Sukses

Merasa Putus Asa? Ini Cara Mengatasinya!

Rasa putus asa bisa mengganggu keseharian. Apa yang perlu dilakukan agar tidak khawatir atau putus asa? Simak cara mengatasi putus asa di sini.

Apa yang Anda impikan juga tak selamanya akan menjadi nyata. Saat Anda merasa segalanya tak sejalan dengan harapan, sebisa mungkin cobalah untuk tidak putus asa dan tetap optimistis.

Rasa pesimistis saat sedang putus asa, apalagi jika pada akhirnya stres berat hingga timbul keinginan untuk mengakhiri hidup, merupakan tanda-tanda depresi.

Depresi adalah suatu keadaan terjadinya pengurangan atau penurunan keadaan emosi dan mood seseorang. 

Kondisi ini mengakibatkan gangguan dalam aktivitas sehari-hari, atau hilangnya fungsi sebagai individu.

Bagaimana pun juga Anda tetap harus bersemangat dalam hidup dan cobalah untuk tetap melihat aspek positif dalam kehidupan. 

Jika Anda kini merasa kehilangan semangat dan harapan, cobalah cara mengatasi putus asa di bawah ini.

1. Terapkan Sugesti Positif

Pernah menonton film India 3 Idiots? Jika ya, tentu Anda ingat tokoh utamanya selalu mengucapkan “All is well ... all is well ...” untuk menenangkan diri saat diterpa masalah. Harapannya tentu agar semuanya baik-baik saja.

Saat diri tenang, biasanya Anda lebih bisa berpikir rasional dan bertindak seperti seharusnya. Masalah pun dapat diselesaikan dengan baik.

Jika nyata masalah yang dialami begitu sulit, setidaknya Anda sudah mencoba untuk menyelesaikannya dan mampu berdampak dengan keadaan.

2. Berhenti Sejenak

Cara menghilangkan rasa putus asa berikutnya adalah dengan berhenti sejenak. Tidak ada salahnya untuk Anda mengambil waktu rehat sejenak saat mental merasa “kelelahan” dan tidak lagi bisa produktif.

Dengan mengambil waktu untuk refreshing, Anda bisa melepaskan beban dan memikirkan cara untuk bangkit dari rasa putus asa.

Artikel Lainnya: 3 Cara Minta Tolong Saat Anda Merasa Putus Asa

1 dari 4 halaman

3. Mengatur Napas

Saat Anda sedang merasa sangat penat, merasa putus asa, dan tidak tahu harus berbuat apa, tariklah napas panjang dan buang secara perlahan.

Lakukan ini berulang sebanyak beberapa kali. Cara mengatasi putus asa ini bisa membantu Anda untuk lebih tenang.

4. Syukuri Apa yang Anda Miliki

Dengan bersyukur, Anda akan merasa cukup dan rasa cemas hingga keputusasaan dapat dihindari. Oleh karena itu, biasakan untuk mensyukuri setiap hal kecil yang Anda miliki saat ini.

5. Kembangkan yang Anda Punya

Setiap dari kita pasti memiliki kelebihan yang mungkin tidak dimiliki oleh orang lain. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui kelebihan yang Anda miliki dan kembangkanlah hal tersebut.

Tingkatkan "value" diri Anda sehingga dapat menjadi lebih percaya diri dan bangkit dari rasa putus asa.

6. Berusaha Membantu Orang Lain

Mungkin ketika Anda sedang putus asa, tidak terlintas dalam pikiran untuk membantu orang lain.

Namun, dengan membantu orang lain dalam keterbatasan Anda, hal ini dapat membantu Anda bangkit dari keterpurukan dan rasa putus asa.

Artikel Lainnya: Benarkah Mengidap Penyakit Parah Picu Keinginan Bunuh Diri?

2 dari 4 halaman

7. Hindari Berpikir Rumit dan “Meramal” Keadaan

Dilansir dari Psychology Today, ketika seseorang berada dalam situasi yang buruk, dia cenderung menggeneralisasikan dan berpikir terlalu rumit.

Sering kali mereka seakan bisa “meramalkan” suatu kondisi yang sebenarnya belum terjadi akibat proses berpikirnya tersebut. 

