Sukses

Pertolongan Pertama Saat Telinga Kemasukan Serangga

Jangan kalang kabut! Lakukan beberapa langkah berikut saat telinga kemasukan serangga.

Klikdokter.com, Jakarta Meski ukurannya relatif kecil, telinga merupakan organ yang sensitif. Adanya saluran yang menghubungkannya dengan dunia luar membuat telinga rentan kemasukan benda asing, termasuk serangga. Ya, serangga! Mungkin terdengar menggelikan, tetapi nyatanya tidak jarang seseorang datang ke fasilitas kesehatan karena merasa telinganya kemasukan serangga. Jangan langsung panik, ada beberapa langkah pertolongan pertama saat telinga kemasukan serangga.

Faktanya, serangga bisa masuk ke lubang telinga saat Anda sedang beraktivitas, berkebun, atau  bahkan bisa terjadi saat sedang tidur. Fenomena ini pun bisa dialami siapa saja. Namun, anak-anak merupakan kelompok usia yang lebih berisiko.

Saat masuk dalam telinga, serangga bisa langsung mati seketika. Namun, bisa juga hewan tersebut tetap hidup dan bergerak di dalam. Sesaat setelah telinga kemasukan serangga, seseorang umumnya tidak akan merasakan apa-apa. Keluhan akan muncul ketika sudah mulai terjadi gangguan seperti rasa penuh di telinga, telinga terasa mendengung (tinitus), bengkak, nyeri, terjadi perdarahan atau keluar nanah dari telinga, hingga gangguan pendengaran. Bila tidak ditangani dengan segera dan tepat, serangga tersebut bisa merusak persarafan di dalam telinga dan menimbulkan komplikasi yang serius.

Cara mengeluarkan serangga dari telinga

Hal paling penting yang harus diingat saat telinga kemasukan serangga, baik itu Anda sendiri maupun seseorang di sekitar Anda, adalah tetap tenang. Kaget, takut, atau panik itu wajar, tapi itu semua hanya akan membuat situasi makin sulit, atau lebih buruk karena bisa membuat serangga makin dalam memasuki telinga.

Untuk mengeluarkan serangga dari telinga, Anda dapat mengikuti beberapa tips berikut ini:

  • Miringkan kepala. Apabila Anda masih dapat melihat serangga tersebut, miringkan kepala ke arah telinga yang kemasukan serangga. Misalnya, jika telinga kiri yang kemasukan serangga, maka miringkan kepala ke arah kiri. Kemudian, biarkan serangga tersebut jatuh atau keluar dengan sendirinya. Jangan memukul atau menggosok-gosok daun telinga karena hanya akan memperparah keadaan.
  • Bila serangga masih hidup, teteskan minyak ke dalam telinga untuk melumpuhkannya. Anda dapat gunakan baby oil atau minyak zaitun,  lalu meneteskannya ke dalam telinga. Setelah itu, tunggu beberapa saat. Umumnya serangga akan mati dan dengan mudah keluar bersama dengan minyak tersebut.
  • Bila serangga sudah mati, Anda dapat mencoba mengeluarkannya dengan menyemprotkan air hangat (bukan air panas) ke dalam telinga, lalu miringkan kepala ke arah telinga yang sakit. Biarkan serangga keluar bersama air tersebut.
  • Hindari penggunaan pinset (tweezer) atau cotton bud saat akan mengeluarkan serangga. Tindakan tersebut hanya akan mendorong serangga masuk lebih dalam dan dapat melukai lubang telinga.

Apabila Anda sudah melakukan langkah-langkah di atas tapi serangga tak juga keluar atau mati, jangan menunda-nunda untuk memeriksakan diri ke dokter. Ini penting agar bisa dilakukan pemeriksaan telinga lebih detail, termasuk fungsi pendengarannya.

Selain itu, hal penting lainnya yang perlu diingat sebelum melakukan tindakan pertolongan pertama tadi adalah memastikan bahwa Anda atau seseorang yang telinganya kemasukan serangga tidak memiliki riwayat infeksi telinga atau kebocoran gendang telinga sebelumnya. Bila ternyata ada riwayat infeksi atau gendang telinga bocor, sebaiknya evakuasi serangga tersebut dilakukan oleh dokter. Memasukkan minyak atau cairan ke dalam telinga yang sebelumnya pernah terinfeksi dapat berpotensi menyebabkan infeksi telinga bagian dalam.

Telinga kemasukan serangga dapat terjadi pada siapa saja, kapan saja, dan dapat menimbulkan kepanikan tersendiri. Karenanya, bekali diri Anda dengan langkah-langkah pertolongan pertama yang disebutkan di atas, sehingga Anda akan selalu siap dan tahu apa yang mesti dilakukan saat suatu hari telinga kemasukan serangga.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar