Sukses

Dampak Negatif Kawat Gigi yang Perlu Anda Tahu

Tak hanya bermanfaat, penggunaan kawat gigi atau behel ternyata juga memiliki dampak negatif. Apa saja dampak negatif kawat gigi? Simak di sini!

Penggunaan kawat gigi atau behel saat ini bukanlah hal asing bagi masyarakat. Bahkan, selain untuk kerapian gigi, beberapa orang juga memakai behel hanya untuk kebutuhan penampilan (fashion).

Fungsi alat ortodontik tersebut sebenarnya dapat digunakan pada beberapa kasus. Contohnya, menutup celah lebar di antara gigi, meningkatkan kemampuan bicara dan mengunyah, serta mengatasi gigitan yang tidak tepat.

Selain itu, penggunaan kawat gigi juga dapat menyelaraskan gigi geligi yang terlihat maju atau mundur agar dapat selaras dalam satu lengkung rahang.

Meskipun bermanfaat, penggunaan behel juga bisa berdampak negatif pada kesehatan mulut. Berikut ini efek samping dari pasang kawat gigi yang perlu diwaspadai.

1 dari 5 halaman

1. Rasa Nyeri

Timbulnya rasa nyeri adalah efek samping umum yang sering terjadi saat menggunakan kawat gigi. Hal ini terjadi akibat adanya tekanan yang diberikan pada gigi.

Umumnya, rasa nyeri muncul beberapa hari setelah pemasangan kawat gigi, lalu akan menghilang biasanya setelah 1-2 hari setelah pemasangan. Selain itu, biasanya nyeri juga lebih terasa pada gigi depan dibandingkan pada gigi belakang.

Untuk mengatasi rasa nyeri yang muncul akibat behel gigi ini, Anda diperbolehkan untuk minum obat anti nyeri.

Artikel Lainnya: https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3637016/6-hal-yang-perlu-anda-tahu-sebelum-mengenakan-kawat-gigi

2. Sariawan di Bibir dan Gusi

Efek samping behel gigi yang tak kalah mengganggu adalah risiko timbulnya sariawan. Ini terjadi karena pada saat awal pemasangan kawat gigi, mulut akan melakukan adaptasi dengan adanya behel dan kawat.

Nah, bibir dan pipi bagian dalam yang berkontak dengan behel biasanya akan mengalami gesekan yang bisa menimbulkan luka atau lecet, bahkan sariawan.

Anda bisa menempelkan wax atau lilin ortho untuk mengatasinya. Alat tersebut akan menutupi behel sehingga sariawan atau lukanya bisa sembuh.

Namun, jika ada kawat yang terlalu panjang atau tajam, apalagi sampai menusuk bibir hingga berdarah, maka sebaiknya hubungi dokter gigi anda untuk pemotongan dan pengasahan kawat tersebut.

2 dari 5 halaman

3. Resorpsi Akar

Resorpsi akar juga bisa terjadi sebagai efek samping memakai kawat gigi. Kondisi ini dapat melibatkan satu atau beberapa gigi.

Sampai saat ini, belum diketahui pasti apa yang menyebabkan resorpsi akar. Namun, biasanya kondisi ini terjadi dalam pemakaian kawat gigi yang sudah terlalu lama. Jika dibiarkan saja, maka kematian gigi bisa terjadi.

Keadaan ini juga dapat menjadi parah bila pasien mengalami penyakit periodontal. Tentunya, kondisi ini akan mengganggu dan dapat melemahkan jaringan penyangga gigi, sehingga pasien dapat kehilangan gigi tersebut. Peningkatan risiko ini dipengaruhi oleh lamanya waktu perawatan.

Artikel Lainnya: Untuk Pemula, Ini Tips Merawat Gigi dengan Behel

4. Perubahan Warna Gigi

Setelah melakukan perawatan kawat gigi, perubahan warna pada gigi bisa saja terjadi. Hal ini merupakan salah satu dampak negatif kawat gigi yang dapat memengaruhi estetika gigi pasien.

Kondisi tersebut terjadi, terutama pada kawat gigi yang tidak bisa dilepas pasang. Penyebabnya adalah noda dari makanan dan minuman di sekitar alat ortodontik yang mungkin sulit dibersihkan. Hasilnya, perubahan warna gigi pun dapat menjadi kekuningan dan akan terlihat saat selesai perawatan behel gigi.

3 dari 5 halaman

5. Dekalsifikasi

Menjaga kebersihan gigi serta perawatan gigi secara teratur sangatlah penting, terutama bagi pengguna behel. Bila tidak diperhatikan, ada berbagai kondisi kesehatan yang dapat mengintai.

Salah satunya meningkatkan risiko dekalsifikasi, yang berupa tanda putih pada gigi atau karies gigi. Hal itu bisa menjadi salah satu akibat dari buruknya kebersihan gigi.

Dekalsifikasi terjadi karena kandungan kalsium pada gigi yang berkurang. Penyebabnya berasal dari pengaruh zat asam yang diproduksi oleh bakteri-bakteri dari sisa makanan dan minuman yang terjebak di antara alat ortodontik.

Namun, efek samping kawat gigi ini dapat dicegah dengan menyikat gigi secara teratur dan menyeluruh, diet rendah gula, serta pemberian fluor dosis tinggi.

6. Gigi Berlubang

Masalah yang satu ini berkaitan dengan proses dekalsifikasi. Bila proses dekalsifikasi enamel terus berlanjut, maka akan terjadi lubang pada gigi.

Kondisi tersebut bisa menjadi lebih parah apabila pemakaian kawat gigi terlalu lama dan pasien tidak rutin menjaga kebersihan mulutnya.

Artikel Lainnya: Makanan yang Harus Dihindari Saat Pakai Kawat Gigi

Gigi berlubang dapat mengganggu jalannya perawatan kawat gigi. Jika pembersihan gigi pasien kurang baik, lubang gigi akan bertambah luas dan dalam akibat penumpukan bakteri, terutama di sekitar behel gigi dan bagian yang sulit dibersihkan, misalnya sela-sela gigi.

4 dari 5 halaman

7. Penyakit Periodontal

Komplikasi penyakit periodontal merupakan salah satu bahaya yang mungkin terjadi akibat pemakaian kawat gigi, dan ini cukup sering terjadi. Kondisi ini diakibatkan oleh pemeliharaan kebersihan mulut yang kurang baik, serta minimnya kedisiplinan untuk kontrol behel gigi.

Penyakit periodontal bisa disebabkan oleh kesulitan membersihkan bagian sela-sela gigi atau yang dekat dengan behel. Akibatnya, sisa makanan masih tertinggal dan terjadilah akumulasi plak.

Awalnya, akan terjadi radang gusi. Namun jika tidak dirawat, lama-kelamaan kondisi akan berlanjut menjadi penyakit periodontal.

8. Gigi Berubah Kembali Seperti Semula

Meskipun bukan merupakan komplikasi, tetapi poin yang satu ini juga perlu diperhatikan.

Pengguna behel gigi dapat mengalami pergerakan gigi yang bisa kembali ke posisi semula. Hal ini juga jadi salah satu dampak yang dapat terjadi jika pasien tidak rutin kontrol behel dan juga dapat terjadi setelah kawat gigi dilepas.

Jika pasien tidak memakai retainer secara teratur sesuai anjuran dokter gigi, maka gigi dapat dengan mudah berubah posisi, kembali seperti semula (relaps).

Untuk mencegahnya, pastikan Anda menggunakan alat retainer, setidaknya 6 jam di malam hari.

Penggunaan kawat gigi atau behel memang tak lepas dari efek samping. Namun,  Anda bisa mencegahnya dengan pemeriksaan dan perawatan yang tepat. Selain itu, kedisiplinan pasien juga merupakan faktor penting dalam kesuksesan perawatan.

Yang terpenting, perawatan ortodontik ini harus dilakukan oleh dokter gigi profesional atau spesialis ortodonti. Hal ini bertujuan untuk mencegah kesalahan diagnosis atau efek samping yang mengganggu.

Bila Anda tertarik memakai kawat gigi dan ingin berkonsultasi dengan dokter gigi, pakai fitur Live Chat 24 jam dari KlikDokter. Lebih praktis dan cepat!

[WA]

0 Komentar

Belum ada komentar