Sukses

Berkenalan Lebih Dekat dengan Diet HMR

Konon, dari sekian banyak diet, yang paling cepat menurunkan berat badan secara signifikan adalah diet HMR. Apa itu?

Klikdokter.com, Jakarta Setelah tren diet Mayo, OCD, diet keto, hingga diet Mediterania, kini muncul lagi metode diet baru yang katanya mampu menurunkan berat badan secara signifikan hanya dalam waktu dua bulan. Inilah saatnya Anda berkenalan dengan diet HMR.

Diet HMR merupakan singkatan dari Health Management Resources. Metode diet ini menggantikan porsi makan biasa dengan mengonsumsi porsi makanan pembuka (makanan porsi kecil), konsumsi shake (bahan makanan/ minuman yang dihancurkan dengan blender), serta makanan ringan untuk memotong kalori dan mendukung penurunan berat badan.

Pada pelaksanaannya, metode diet HMR terbagi atas dua fase: penurunan berat badan dan pemeliharaan berat badan.

  1. Fase penurunan berat badan

Pada fase penurunan berat badan, Anda mesti mengikuti pola makan 3 + 2 + 5, yaitu mengonsumsi 3 jenisi shake HMR, mengonsumsi 2 makanan pembuka HMR, dan 5 porsi buah serta sayuran setiap hari. Apabila dengan melakukan pola makan 3 + 2 + 5 ini Anda sudah mendapatkan berat badan yang diinginkan, yang harus dilakukan selanjutnya adalah menerapkan fase kedua. 

  1. Fase pemeliharaan berat badan

Dalam fase kedua, makanan biasa secara perlahan bisa Anda masukkan kembali ke dalam menu harian dengan tetap mengonsumsi dua produk diet dari HMR. 

Dilansir dari Healthline, HMR merupakan metode diet yang sangat rendah kalori. Dalam setiap porsi makan, pelaku diet hanya mengonsumsi sekitar 300 kalori dan shake sebanyak 100-160 kalori. Alhasil, dalam sehari, kurang lebih Anda hanya mengonsumsi sekitar 1.000 kalori (tanpa porsi dan sayur). Sedangkan, beberapa porsi sayur dan buah bisa menyumbang beberapa ratus kalori dalam sehari.

Meski memberikan jumlah asupan kalori yang sangat kecil dan penurunan berat badan yang cepat, diet HMR ini mengklaim bahwa metode ini terbilang sehat. Hal ini dikarenakan orang yang melakukannya tetap mendapatkan gizi dan serat dari banyaknya sayuran maupun buah-buahan yang dikonsumsi.

Alasan mengapa orang Barat menyukai diet HMR adalah karena metode ini bersifat praktis dan cepat dalam menurunkan berat badan. Ya, terkadang, orang sering mengalami kegagalan diet karena mereka bingung untuk mengatur menu makan sehari-hari. Sedangkan, dengan menerapkan diet HMR, mereka tidak perlu lagi pusing untuk merancang menu harian, sebab HMR sudah memiliki menu shake serta menu makanan berkalori sangat rendah yang tinggal dikonsumsi saja.

Potensi efek samping

Diet HMR mengharuskan pelakunya memotong kalori dalam jumlah sangat banyak. Hal tersebut berpotensi memberikan efek samping merugikan pada kesehatan tubuh.

Masih dikutip dari Healthline, diet sangat rendah kalori mungkin tidak hanya menurunkan laju metabolisme. Tapi, diet ini juga meningkatkan risiko kehilangan kepadatan tulang, masalah kesuburan, hingga gangguan pada sistem kekebalan tubuh. Apalagi, bila pelakunya merupakan orang yang pekerjaannya membutuhkan tenaga ekstra. Bisa-bisa, bukannya langsing dan bugar, penerapan diet HMR malah bikin jatuh pingsan karena tak punya energi cadangan.

Hal itu pun dibenarkan oleh dr. Adeline Jaclyn dari KlikDokter. Menurutnya, diet HMR kurang aman untuk diterapkan dalam jangka panjang.

“Asupan kalori itu sangat bergantung dengan aktivitas fisik seseorang. Jika aktivitasnya padat dan berat, tapi dia mengonsumsi kalori yang sangat rendah, dia justru bisa sakit. Minimal, efeknya bisa membuat seseorang mudah lelah.” jelas dr Adeline.

Jika Anda tertarik untuk menerapkan diet HMR, dr. Adeline menyarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter atau ahli gizi.

“Ya, segala bentuk diet mesti dikonsultasikan dulu ke dokter dan ahli gizi karena kondisi setiap orang itu berbeda-beda. Dengan sesi konsultasi, semuanya bisa ditakar sesuai kebutuhan.” dr. Adeline menegaskan.

Menurutnya, kerap kali orang tidak memiliki goal yang realistis dalam menerapkan diet (target penurunan berat badan yang terlalu banyak). Padahal, bila itu direalisasikan, hasilnya justru tidak baik bagi dirinya sendiri. Maka, kurang bijak rasanya bila Anda memaksakan suatu metode diet, dalam hal ini diet HMR, hanya karena ingin mengikuti tren atau terbujuk ‘iklan promosi’. Alih-alih mendapatkan berat badan ideal, penerapan metode diet yang tidak tepat justru meningkatkan risiko terjadinya berbagai masalah kesehatan. Anda pasti tahu akan hal itu, bukan?

(NB/RH)

0 Komentar

Belum ada komentar