Sukses

Anak Susah Buang Air Besar? Atasi dengan Ini!

Anak Anda susah buang air besar? Jangan langsung panik! Lebih baik lakukan ini supaya masalah tersebut bisa segera teratasi.

Klikdokter.com, Jakarta Setiap anak memiliki pola pertumbuhan yang unik. Bahkan, untuk soal buang air besar, tiap anak memiliki frekuensi yang berbeda-beda. Hal ini dipengaruhi oleh usia dan makanan atau minuman yang dikonsumsi sehari-hari.

Jadi, merupakan sebuah hal yang wajar jika si Kecil akan mengalami penurunan frekuensi buang air besar seiring bertambahnya usia. Juga, saat anak Anda tak mendapat cukup makanan, frekuensi buang air besarnya juga akan berkurang. Lantas, bagaimana jika frekuensi buang air besar anak berkurang secara berkelanjutan hingga tidak keluar sama sekali?

Susah buang air besar pada anak

Susah buang air besar atau dalam medis disebut sembelit (konstipasi). Pada bayi, keadaan ini sering terjadi saat ia dikenalkan dengan MPASI atau makanan padat. Pada balita, susah buang air besar sering terjadi saat ia memulai toilet training. Sedangkan pada anak usia sekolah, susah buang air besar bisa terjadi saat dirinya mulai masuk sekolah.

Terlepas dari kemungkinan penyebabnya, susah buang air besar pada anak dapat diatasi dengan menerapkan tips berikut ini:

  • Tetapkan waktu dan jadwal

    Tetapkan waktu anak untuk buang air besar, misalnya 10–15 menit setiap hari atau 2 kali sehari. Hal ini bertujuan agar buang air besar di waktu dan durasi tersebut menjadi sebuah kebiasaan yang akan terus dilakukan oleh si Kecil.
  • Perhatikan bentuk, warna, dan konsistensi tinja

    Jika anak Anda susah buang air besar, penting untuk sesekali melihat bentuk, warna, dan konsistensi tinja miliknya. Jika terdapat darah atau ia mengalami nyeri sewaktu buang air besar, segeralah berobat ke dokter.
  • Ganti jenis susu formula

    Hal ini berlaku untuk bayi yang mendapatkan susu formula. Pasalnya, susu formula yang bayi Anda minum memang bisa menjadi penyebab mengapa ia susah buang air besar. Cobalah berkonsultasi dengan dokter spesialis anak untuk menemukan susu formula pengganti yang paling tepat.
  • Perhatikan makanan si Kecil

    Kurangnya sayur dan buah yang dikonsumsi oleh si Kecil membuat dirinya rentan mengalami kesulitan buang air besar. Selain itu, terlalu banyak konsumsi roti, nasi, pasta, dan keju juga membuat si Kecil mengalami kesulutan buang air besar.
  • Tingkatkan konsumsi serat

    Sayur, buah, gandum, dan biji-bijian memiliki kadar serat yang tinggi. Dengan mengonsumsi makanan yang demikian pada porsi secukupnya, si Kecil tak akan mengalami kesulitan buang air besar.
  • Minum air putih yang cukup

    Anak membutuhkan air untuk ‘mendorong’ setiap makanan yang masuk agar bisa dicerna sempurna oleh usus. Oleh karena itu, pastikan si Kecil minum air putih paling tidak 1–2 gelas setiap kali ia makan.
  • Kurangi susu

    Terlalu banyak minum susu membuat anak cenderung merasa kenyang. Sebagai akibatnya, dirinya berpotensi tinggi untuk kekurangan asupan berserat. Maka itu, setelah usia 1 tahun, akan lebih baik bila konsumsi susu si Kecil dibatasi hanya 450 gram sehari.
  • Berikan jus buah murni

    Anak enggan makan buah dalam bentuk utuh? Cobalah untuk menyajikannya dalam bentuk jus! Supaya efektivitasnya dalam mencegah kesulitan buang air besar bisa lebih optimal, jangan tambahkan gula, krimer, atau kental manis ke dalam jus tersebut.
  • Olahraga 

    Tubuh yang bergerak aktif membuat usus di dalam perut ikut ‘bergoyang’. Berkat hal tersebut, feses yang menumpuk di saluran cerna bisa dengan lebih efektif terdorong keluar.

Sudah dilakukan semua, namun masalah buang air besar pada anak masih belum tuntas juga? Ini menandakan bahwa Anda mesti mengajak si Kecil berobat ke dokter spesialis anak. Jangan tunda, karena sembelit atau konstipasi pada anak yang terjadi berkelanjutan bisa berujung pada hal-hal yang tidak diinginkan.

(NB/RH)

1 Komentar