HomeInfo SehatGigi MulutUsia Berapa Anak Boleh Memakai Kawat Gigi?
Gigi Mulut

Usia Berapa Anak Boleh Memakai Kawat Gigi?

drg. Wiena Manggala Putri, 05 Sep 2022

Ditinjau oleh Tim Medis Klikdokter

Icon ShareBagikan
Icon Like

Punya anak dengan susunan gigi tidak rapi? Jangan terburu-buru melakukan pemasangan kawat gigi. Ketahui dulu usia ideal anak memakai kawat gigi.

Usia Berapa Anak Boleh Memakai Kawat Gigi?

Tak semua anak beruntung memiliki susunan gigi yang rapi. Agar pertumbuhan dan perkembangan gigi anak lebih teratur, penggunaan kawat gigi umumnya menjadi solusi.

Ada beberapa alasan mengapa anak-anak mungkin membutuhkan kawat gigi. Penyebab anak pakai behel yang paling umum adalah masalah pada rongga mulut seperti gigi yang terlalu padat, berjejal, atau miring, hingga masalah pada gigitannya.

Namun, umur berapa boleh memakai behel? Ketahui selengkapnya tentang usia minimal pasang kawat gigi anak berikut ini. 

Berapa Usia Minimal untuk Pasang Kawat Gigi Anak?

American Academy of Orthodontists (AAO) menyarankan anak perlu menjalani pemeriksaan ortodontik saat umur 7 tahun. Hal ini berguna untuk mengevaluasi tumbuh kembang gigi anak. 

Artikel lainnya: Gigi Anak Tumbuh Renggang, Perlukah Khawatir?

Dengan melakukan pemeriksaan sedini mungkin, masalah-masalah yang muncul bisa segera diatasi guna mencegah masalah lebih lanjut.

Sebenarnya tidak ada patokan khusus untuk usia minimal pasang kawat gigi anak. Namun, sebagian besar anak dapat memulai perawatan orthodontic antara usia 9 dan 14 tahun. Sebab, umumnya gigi permanen mulai tumbuh sempurna pada usia tersebut. 

Pentingnya melakukan perawatan orthodontic sedari dini guna mengoreksi maloklusi (susunan gigi tidak sejajar atau normal) yang berkembang, dan untuk menyederhanakan perawatan orthodontic anak di kemudian hari. 

Selain itu, perawatan dini juga dapat mencegah kebiasaan mulut yang buruk seperti menjulurkan lidah, mengisap ibu jari, dan bernapas melalui mulut. Kebiasaan tersebut dapat menyebabkan lengkungan yang sempit atau menyempit, gigitan dalam, gigitan terbuka, serta rahang kurang berkembang ataupun terlalu berkembang.

Dengan permasalahan gigi dan mulut yang tertangani, hal ini dapat meningkatkan estetika wajah sehingga meningkatkan kepercayaan diri anak.

Adakah Efeknya Jika Pasang Behel di Usia yang Terlalu Muda?

Dampak Negatif Kawat Gigi yang Perlu Anda Tahu

Memulai perawatan terlalu dini saat gigi permanen belum tumbuh dapat mengakibatkan durasi perawatan yang lebih lama. 

Perawatan orthodontic di usia yang terlalu muda umumnya memerlukan dua fase, yaitu perawatan orthodontic dini dan perawatan ortodontik fixed appliance (orthodontic cekat konvensional). 

Artikel lainnya: Perkembangan Gigi dan Mulut Anak

Fase I atau perawatan orthodontic dini dilakukan untuk memperbaiki maloklusi yang sedang berkembang atau untuk menyederhanakan perawatan orthodontic selanjutnya.

Biasanya, perawatan orthodontic dini dimulai saat gigi bercampur, yaitu saat anak berusia 7-12 tahun. 

Sementara, fase II ditujukan untuk menyempurnakan perawatan sebelumnya setelah semua gigi permanen erupsi, yaitu saat anak berusia 12 tahun ke atas.

Tentu saja perawatan orthodontic pada usia terlalu muda akan memakan waktu lebih lama dan biaya lebih besar, dibandingkan perawatan orthodontic saat setelah gigi permanen erupsi semua.

Namun, di sisi lain, memulai perawatan orthodontic yang terlambat juga dapat membuat perawatan lebih sulit dan lama. Untuk itu, pemasangan kawat gigi pada anak perlu mempertimbangan beberapa faktor.

Agar perawatan dapat berhasil, temuilah dokter gigi anak. Konsultasi ini sangat berguna untuk mendapatkan panduan pertumbuhan dan tahu kapan waktu yang tepat untuk memulai perawatan kawat gigi anak. 

Download aplikasi KlikDokter, di sini kamu bisa tanya dokter gigi lebih cepat dan mendapatkan banyak info penting seputar perawatan gigi anak!

(FR/JKT)

Referensi:

Clinical, Cosmetic and Investigational Dentistry. Diakses 2022. Perspectives of Indonesian Orthodontists on the Ideal Orthodontic Treatment Time.

Journal of Clinical and Diagnostic Research. Diakses 2022. Prevalence of Malocclusion and Need for Early Orthodontic Treatment in Children. 

EAS Journal of Dentistry and Oral Medicine. Diakses 2022. Does My Child Need Braces? A Comprehensive Review.

Gigi AnakGigi dan Mulut

Konsultasi Dokter Terkait