Misalnya, “saya terperangkap di dalam situasi yang sangat buruk dan saya tak akan bisa keluar dari situasi ini” atau, “saya sudah melakukan dosa besar, dan ini menjadikan saya sebagai orang yang sangat hina”.

Jika pola pikir Anda seperti itu, rasa putus asa akan semakin dalam. Lebih buruknya lagi, keputusasaan tersebut akan berubah menjadi perasaan (diri Anda) tidak berharga.

Cara menghilangkan rasa putus asa tersebut adalah dengan mencoba fokus pada penyelesaian masalah dan ikhlaskan apa pun hasilnya.

8. Bersikap Realistis

Ketika Anda berekspektasi tinggi, siapkan juga diri untuk kondisi terburuk, termasuk tidak tercapainya harapan.

Jika Anda sudah siap untuk kondisi terbaik, siapkan juga diri Anda untuk menghadapi kemungkinan terburuk.

9. Mengubah Cara Pandang

Ketika Anda merasa putus asa, yakni saat sudah tidak ada lagi jalan keluar, coba ubah cara pandang Anda. Coba tempatkan diri Anda di posisi orang lain atau pandanglah suatu masalah dengan perspektif yang lebih luas.

Melakukan hal ini biasanya dapat membantu Anda untuk menemukan jalan keluar dari suatu masalah yang Anda hadapi.

Artikel Lainnya: Ini Cara Menyemangati Penderita Kanker

3 dari 4 halaman

10. Jangan Lupa Bersyukur

Bersyukur adalah salah satu cara berterima kasih dan menghargai yang paling esensial. Maka, apa pun kondisinya, tetaplah bersyukur dengan yang dimiliki.

Anda pun terhindar dari keputusasaan yang bisa berujung pada depresi, rasa cemas, dan hal-hal buruk lainnya.

Saat bersyukur, berarti Anda juga mencintai diri Anda sendiri. Tuntutan di luar batas, yang jika tidak terealisasi dapat berpotensi melahirkan keputusasaan, dapat dihindari.

11. Bicarakan Masalah dengan Orang Terdekat yang Bisa Dipercaya

Berdiskusi dengan teman dekat saat Anda memiliki masalah tertentu dapat meringankan gejala depresi, termasuk putus asa.

Menumpahkan emosi yang dirasakan, meski kadang tidak memberikan solusi, dapat membuat Anda merasa tidak sendirian dalam menghadapi masalah.

Mendengarkan saran dari orang lain juga bisa memberikan pandangan positif baru yang mungkin tak pernah Anda pikirkan sebelumnya.

12. Membaca Situasi

Hal ini sangat penting untuk dilakukan. Ketika Anda merasa putus asa, coba lakukan kilas balik rangkaian kejadian yang Anda alami sebagai bahan untuk evaluasi. 

Cara ini dapat membantu Anda untuk melihat apa yang salah dan menjadi pembelajaran di masa depan.

Artikel Lainnya: High-Functioning Depression, Depresi Jenis Apa Itu?

13. Jangan Diabaikan

Ketika Anda merasa sudah berusaha sekeras mungkin untuk bangkit tapi tetap sulit  bangun dari keterpurukan, sangat penting untuk mengetahui batasan diri.

Ceritalah kepada orang terdekat untuk mencari second opinion. Tidak ada salahnya untuk mencari orang yang ahli di bidang tersebut.

14. Jika Sudah Berat, Kunjungi Tenaga Ahli

Jika cara di atas sudah dilakukan tetapi tak juga menolong, pertimbangkan untuk bertemu ahli, seperti psikolog atau psikiater. 

Masalahnya, jika rasa putus asa yang dirasakan perlahan mengarah ke depresi, penanganannya mesti tepat sasaran.

Tenaga profesional akan melihat gejala dan tingkat keparahan kondisi Anda. Dari situ akan dapat dicarikan penanganan yang paling tepat untuk kondisi Anda.

Jangan bingung lagi soal apa yang perlu kita lakukan agar kita tidak khawatir atau putus asa. Lakukan cara mengatasi putus asa di atas, sebelum berdampak serius pada kesehatan mental Anda.

Download aplikasi Klikdokter untuk mengetahui berita lainnya seputar kesehatan mental.

(HNS/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar