Sukses

Sering Sakit Tenggorokan, Salah Satu Tanda Kanker Tenggorokan?

Sakit tenggorokan yang berulang-ulang bisa menandakan berbagai gangguan kesehatan. Tapi, apakah kanker tenggorokan salah satunya?

Klikdokter.com, Jakarta Sakit tenggorokan yang timbul berulang-ulang paling sering disebabkan oleh infeksi pada saluran pernapasan atas, yang terjadi karena virus atau bakteri. Kondisi ini juga kerap diwaspadai sebagai tanda kanker pada laring di tenggorokan atau juga disebut kanker tenggorokan.

Laring, atau pita suara, merupakan salah satu bagian dari tenggorokan yang terdapat tepat di atas trakea. Fungsinya adalah membantu seseorang dalam berbicara dan bernapas.

Salah satu penelitian yang dilakukan di University of Exeter mencoba untuk mempelajari lebih lanjut gejala pada kasus kanker tenggorokan yang menyerang laring tersebut.

Terjadinya kanker tenggorokan

Penelitian yang dipublikasikan di British Journal of General Practice mengevaluasi rekam medis dari 806 pasien dengan kanker laring dan 3.559 pasien dengan kondisi kesehatan lainnya.

Dari hasil penelitian tersebut, didapatkan bahwa suara serak akibat gangguan pada laring merupakan salah satu tanda yang penting untuk dipertimbangkan pada saat menduga adanya kanker tenggorokan, terutama pada populasi lansia.

Selain itu, risiko seseorang untuk mengalami kanker tenggorokan juga dapat meningkat saat gejala suara serak tersebut terjadi bersamaan dengan sakit tenggorokan yang berulang.

Kanker tenggorokan sendiri berkaitan erat dengan kebiasaan merokok serta mengonsumsi alkohol. Akan tetapi, penting untuk diingat bahwa deteksi dini dari kondisi ini dapat mempercepat pelayanan kesehatan yang dilakukan.

Umumnya, penanganan utama yang dapat dilakukan melibatkan radioterapi, pembedahan, kemoterapi, atau kombinasi dari berbagai pilihan tersebut.

Pasien dengan kondisi ini dapat membutuhkan tindakan pembedahan untuk mengangkat sebagian atau seluruh dari laring. Tentu saja tindakan ini bisa  membuat individu tersebut tidak dapat berbicara atau bernapas secara normal, sehingga membutuhkan lubang permanen di leher untuk bernapas.

Pada tahapan tersebut, dapat dilakukan pemasangan alat yang diletakkan di dekat leher untuk menghasilkan suara guna mempermudah orang tersebut untuk berbicara.

Apakah sakit tenggorokan berulang selalu menandakan kanker?

Profesor Willie Hamilton dari The National Institute for Health and Care Excellence (NICE), menyampaikan bahwa sakit tenggorokan sering kali terjadi bukan akibat kanker tenggorokan. Kondisi tersebut bisa saja terjadi akibat gangguan kesehatan lainnya seperti infeksi tenggorokan akibat bakteri atau virus.

Sedangkan, pasien yang datang dengan keluhan sakit tenggorokan yang bersamaan dengan suara serak, masalah bernapas, masalah menelan yang terjadi berulang-ulang, membutuhkan evaluasi lebih lanjut untuk mengetahui diagnosis yang pasti. Karena bisa jadi, pada kondisi tersebut terdapat risiko kanker tenggorokan.

Beliau juga menambahkan bahwa pasien yang diduga mengalami kanker tenggorokan perlu dirujuk ke dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan untuk evaluasi lebih lanjut dan mendapatkan penanganan yang sesuai.

Kanker tenggorokan ternyata dapat ditandai dengan beberapa tanda dan gejala, di antaranya adalah sakit tenggorokan berulang yang disertai dengan suara serak. Penyakit ini sering kali didapatkan pada lansia. Sehingga, deteksi dini dapat membantu mempercepat penanganan penyakit ini.

Oleh sebab itu, jika Anda atau anggota keluarga mengalami gejala seperti di atas, segeralah berkonsultasi dengan dokter guna dilakukan evaluasi lebih lanjut untuk menentukan penyebab serta penanganan yang paling tepat. Dengan demikian, sakit tenggorokan tidak berkembang menjadi kanker tenggorokan.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar