Sukses

4 Gejala Kanker Pankreas yang Dialami Desainer Karl Lagerfeld

Desainer Karl Lagerfeld meninggal dunia akibat kanker pankreas. Ketahui gejalanya agar Anda dapat lebih berhati-hati.

Klikdokter.com, Jakarta Dunia fashion tengah berduka. Karl Lagerfeld, sosok jenius di balik rumah mode kenamaan dunia Chanel, mengembuskan napas terakhir pada Selasa (19/2) di sebuah rumah sakit di Paris, Perancis. Pria kelahiran Hamburg, Jerman, ini meninggal dunia di usia 85 tahun. Menurut berbagai sumber, Karl Lagerfeld memang telah lama berjuang melawan kanker pankreas yang dideritanya.

Sang desainer bahkan disebut telah melewatkan pagelaran fashion show haute couture Chanel 2 kali di bulan Januari karena kelelahan. Rupanya selama menderita penyakit ini, Lagerfeld tetap kukuh untuk bekerja keras mempersiapkan karya-karyanya.

Kenali fungsi pankreas

Organ pankreas sendiri terletak di belakang lambung dan bersebelahan dengan usus halus. Sebagai organ yang sangat penting, pankreas merupakan sumber produksi enzim-enzim yang dibutuhkan oleh pencernaan.

Pada tahap awal, kanker pankreas bisa saja tidak menimbulkan gejala. Oleh karena itu, diagnosis menjadi lebih sulit untuk dilakukan. Gejala kanker pankreas pada tahap lanjut pun tergantung bagian kelenjar pankreas mana yang terjangkit, karena pankreas memiliki dua jenis jaringan kelenjar.

Di dalam pankreas terdapat kelenjar yang memproduksi enzim pencernaan atau disebut dengan kelenjar eksokrin, serta kelenjar yang memproduksi hormon, atau disebut juga dengan kelenjar endokrin. Agar dapat berjaga-jaga, sangat perlu bagi Anda mengenali apa saja gejala kanker pankreas.

1 dari 2 halaman

Gejala kanker pankreas yang perlu Anda ketahui

Penyakit jenis apapun, bila diketahui sejak dini tentunya akan lebih mudah untuk ditangani. Oleh sebab itu, ada baiknya Anda mengenali berbagai gejala kanker pankreas, seperti yang dialami oleh Karl Lagerfeld:

1. Jaundice

Jaundice merupakan suatu kondisi yang ditandai dengan kulit dan mata menjadi berwarna kuning karena adanya penumpukkan bilirubin. Selain itu, gejala lainnya dapat berupa urine berwarna gelap, feses dapat menjadi pucat dan munculnya rasa gatal pada kulit.

Pada kanker pankreas, kondisi ini terjadi karena massa tumor menyumbat aliran empedu dari kandung empedu ke usus. Selain kanker pankreas, jaundice juga bisa disebabkan oleh hepatitis, kanker hati, sirosis hati, anemia hemolitik, sumbatan saluran empedu, batu empedu, dan lain sebagainya.

Terlebih jika usia Anda di atas 40 tahun dan mengalami jaundice, sebaiknya periksakan diri ke dokter untuk menyingkirkan penyebab kanker ataupun penyebab lainnya.

2. Perubahan BAB

Kanker pankreas dapat menyebabkan keluhan diare, konstipasi (susah buang air besar) atau malah keduanya. Pada kanker pankreas, konstipasi merupakan keluhan yang sering dialami karena sistem pencernaan bekerja lebih lambat.

Selain itu, pasien kanker pankreas juga dapat mengalami steatorrhea, yaitu feses menjadi berlendir atau berminyak. Feses pun dapat tampak pucat, berukuran lebih besar dan sangat berbau.

Proses pemecahan dan penyerapan lemak di usus tersebut tergantung dari 3 komponen, yaitu cairan empedu, enzim lipase dari pankreas dan fungsi pencernaan usus itu sendiri. Jika salah satu komponen di atas bermasalah (misalnya pada kanker pankreas), maka BAB yang berminyak dapat terjadi. 

3. Penurunan berat badan

Penurunan berat badan tanpa adanya alasan yang jelas dapat menjadi salah satu pertanda kanker pankreas. Kondisi ini dikarenakan pankreas berperan penting untuk mencerna makanan. Sehingga, jika ada massa tumor yang menghambat, dapat menyebabkan proses pencernaan menjadi lebih lambat.

Selain itu, penurunan berat badan pada kanker pankreas juga disebabkan oleh penurunan nafsu makan, mual dan muntah yang sering dialami oleh pasien kanker. Pasien juga dapat mengalami rasa begah akibat penumpukkan cairan di perut (asites).

Akibatnya, pasien kanker akan lebih cepat merasa kenyang, makan lebih sedikit dan berat badannya menurun.

4. Nyeri perut

Meski nyeri perut bisa disebabkan oleh gangguan saluran pencernaan, namun adanya massa tumor di area perut pada pasien kanker pankreas dapat menimbulkan keluhan nyeri pada area perut.

Bergantung dari lokasi tumor, rasa nyeri yang dialami pasien kanker pankreas disebabkan oleh massa tumor yang menekan saraf dan organ di sekitarnya.

Nyeri yang dialami memang tidak spesifik. Namun biasanya pasien mengeluhkan rasa tidak nyaman di perut diikuti dengan nyeri yang dapat menjalar ke bagian belakang tubuh. Intensitas nyeri yang dirasakan pun dapat berbeda-beda pada setiap orang.

Ada yang mengalami nyeri kemudian hilang dan timbul kembali, terus-menerus terasa nyeri, semakin parah jika berbaring atau setelah makan, membaik jika beristirahat atau bahkan tidak mengalami nyeri sama sekali.

Selain gejala-gejala di atas, kanker pankreas juga dapat menimbulkan gejala demam, kelelahan hebat, darah mudah menggumpal, susah menelan dan menyebabkan diabetes.

Kepergian Karl Lagerfeld akibat kanker pankreas memang masih menyisakan duka mendalam bagi penggemar karya-karyanya. Jika Anda mengalami gejala-gejala di atas, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar