggi

Benarkah diet vegan paling efektif untuk mengatasi asam urat tinggi? Ini dia fakta medis selengkapnya!

Klikdokter.com, Jakarta Diet vegan adalah suatu metode diet yang mengharuskan pelakunya untuk hanya mengonsumsi sayur maupun buah-buahan, dan tidak mengonsumsi makanan hewani ataupun olahannya. Ada sejumlah alasan mengapa diet vegan menarik perhatian banyak orang, salah satunya adalah karena diet itu disebut mampu menekan risiko berbagai penyakit seperti asam urat.

Penyakit asam urat itu sendiri dikenal medis dengan sebutan gout. Keadaan tersebut adalah kondisi dimana kadar asam urat dalam darah lebih tinggi dari normal. Kondisi ini terjadi karena tubuh memproduksi asam urat dalam jumlah banyak atau karena tubuh tidak dapat mengeluarkan (ekskresi) asam urat tersebut. Beberapa faktor yang memengaruhi terjadinya penyakit asam urat, misalnya konsumsi makanan tinggi purin, gaya hidup (kurang aktivitas fisik), serta sejumlah kondisi medis seperti obesitas (kelebihan berat badan) dan gangguan ginjal.

Seseorang yang mengalami penyakit asam urat umumnya akan merasakan gejala nyeri sendi, kemerahan, dan sendi teraba hangat terutama di bagian ibu jari kaki. Bila dibiarkan, kondisi yang terjadi akibat penumpukan asam urat di sendi itu dapat menjadi benjolan keras disebut tofus. Kondisi ini sangat mungkin menyebabkan kerusakan pada sendi yang terkena.

Diet vegan dan asam urat

Penyakit asam urat berhubungan dengan konsumsi makanan tinggi purin. Pada dasarnya, purin terdapat di hampir semua makanan dalam kadar tertentu. Beberapa jenis makanan yang  tinggi purin adalah sayuran seperti asparagus, bayam, kacang polong, jamur, kembang kol, kacang merah, ikan sarden, jeroan (hati, paru, lidah, babat), daging sapi, daging bebek, daging ayam, dan semua jenis minuman beralkohol. Oleh karena itu, mengonsumsi makanan yang berasal dari tumbuhan seperti yang dilakukan pada diet vegan bisa meningkatkan risiko terkena penyakit asam urat.

Akan tetapi, sebuah penelitian yang dilakukan dengan tujuan melihat hubungan antara asupan berpurin dan risiko serangan asam urat mengatakan hal sebaliknya.  Rupanya, makanan tinggi purin yang berasal dari tumbuhan lebih jarang menimbulkan serangan gout dibandingkan sumber purin yang berasal dari hewan. Bahkan, sayuran yang disebut-sebut mengandung purin dan dapat menyebabkan asam urat justru memiliki efek protektif alias dapat mencegah asam urat semakin meningkat.

Lebih dari itu, serat pada sayuran ternyata dapat mengikat asam urat di saluran cerna untuk dikeluarkan dari tubuh melalui tinja. Kandungan asam folat dan vitamin C dalam sayuran juga dapat mencegah peningkatan asam urat dan serangan gout.

Dengan menerapkan metode diet vegan diketahui dapat mencegah kelebihan berat badan (obesitas). Bahkan secara tidak langsung turut menurunkan risiko terkena asam urat. Itulah sebabnya diet vegan dapat menurunkan risiko penyakit asam urat.

Meski demikian, diet vegan tidak serta merta mencegah atau mengatasi asam urat seutuhnya. Bila mengalami penyakit asam urat, terutama bila gejala sedang kambuh, Anda tetap perlu membatasi makanan yang tinggi purin dan mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter. Saat kondisi sudah terkontrol, diet vegan dapat diterapkan. Di samping itu, jangan lupa juga untuk memenuhi asupan kalsium dan vitamin D dengan mengonsumsi sayuran hijau, tahu, tempe, susu kedelai, karena para pelaku diet vegan rentan kekurangan kedua zat tersebut.

Diet vegan memang tidak dapat sepenuhnya mencegah atau menangani asam urat. Namun, mengonsumsi sayur maupun buah dapat menurunkan risiko asam urat meningkat dan mengurangi frekuensi kekambuhan gejala. Jadi, tidak ada salahnya jika Anda ingin coba menerapkan metode diet yang satu ini. Namun sebelumnya, konsultasikan lebih dahulu pada dokter atau ahli gizi, supaya diet vegan yang Anda lakukan bisa benar-benar tepat sasaran.

(NB/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar